HSI 5.80 : Manfaat Mempelajari Iman Kepada Hari Akhir

Beriman kepada hari akhir memiliki manfaat yang banyak dan pengaruh yang baik bagi seorang muslim, di antaranya:
1. Mengingatkan seorang muslim bahwa dunia hanyalah sebentar dan bahwasanya hari kiamat dan hisab mereka sudah dekat. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al Anbiya ayat 1:
اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ
Telah dekat bagi manusia hisab mereka, sedang mereka dalam kelalaian berpaling.

2. Mengingatkan seorang muslim supaya tidak tertipu dengan kenikmatan dunia dan kenikmatan yang Alloh berikan kepada orang-orang kafir dunia. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 196-197:
لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادمَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُِ

Janganlah sekali-kali kamu tertipu dengan kegiatan orang-orang kafir negeri-negeri. Kesenangan yang sedikit, kemudian kembali mereka adalah Jahannam. Dan Jahannam adalah sejelek-jelek alas.

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادمَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُِ


Janganlah sekali-kali kamu tertipu dengan kegiatan orang-orang kafir negeri-negeri. Kesenangan yang sedikit, kemudian kembali mereka adalah Jahannam. Dan Jahannam adalah sejelek-jelek alas.

3. Mengingatkan seorang muslim bahwa kesuksesan yang sebenarnya adalah kesuksesan di akhirat. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ali Imran : 185


 فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ


Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Dan tidaklah kehidupan di dunia, kecuali kesenangan yang menipu.

4. Mengingatkan seorang muslim bahwa kehinaan dan kerugian yang sebenarnya adalah apabila seseorang masuk ke dalam neraka. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ali Imran:192 menceritakan orang-orang yang beriman


 رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Wahai Rabb kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang dholim.

5. Menguatkan kesabaran seorang muslim di dalam menghadapi musibah-musibah dunia yang menimpanya. Dia menyadari bahwasanya dirinya dan apa yang ia miliki adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah.

6. Beriman kepada hari akhir mendidik seorang muslim supaya senantiasa ikhlas dalam beramal karena dia menyadari bahwasanya amalan yang ikhlaslah yang akan bermanfaat di hari kiamat.

7. Mengingatkan seorang muslim tentang pentingnya dalam segera bertaubat dan beristighfar dari dosa karena dosa adalah penyebab semua bencana di akhirat.

8. Beriman kepada hari akhir mengingatkan seorang muslim untuk senantiasa bersabar di atas ketaatan kepada Alloh dan bersabar dalam menjauhi kemaksiatan. Dan semua itu jauh lebih ringan dari pada adzab di akhirat.

9. Mengingatkan seorang muslim akan besarnya nikmat Islam dan Iman yang Allah berikan kepadanya. Karena dengan sebab itulah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala akan memberikan kebahagiaan kepadanya di dunia dan di akhirat.

10. Mengingatkan seorang muslim akan bahayanya kekafiran, kesyirikan dan kemunafikan. Di mana ketiganya adalah penyebab kekekalan di dalam neraka.

11. Beriman kepada hari akhir mendorong seorang muslim untuk semangat berdakwah di jalan Alloh, mengajak saudara se-Islam untuk berpegang teguh dengan agamanya dan mengajak orang kafir untuk masuk Islam supaya terhindar dari adzab yang kekal.

12. Beriman kepada hari akhir mengingatkan kita tentang pentingnya berdoa kepada Alloh meminta kebahagiaan akhirat. Di antara doa di dalam Al-Quran Surat Al-Baqoroh:201 adalah:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari azab neraka.

Rasululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam pernah berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ
Ya Allah aku meminta kepada Mu surga dan apa yang mendekatkan kepada surga baik ucapan ataupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada Mu dari neraka dan apa yang mendekatkan kepada neraka baik ucapan ataupun perbuatan (Hadist Shoheh Riwayat Ibnu Majah).
Akhirnya kita berdoa kepada Alloh, semoga Allah menetapkan hati kita di atas agamanya, mengumpulkan kita semua di dalam surga dan menjaga kita semua dari api neraka.
 
