HSI 5.39 : Keadilan Allah Ketika Hisab Bagian I

Yang dimaksud dengan hisab adalah perhitungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala terhadap amalan para hamba di dunia. Hisab Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah hisab yang sangat sempurna keadilannya. Tidak ada kedzaliman sedikitpun di dalamnya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat An-Nisa : 40,

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظۡلِمُ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ۬‌ۖ  
Sesungguhnya Allah tidak akan mendzalimi meskipun sebesar Zarrah sekalipun.
Dan yang dimaksud dengan Zarrah adalah bagian yang paling kecil dari sebuah benda atau yang dinamakan dengan atom. Bahkan rahmat dan kelebihan karunia serta anugerah yang Allah berikan kepada para hamba adalah sangat banyak. Seandainya Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengazab semua mahluk, maka bukanlah hal itu sebuah kedzaliman. Dan seandainya Allah merahmati, niscaya rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala lebih baik dari pada amalan mereka (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah).
 
Yang demikian karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah Pencipta mereka, Raja yang memiliki kerajaan, semua mahluk adalah milik-NYA dan dalam kerajaan-NYA. Dan Dia melakukan apa saja yang Dia kehendaki di dalam Kerajaan-NYA. Di antara yang menunjukkan Keadilan Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah :
  • Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memfitrahkan di dalam hati semua manusia bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah Rabb mereka dan mereka mengakui bahkan sebelum mereka dilahirkan. Lihat Surat Al-A'rof : 172.
  • Bahwasanya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala telah mengutus para Rosul, para Utusan kepada manusia yang telah mengingatkan mereka dengan fitrah ini. Dan mengajak mereka untuk beriman kepada hari akhir. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat An-Nisa : 165

    رُّسُلاً۬ مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِ‌ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمً۬ا  
Para Rosul yang datang untuk memberikan kabar gembira dan memberikan peringatan supaya tidak ada hujjah bagi manusia atas Alloh Subhanahu Wa Ta'ala setelah kedatangan para Rosul. Dan sesungguhnya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala adalah Zat Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.
  • Bahwasanya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala telah menugaskan para Malaikat untuk mencatat seluruh amalan manusia. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Infithor : 10-12

    وَإِنَّ عَلَيۡكُمۡ لَحَـٰفِظِينَ (١٠) كِرَامً۬ا كَـٰتِبِينَ (١١) يَعۡلَمُونَ مَا تَفۡعَلُونَ (١٢) إِ 
Dan sesungguhnya pada diri kalian ada Malaikat-Malaikat yang menjaga atau mengawasi yang mereka mulia, dan menulis, mengetahui apa yang kalian kerjakan.

Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini :


Rohmad Adi Siaman


Sumber : Audio Halaqoh Silsilah Islamiyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy 
Ditranskrip oleh : Akh Muhammad anggota Grup HSI AbdullahRoy 18

HSI 5.38 : Keadaan Manusia Ketika Datangnya Alloh

Kedatangan Alloh Ta'ala di hari tersebut adalah kejadian yang sangat besar bagi semua mahluk. Allah Ta'ala yg telah menciptakan mereka supaya beribadah kepada-NYA semata, mengutus para Rasul supaya ditaati, menurunkan kitab supaya diamalkan, memberikan kenikmatan supaya digunakan dengan baik, akan datang untuk menanyakan itu semua dan menghitung amalan-amalan mereka.
 
Semua manusia merasa takut atas apa yang mereka lakukan di dunia, orang yang kafir akan takut atas kekafirannya kepada Allah Ta'ala dan orang yang beriman akan takut atas kemaksiatannya kpd Allah Ta'ala dan amalannya yang penuh dengan kekurangan. Dan akan didatangkan jahannam yg akan semakin menambah rasa takut manusia. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
Akan didatangkan Jahannam pada hari tersebut. Jahannam tersebut memiliki 70.000 tali pengikat. Pada setiap tali pengikat ada 70.000 malaikat yg akan menyeretnya (HR. Muslim).
Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Fajr : 21-24,