 


 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.
Transkrip Oleh : Akh Aribowo bin Soewarno 

HSI 5.79 : Percakapan Penghuni Surga Dan Penghuni Neraka

Akan terjadi percakapan antara penghuni surga, penghuni neraka dan Ashabul A’raf. Mereka adalah orang-orang yang berada di sebuah tempat yang tinggi antara surga dan neraka yang  dinamakan dg Al A’raf. Mereka adalah orang-orang yang timbangan kebaikan dan kejelekannya sama.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-
Qur'an Surat Al A’Raf ayat 44-51 yang artinya : 
Dan para penghuni surga memanggil para penghuni neraka dengan mengatakan:
Sesungguhnya kami telah memperoleh apa yang Rabb kami janjikan kepada kami dengan haq. Apakah kalian telah memperoleh apa yang Rabb kalian janjikan kepada kalian dengan Haq? 
 Maka para penghuni neraka menjawab:
Betul.
Kemudian seorang penyeru menyeru diantara kedua golongan itu seraya mengatakan:
Laknat Allah atas orang-orang yang dholim, yaitu orang-orang yang menghalang-halangi manusia dari jalan Alloh dan menginginkan jalan tersebut menjadi bengkok. Dan mereka mengingkari kehidupan akhirat.
Dan diantara keduanya yaitu antara penghuni surga dan penghuni neraka ada batas dan di atas Al A’raf ada orang-orang yang mereka mengenal masing-masing dari dua golongan tersebut dengan tanda-tanda mereka. Maksudnya mengenal penghuni surga dan penghuni neraka dengan tanda-tanda mereka. Dan para Ashabul A’raf menyeru penghuni surga, seraya mengatakan:

Salamun Alaikum (Keselamatan atas kalian).
Mereka belum memasuki surga sedang mereka ingin segera memasukinya.Dan apabila pandangan mereka dipalingkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata:

Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami bersama-sama orang-orang yang zalim.
Kemudian Ashabul A'raaf memanggil beberapa pemuka orang kafir yang mereka kenal dengan tanda-tanda mereka seraya mengatakan:

Harta yang kalian kumpulkan dan apa yang kalian sombongkan, tidaklah bermanfaat bagi kalian. Apakah mereka ini (yaitu para penghuni surga) adalah orang-orang yang kalian telah bersumpah bahwasanya mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?".
Maka dikatakan kepada Ashabul A’Raf

Masuklah kalian ke dalam surga, tidak ada ketakutan atas kalian dan tidak (pula) kalian akan bersedih.
Kemudian penghuni neraka menyeru penghuni surga:

Limpahkanlah kepada kami air atau makanan yang telah Allah berikan kepada kalian.
Para penghuni surga  menjawab:

Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya atas orang-orang kafir, (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan senda gurau. Dan kehidupan dunia telah menipu mereka. Maka pada hari ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu telah melupakan pertemuan mereka dengan hari ini. Dan dahulu mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.
Dan akan didatangkan Al Maut (kematian). Rasulullah Sholallohu 'Alaihi Wasallam bersabda:
Akan  didatangkan kematian atau Al Maut dalam bentuk domba jantan yang amlah, maksudnya yang berwarna putih dan hitam. Dan warna putihnya lebih banyak.
Maka menyerulah penyeru:
Wahai penghuni surga! Para pemghuni surga pun menjulurkan leher-leher mereka dan melihat.
Kemudian  penyeru itu berkata:
Apakah kalian mengenal ini?
Mereka berkata:
Ya, ini adalah kematian
Dan mereka semuanya sebelumnya telah melihat kematian. Kemudian penyeru berkata:
Wahai penghuni neraka!
Maka para penghuni neraka menjulurkan leher-leher mereka dan melihat, kemudian penyeru berkata:
Apakah kalian mengenal ini?
Mereka menjawab:
Ya, ini adalah kematian.
Dan mereka semua sebelumnya sudah melihat kematian tersebut. Maka disembelihlah kematian. Berkatalah penyeru tersebut:
Wahai penghuni surga, kekekalan dan tidak ada kematian, dan wahai penghuni neraka, kekekalan dan tidak ada kematian (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).
Para penghuni surga bergembira karena mereka akan kekal di dalam kenikmatan dan tidak akan meninggal dunia. Adapun para penghuni neraka, maka mereka akan bersedih karena mereka akan kekal di dalam adzab dan tidak akan meninggal dunia.
Ketika penghuni surga telah masuk ke dalam surga dan penghuni neraka telah masuk ke dalam neraka maka syetan yang telah menyesatkan para penghuni neraka akan berlepas diri dari mereka. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 22 yang artinya :
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara telah diselesaikan:

Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali aku tidak memiliki kekuasaan atas kalian, melainkan (sekedar) aku mengajak kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku mengingkari perbuatan kalian, ketika kalian sebelumnya mempersekutukan aku (dengan Allah). Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih".
Demikianlah akhir yang buruk bagi syetan dan para pengikut mereka karena mereka akan kekal di dalam neraka selama-lamanya. Dan demikianlah akhir yang baik bagi orang-orang yang bertakwa, mereka akan kekal selama-lamanya di dalam surga.


 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.
Transkrip oleh : Akh Aribowo bin Soewarno 

Melihat Gerhana Matahari Mengakibatkan Kebutaan : Hoax?

Awas!! Jangan melihat gerhana matahari secara langsung! Bisa mengakibatkan kebutaan permanen!!
Kira-kira itulah peringatan yang sering kita dengar ketika peristiwa gerhana matahari terjadi. Bahkan berbagai mitos telah terdengar sejak dulu, terkait dengan peristiwa alam yang luar biasa ini. Masyarakat zaman dahulu (bahkan sekarang juga mungkin masih terjadi) sering beramai-ramai membuat bunyi-bunyian sepanjang gerhana matahari terjadi. Mereka beranggapan raksasa jahat (atau buto dalam bahasa jawa) harus diusir karena berusaha untuk memakan matahari. Ibu-ibu hamil diminta untuk bersembunyi sampai gerhana matahari usai, karena takut terjadi sesuatu dengan janinnya.


Gerhana Matahari Total
Sebagai masyarakat yang terpelajar tentunya kita tidak perlu lagi mempercayai mitos itu. Tapi, bagaimana dengan anggapan bahwa memandang gerhana matahari secara langsung dapat mengakibatkan kebutaan permanen? Apakah fakta atau hoax? Sementara kita telah mengetahui bahwa memandang matahari secara langsung, ketika tidak terjadi gerhana, memang dapat menyilaukan mata dan mengakibatkan gangguan pada retina jika dilakukan dalam waktu yang lama. 

Menurut peneliti LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) Abdul Rahman, M. Si., seperti dikutip dalam situs LAPAN, menjelaskan bahwa gerhana merupakan peristiwa astronomis ketika sebuah objek menghalangi pandangan ke objek lainnya. Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi karena bulan melintas tepat di antara Bumi dan Matahari. Kejadian ini mengakibatkan bayangan bulan akan jatuh di permukaan Bumi. Daerah yang berada di dalam bayangan Bulan akan mengalami gerhana.

Gerhana Matahari Tidak Berbahaya

Beliau melanjutkan, bahwa Gerhana matahari tidak berbahaya bagi makhluk hidup. Bahkan, melihat matahari secara langsung pada saat berlangsungnya fase gerhana matahari total tidak berbahaya. Yang sangat berbahaya adalah jika melihat langsung saat gerhana sebagian dan pada saat piringan matahari mulai muncul atau ketika fase total telah selesai. Alasannya adalah paparan cahaya dengan intensitas tinggi seperti cahaya Matahari dalam waktu lama akan menambus mata dan bisa merusak lapisan retina mata yang berisi syaraf-syaraf mata yang sensitif.
 Yang sangat berbahaya adalah jika melihat langsung saat gerhana sebagian dan pada saat piringan matahari mulai muncul atau ketika fase total telah selesai.
Untuk itu, agar pengalaman mengamati gerhana matahari total yang belum tentu kita dapati sekali seumur hidup ini dapat kira nikmati dengan aman, kita perlu mengetahui cara yang tepat untuk melihat gerhana matahari.

Cara Aman Melihat Gerhana Matahari

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk melihat gerhana matahari secara aman, yaitu :
  • Metode Proyeksi
Yaitu dengan menggunakan alat yang telah dilengkapi dengan filter khusus untuk Matahari. Filter matahari tersebut berupa film tipis dengan tingkat kepekatan yang tinggi untuk menyaring cahaya matahari. Filter inilah yang sering dipasang dalam kacamata gerhana yang banyak dijual di pasaran.
  • Melihat melalui air
Cara lain adalah dengan mengamati secara tidak langsung, misalnya melalui ember air. Jadi kita siapkan sebuah ember yang luas kemudian diisi air dan kita bisa melihat gerhana melalui pantulan bayangan yang terlihat di air.
  • Melihat di bawah pohon
Kita juga bisa melihat gerhana melalui sela-sela bayangan dedaunan pohon di permukaan tanah. Jadi cahaya matahari tidak secara langsung kita lihat melalui mata telanjang, tapi telah disaring oleh dedaunan di pohon.
  • Kotak lubang jarum
Dengan peralatan sederhana seperti kotak, aluminium foil, kertas putih, selotip dan jarum, kita bisa membuat kotak lubang jarum yang dapat dijadikan alat yang aman untuk melihat gerhana matahari.

Jangan Lupa Sholat Gerhana

Jika anda seorang muslim, jangan lupa juga untuk menunaikan sholat gerhana matahari secara berjamaah berjumlah dua rokaat.

Terakhir, jangan lupa ya, Gerhana Matahari Total (GMT) di Indonesia diperkirakan terjadi pada tanggal 9 Maret 2016 sekitar pukul 06.00 WIB sampai dengan 09.00 WIB.

Ringkasan Kajian : Puasa

Kajian : Puasa
Ustadz :
Tempat : Masjid Al-Ikhlas, Tlatar, Sawangan
Waktu : 6 Sya'ban 1435/ 24 Mei 2015

Ringkasan Kajian

Jenis Puasa :

  • Puasa Sunnah
  1. Puasa di hari Arafah bagi orang yang tidak berhaji. Puasa ini dapat menghapus dosa dua tahun, yaitu satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.
  2. Puasa Asyura' dan Puasa Tasua' (9 dan 10 Muharram). Puasa ini dapat menghapus dosa setahun yang lalu.
  3. Puasa enam hari di bulan Syawal, dimulai tanggal 2 Syawal. Puasa ini seperti puasa sepanjang tahun.
  4. Puasa setengah bulan di awal bulan Sya'ban
  5. Puasa sepuluh hari di awal bulan Dzulhijjah. Puasa di hari yang paling dicintai Alloh.
  6. Puasa di bulan Muharram (selain tanggal 9 dan 10 Muharram). Puasa yang paling utama setelah puasa di bulan Ramadhan.
  7. Puasa di tiga hari pertengahan bulan (tanggal 13,14,15 pada bulan hijriah).
  8. Puasa di hari Senin.
  9. Puasa di hari Kamis.
  10. Puasa Daud yaitu puasa sehari selang-seling (sehari puasa, sehari tidak).
  11. Puasa bagi bujangan yang dikhawatirkan tidak mampu menahan syahwat.
  • Puasa yang dimakruhkan
  1. Orang yang berpuasa arafah saat berhaji.
  2. Orang yang berpuasa khusus di hari jum'at saja.
  3. Orang yang berpuasa khusus di hari sabtu saja.
  4. Orang yang di akhir bulan Sya'ban bagi orang yang tidak terbiasa berpuasa sunnah
  • Puasa makruh yang lebih dekat ke pengharaman
  1. Puasa Wishol, yaitu menyambung puasa di hari berikutnya tanpa berbuka.
  2. Puasa Sya', yaitu berpuasa di hari yang meragukan seperti puasa di akhir bulan Sya'ban sebelum memasuki bulan Ramadhan.
  3. Puasa sunnah istri tanpa ijin suaminya.
  • Puasa yang diharamkan
  1. Puasa di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
  2. Puasa di hari Tasyrik (11,12 dan 13 Dzulhijjah)
  3. Puasa di saat haid dan nifas
  4. Puasa orang yang sakit yang dikhawatirkan akan bertambah sakit/ meninggal
  • Amal sholeh di bulan Ramadhan
  1. Bersedakah. Sedekah paling utama adalah memberikan buka puasa bagi orang yang berpuasa dan Malaikan akan mengucapkan sholawat bagi orang tersebut.
  2. Qiyamul Lail. Orang yang bangun untuk sholat malam di bulan Ramadhan maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.
  3. Tilawah Quran. Termasuk mempelajari Al-Qur'an adalah mengikuti kajian tentang Al-Qur'an.
  4. I'tiqaf. Boleh dilakukan sepanjang Ramadhan, tapi paling utama di sepuluh hari akhir bulan Ramadhan. Boleh dilakukan oleh wanita asal terjaga kehormatannya dan dengan izin wali/suami.
  5. Umroh. Umroh di bulan Ramadhan setara dengan haji bersama Nabi.
  • Sunnah-sunnah puasa
  1. Menyegerakan berbuka
  2. Berbuka dengan Ruthab (kurma basah), kalau tidak ada dengan Thamr (kurma kering), kalau tidak ada dengan air. Diutamakan dengan kurma berjumlah ganjil.
  3. Berdo'a ketika berbuka, karena termasuk waktu yang mustajab. Waktu yang mustajab yang lain : ketika hujan, antara adzan dan iqamah, ketika khotbah jumat, waktu ashar di hari jumat, doa orang tua, doa orang sholeh.
  4. Bersahur di akhir waktu.
  • Hal yang dimakruhkan dalam berpuasa
  1. Berlebihan dalam berkumur dan beristinsya' (memasukkan air ke hidung) ketika berwudhu.
  2. Berciuman dengan suami/istri.
  3. Berfikir tentang berhubungan badan, memandang pasangan kita dengan syahwat.
  4. Bekam.
  • Hal yang membatalkan puasa
  1. Masuknya air atau benda padat melalui kerongkongan melalui mulut atau hidung.
  2. Keluarnya air mani dengan sengaja.
  3. Makan dan minum dengan sengaja.
  4. Berhubungan badan, bukan hanya membatalkan tapi juga dosa besar.
  • Hal yang dimubahkan
  1. Bersiwak
  2. Mendinginkan badan dengan air
  3. Makan, minum dan berhubungan badan di malam hari
  4. Bepergian
  5. Berobat dengan obat halal dan tidak melalui kerongkongan
  6. Mengunyahkan makanan bagi anak kecil.
  7. Bangun pagi dalam keadaan junub.
  8. Mimpi basah.
  9. Muntah tidak sengaja.

Tanya jawab

  1. Orang yang melakukan puasa yang dimakruhkan bukan saja melakukan perbuatan yang sia-sia dan tidak mendapatkan apa-apa tapi juga bisa mendapatkan dosa, karena berpuasa tidak mengikuti petunjuk Nabi.
  2. Buka warung makan di siang hari di bulan Ramadhan, hendaknya tidak menyakiti orang yang berpuasa. Jika niatnya untuk menyediakan makanan untuk orang nonmuslim, orang yang berhalangan puasa, maka lebih baik diberi tabir dan diberi tulisan khusus untuk orang yang tidak berpuasa.

Ringkasan Kajian Ustadz Ahmad Zainuddin : Hal Yang Membatalkan Laa Ilaa Ha Illalloh

Kajian : Hal Yang Membatalkan Laa Ilaa Ha Illalloh
Ustadz : Ahmad Zainuddin
Tempat : Masjid Al-Ikhlas, Tlatar, Sawangan
Waktu : 28 Rajab 1435/ 17 Mei 2015

Ringkasan Kajian

Hal yang membatalkan Laa Ilaa Ha Illalloh :

  1. Syirik
  2. Orang yang memohon kepada Alloh melalui perantara (tawasul) yang tidak diperbolehkan. Tawasul yang diperbolehkan : kepada orang yang masih hidup, tawasul dengan amal sholeh (contoh : dengan ziarah kubur, membaca Qur'an). Dalilnya adalah hadits tiga orang yang terjebak dalam gua kemudian masing-masing berdoa dengan bertawasul atas amal sholeh yang pernah mereka kerjakan.
  3. Orang yang tidak mengkafirkan orang-orang yang dinyatakan kafir oleh Al-Qur'an seperti Fir'aun.
  4. Orang yang menganggap petunjuk selain petunjuk Rosululloh sholallohu 'alaihi wasallam.
  5. Orang yang membenci sedikit dari syariat Rosululloh sholallohu 'alaihi wasallam.
  6. Orang yang mengejek/ menghina agama Rosululloh sholallohu 'alaihi wasallam.
  7. Sihir.
  8. Membantu orang kafir dalam memusuhi orang Islam.
  9. Orang yang memiliki keyakinan bahwa ada sebagian orang yang bebas tidak melakukan syariat.
  10. Orang yang berpaling dari agama islam, tidak mau belajar dan mengamalkan.

Perbedaan sihir dengan mu'jizat, karomah, ma'unah dan istidraj

  1. Mu'jizat : Kejadian luar biasa pemberian Alloh subhanahu wa ta'ala kepada Nabi dan Rosul.
  2. Karomah : Kejadian luar biasa pemberian Alloh subhanahu wa ta'ala kepada para wali/kekasih Alloh.
  3. Ma'unah : Pertolongan Alloh subhanahu wa ta'ala yang luar biasa kepada siapa saja tanpa diminta.
  4. Istidraj : Orang yang bermaksiat tapi diberi nikmat oleh Alloh subhanahu wa ta'ala. Contoh : Orang sakit yang menjadi sembuh setelah ke dukun
  5. Sihir : Kejadian luar biasa bukan dari Alloh subhanahu wa ta'ala tapi dengan bantuan Jin.