كَلَّآ إِذَا دُكَّتِ ٱلۡأَرۡضُ دَكًّ۬ا دَكًّ۬ا (٢١) وَجَآءَ رَبُّكَ وَٱلۡمَلَكُ صَفًّ۬ا صَفًّ۬ا (٢٢) وَجِاْىٓءَ يَوۡمَٮِٕذِۭ بِجَهَنَّمَ‌ۚ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ يَتَذَڪَّرُ ٱلۡإِنسَـٰنُ وَأَنَّىٰ لَهُ ٱلذِّكۡرَىٰ (٢٣) يَقُولُ يَـٰلَيۡتَنِى قَدَّمۡتُ لِحَيَاتِى (٢٤) فَ 
Sekali-kali tidak, apabila bumi digoncangkan dengan segoncang-goncangnya dan datang Rabbmu dan malaikat dengan berbaris dan didatangkan pada hari tersebut jahannam. Pada hari tersebut manusia akan sadar dan apa manfaat kesadaran pada hari tersebut, dia mengatakan "Seandainya aku beramal untuk kehidupanku ini".
Dan akan dipisahkan antara orang-orang yang beriman dan orang-orang kafir. Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Ar-Rum : 14

وَيَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ يَتَفَرَّقُونَ 
Dan ketika datang hari kiamat pada hari tersebut mereka akan saling berpisah.
Masing-masing umat akan duduk di atas lututnya karena rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada hari tersebut. Allah Ta'ala berfirman Surat Al-Jatsiyah : 28

وَتَرَىٰ كُلَّ أُمَّةٍ۬ جَاثِيَةً۬‌ۚ كُلُّ أُمَّةٍ۬ تُدۡعَىٰٓ إِلَىٰ كِتَـٰبِہَا ٱلۡيَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ  
Dan kamu akan melihat setiap umat akan duduk di atas lututnya dengan gelisah. Setiap umat akan dipanggil kepada kitab amalannya dan dikatakan kepada mereka hari ini akan dibalas amalan kalian.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
Sesungguhnya Allah Ta'ala apabila datang hari kiamat, akan turun kepada hamba-hamba untuk memutuskan di antara mereka dan masing-masing umat akan duduk diatas lututnya dengan gelisah (HR. Tirmidzi).

Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini :


Rohmad Adi Siaman


Sumber : Audio Halaqoh Silsilah Islamiyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy
Ditranskrip oleh : Akh Muhammad anggota Grup HSI AbdullahRoy G18

HSI 5.37 : Datangnya Alloh Untuk Memberi Keputusan

Setelah Nabi Shallallohu 'alaihi Wasallam diizinkan untuk memberikan syafaat dan diterima syafaatnya oleh Alloh, maka Alloh Subhanahu wa Ta'ala akan datang untuk memberi keputusan bagi penduduk Mahsyar. Dan menghisab amalan-amalan mereka. Alloh datang dengan cara yang sesuai dengan keagungan Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Tidak mengetahui bagaimananya kecuali Alloh. Kewajiban kita adalah bahwasanya Alloh akan datang, tidak boleh kita ingkari, tidak boleh kita serupakan datangnya Alloh Subhanahu wa Ta'ala dengan datangnya mahluk. Dan tidak boleh kita takwil dengan mengatakan yang datang adalah perintah-Nya atau urusan-Nya atau Azab-Nya.
 
Langit akan pecah dengan awan putih, wallohu a'lam dengan hakikatnya. Akan diturunkan para Malaikat dan mereka akan datang dengan bershaf-shaf. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Fajr : 22

وَجَآءَ رَبُّكَ وَٱلۡمَلَكُ صَفًّ۬ا صَفًّ۬ا 
Dan datanglah Rob-Mu dan para Malaikat bershaf-shaf.
Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Furqon : 25

وَيَوۡمَ تَشَقَّقُ ٱلسَّمَآءُ بِٱلۡغَمَـٰمِ وَنُزِّلَ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ تَنزِيلاً  
Dan hari di mana langit akan pecah dengan awan putih dan diturunkan para Malaikat.
Ketika Alloh datang, bersinarlah Bumi dengan cahaya Alloh dan didatangkan para Nabi dan para Malaikat pencatat amal yang baik maupun yang jelek, yang mereka akan dijadikan saksi. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surat Az-Zumar : 69

وَأَشۡرَقَتِ ٱلۡأَرۡضُ بِنُورِ رَبِّہَا وَوُضِعَ ٱلۡكِتَـٰبُ وَجِاْىٓءَ بِٱلنَّبِيِّـۧنَ وَٱلشُّہَدَآءِ وَقُضِىَ بَيۡنَہُم بِٱلۡحَقِّ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ 
Dan Bumi akan menjadi terang dengan cahaya Rob-Nya dan diletakkan kitab-kitab dan didatangkan para Nabi dan juga para syuhada', yaitu para Malaikat dan akan diputuskan di antara mereka dengan haq dan mereka tidak akan didzolimi.
Alloh akan melipat langit dalam Surat Al-Anbiya : 104

يَوۡمَ نَطۡوِى ٱلسَّمَآءَ ڪَطَىِّ ٱلسِّجِلِّ لِلۡڪُتُبِ‌ۚ  
Hari di mana kami akan menggulung langit, seperti menggulung lembaran-lembaran kertas.
Alloh akan menggenggam Bumi dan melipat langit dengan tangan-Nya kemudian berkata,
Aku adalah Raja, di mana raja-raja Bumi? (HR. Bukhari dan Muslim)
Suara Alloh didengar penduduk Mahsyar yang jauh maupun yang dekat sebagaimana di dalam Shahih Bukhari. Dialah Alloh Subhanahu wa Ta'ala,

مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ 
Yaitu Raja yang menguasai hari pembalasan.




Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini :


Rohmad Adi Siaman


Sumber : Audio Halaqoh Silsilah Islamiyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy

HSI 5.36 : Asy-Syafa'atul Udzma (Syafaat Yang Paling Besar)

Asy-Syafa'atul Udzma adalah syafaat yang dilakukan oleh Rosululloh Shallallohu 'alaihi Wasallam untuk para penduduk Padang Mahsyar. Yang isinya adalah permintaan kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala, supaya Allah Subhanahu wa Ta'ala menyegerakan hari keputusan. Dinamakan Asy-Syafa'atul Udzma atau syafaat yang paling besar karena syafaat ini diperuntukkan bagi seluruh manusia, yang mukmin maupun yang kafir.
 
Ketika sudah memuncak kesusahan di Padang Mahsyar, terik Matahari, keringat yang menggenang, waktu yang sangat lama dalam keadaan takut yang sangat menunggu hari keputusan, maka manusia ingin disegerakan hari keputusan tersebut. Mereka mendatangi orang-orang yang memiliki kedudukan yang mulia. Supaya memohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala agar menyegerakan hari keputusan. Dan membebaskan mereka dari kesusahan yang berkepanjangan di Padang Mahsyar.
 
Pertama-tama, mereka mendatangi Nabi Adam 'Alaihissalam bapak mereka, manusia yang pertama. Namun beliau enggan, meminta uzur dan merasa tidak berhak, karena beliau 'Alaihissalam pernah memaksiati Alloh Subhanahu wa Ta'ala dengan memakan sesuatu yang dilarang. Kemudian Nabi Adam 'Alaihissalam menyuruh manusia mendatangi Nabi Nuh, Rosul yang pertama yang diutus kepada manusia.
 
Beliau juga enggan dan merasa tidak berhak karena pernah meminta kepada Alloh sesuatu yang tidak dibenarkan. Kemudian Nabi Nuh menyuruh manusia mendatangi Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, kekasih Alloh. Beliau juga enggan dan merasa tidak berhak, karena merasa pernah berdusta. Kemudian Nabi Ibrahim 'Alaihissalam menyuruh manusia mendatangi Nabi Musa 'Alaihissalam, seorang Nabi yang pernah diajak bicara oleh Alloh.
 
Namun beliau enggan dan merasa tidak berhak karena pernah membunuh manusia tanpa diperintah oleh Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Nabi Musa menyuruh manusia mendatangi Nabi Isa 'Alaihissalam. Beliau juga enggan dan merasa tidak berhak, akhirnya beliau 'Alaihissalam menyuruh manusia mendatangi Nabi Muhammad Shallallohu 'alaihi Wasallam. Kemudian mereka mengatakan,

  يَا مُحَمَّدُ أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ وَخَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَغَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ، اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ أَلَا تَرَى مَا نَحْنُ فِيهِ أَلَا تَرَى مَا قَدْ بَلَغَنَا  
Wahai Muhammad, engkau adalah Rosululloh, penutup para Nabi, Alloh Subhanahu wa Ta'ala telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Lakukanlah syafaat, mintalah kepada Robb-mu untuk kami. Bukankah engkau telah melihat keadaan kami? Bukankah engkau melihat kesusahan kami?
Maka beliau Shallallohu 'alaihi Wasallam menuju bawah 'Arsy Alloh Subhanahu wa Ta'ala dan bersujud kepada Alloh, kemudian Alloh Subhanahu wa Ta'ala mengilhamkan kepada beliau pujian-pujian kepada Alloh yang belum pernah diajarkan sebelumnya kepada seorangpun. Kemudian dikatakan kepada beliau Shallallohu 'alaihi Wasallam,

يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ اشْفَعْ تُشَفَّعْ، فَأَرْفَعُ رَأْسِي 
Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah maka kamu akan diberi, lakukanlah syafaat, maka kamu akan dikabulkan syafaatmu (HR. Bukhari dan Muslim).
Inilah yang dimaksud dengan Maqomun Mahmud, yaitu kedudukan yang dipuji. Di mana beliau Shallallohu 'alaihi Wasallam akan dipuji oleh seluruh manusia yang telah Alloh Subhanahu wa Ta'ala janjikan untuk beliau Shallallohu 'alaihi Wasallam sebagaimana di dalam Al-Quran Surat Al-Isro : 79

نَافِلَةً۬ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبۡعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامً۬ا مَّحۡمُودً۬ا  
Semoga Robb-mu membangkitkan dirimu pada kedudukan yang dipuji.




Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini :


Rohmad Adi Siaman


Sumber : Audio Halaqoh Silsilah Islamiyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy

HSI 5.35 : Keadaan Orang Beriman Yang Berdosa Di Hari Kiamat

Iman dan amal sholeh adalah sebab seseorang mendapatkan keamanan di hari kiamat. Sebaliknya dosa-dosa dan maksiat bagi seorang mukmin akan menjadi sebab kesusahan di hari kiamat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Jaatiah : 21

أَمْ حَسِبَ الَّذينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذينَ آمَنُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحاتِ سَواءً مَحْياهُمْ وَ مَماتُهُمْ ساءَ ما يَحْكُمُونَ 
Apakah orang-orang yang melakukan dosa menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh? Yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka. Amat buruklah apa yang mereka sangka tersebut.
Orang yang tidak membayar zakat emas dan perak, maka akan diseterika dahi, lambung dan punggung mereka dengan lempengan emas dan perak yang dipanaskan di Neraka Jahanam. Orang yang memiliki Unta dan dia tidak membayar zakatnya, maka dia akan ditelentangkan di tempat yang rata kemudian unta-unta tersebut akan menginjak-injaknya dan menggigitnya. Orang yang memiliki sapi dan kambing kemudian dia tidak membayar zakatnya, maka hewan-hewan tersebut akan menginjak-injaknya dan menanduknya, demikian dilakukan terhadap mereka sampai hari keputusan (HR. Muslim).
 
Orang-orang yang meminta kepada orang lain bukan dengan alasan yang dibenarkan secara syariat, tapi hanya karena ingin memperbanyak hartanya maka akan datang pada hari tersebut dalam keadaan wajah tidak berdaging.

مَا زَالَ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِيْ وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ 
Senantiasa seseorang meminta kepada manusia, sampai datang kepada hari kiamat dalam keadaan tidak ada di wajahnya sepotong dagingpun (HR. Bukhari dan Muslim).
Orang yang pernah melakukan ghulul yaitu mengambil sebagian harta rampasan perang secara sembunyi-sembunyi, maka dia akan membawa harta tersebut pada hari kiamat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ali-Imron : 161

وَمَن يَغۡلُلۡ يَأۡتِ بِمَا غَلَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۚ  
Dan barang siapa yang melakukan ghulul, maka dia akan membawa harta ghulul tersebut pada hari kiamat.
Orang yang berkhianat di dunia, maka akan diberikan bendera di hari kiamat. Kemudian dikatakan ini adalah pengkhianatan fulan bin fulan (HR. Muslim). Sehingga manusia saat itu di Padang Mahsyar mengetahui bahwasanya ia adalah seorang pengkhianat. Dan masuk dalam makna pengkhianatan adalah pengkhianatan rakyat terhadap penguasa yang sah dan pengkhianatan penguasa kepada rakyatnya, dan juga pengkhianatan di dalam perjanjian dan lain-lain. Semakin besar pengkhianatan seseorang, maka akan semakin tinggi benderanya.
 
Orang-orang yang sombong di dunia, maka akan dikumpulkan di Padang Mahsyar sebesar semut-semut kecil berbentuk manusia. Rosululloh Shallallohu 'alaihi Wasallam bersabda yang artinya,
Akan dikumpulkan orang-orang yang sombong di hari kiamat sebesar semut-semut kecil berbentuk manusia, mereka diselimuti kehinaan dari semua arah (Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi).
Orang yang meludah ke arah kiblat, maka ludahnya akan berada di antara dua matanya (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud). Demikianlah keadaan sebagian orang-orang yang beriman yang berdosa di Padang Mahsyar. Dan barang siapa yang menutup aib seorang muslim di dunia, maka Alloh Subhanahu wa Ta'ala akan menutup aibnya di hari kiamat. Rosululloh Shallallohu 'alaihi Wasallam bersabda,
Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Alloh Subhanahu wa Ta'ala akan menutup aibnya di hari kiamat (HR. Bukhari dan Muslim).




Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini :


Rohmad Adi Siaman


Sumber : Audio Halaqoh Silsilah Islamiyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy