Ringkasan HSI Al-Qawa'idul Arba 10: Penjelasan Kaidah Pertama Bagian 2

Kaidah Pertama Qawaidul Arba'


 ﻭﺍﻟﺪﻟﻴﻞ : ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﻗُﻞْ ﻣَﻦْ ﻳَﺮْﺯُﻗُﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺃَﻣَّﻦْ ﻳَﻤْﻠِﻚُ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊَ ﻭَﺍﻟْﺄَﺑْﺼَﺎﺭَ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﺤَﻲَّ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ ﻭَﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺤَﻲِّ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﺪَﺑِّﺮُ ﺍﻟْﺄَﻣْﺮَ ﻓَﺴَﻴَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓَﻘُﻞْ ﺃَﻓَﻠَﺎ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ { ‏[ ﻳﻮﻧﺲ 31: ].
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: 
“Katakanlah: ‘Siapa yang memberi rizki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapa yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapa yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati (menghidupkan) dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup (mematikan), dan siapa yang mengatur segala urusan? ‘Maka mereka (kaum musyrikin) akan menjawab:’Allah’. Maka katakanlah:’Mengapa kalian tidak bertakwa (kepada-Nya)” (QS. QS. Yunus: 31).

Ketika ditanya pertanyaan di atas, kaum Quraisy akan menjawab Alloh. Mereka tidak menjawab latta, uzza, habal dan sesembahan mereka yang lain. Lalu mengapa mereka tidak bertakwa kepada Alloh dan berbuat kesyirikan serta menjaga diri dari azab Alloh. Sebagian dari kita masih menganggap bahwa kaum Quraisy berkeyakinan yang mencipta, memberi rezeki dan seterusnya adalah berhala mereka, padahal kaum Quraisy berkeyakinan bahwa yang melakukan itu adalah Alloh. 

Jadi kalau di zaman sekarang ada orang musyrikin yang meyakini Alloh maka itu bukanlah suatu hal yang menakjubkan. Mereka mengakui bahwa yang mencipta adalah Alloh, yang di atas dan isyarat yang lain, meskipun dalam keseharian, mereka mengagungkan selain Alloh, meyakini selain Alloh. Dan inilah yang membuat mereka tidak masuk ke dalam agama islam.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Audio HSI oleh Ustadz Abdullah Roy
Diringkas Oleh : Abu Abdul Hafiizh Rohmad Adi Siaman
Jika terdapat kekeliruan dalam ringkasan ini, tolong tulis dalam komentar.

Ringkasan HSI Al-Qawa'idul Arba 9: Penjelasan Kaidah Pertama Bagian Pertama

Orang kafir yang diperangi Rosululloh

Beliau mengatakan,

 ﺍﻟﻘﺎﻋﺪﺓ ﺍﻷﻭﻟﻰﺃﻥ ﺗﻌﻠﻢ ﺃﻥّ ﺍﻟﻜﻔّﺎﺭ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻗﺎﺗﻠﻬﻢ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻳُﻘِﺮُّﻭﻥ ﺑﺄﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﺍﻟﺨﺎﻟِﻖ ﺍﻟﻤﺪﺑِّﺮ ، ﻭﺃﻥّ ﺫﻟﻚ ﻟﻢ ﻳُﺪْﺧِﻠْﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ ، ﻭﺍﻟﺪﻟﻴﻞ : ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﻗُﻞْ ﻣَﻦْ ﻳَﺮْﺯُﻗُﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺃَﻣَّﻦْ ﻳَﻤْﻠِﻚُ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊَ ﻭَﺍﻟْﺄَﺑْﺼَﺎﺭَ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﺤَﻲَّ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ ﻭَﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺤَﻲِّ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﺪَﺑِّﺮُ ﺍﻟْﺄَﻣْﺮَ ﻓَﺴَﻴَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓَﻘُﻞْ ﺃَﻓَﻠَﺎ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ { ‏[ ﻳﻮﻧﺲ 31: ]
Kaidah pertama:Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa AllahTa’ala adalah satu-satunya Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Namun demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala :
“Katakanlah: ‘Siapa yang memberi rizki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapa yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapa yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati (menghidupkan) dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup (mematikan), dan siapa yang mengatur segala urusan? ‘Maka mereka (kaum musyrikin) akan menjawab:’Allah’. Maka katakanlah:’Mengapa kalian tidak bertakwa (kepada-Nya)” (QS. QS. Yunus: 31).

Hendaknya kita mengetahui bahwa kaum musyrikin yang diperangi oleh Nabi Muhammad Sholallohu Alaihi Wasallam di antaranya kaum beliau sendiri yaitu kaum Quraisy, mereka menyatakan, meyakini dan mengetahui bahwasanya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala :
  1. Yang menciptakan 
  2. Yang memberikan rezeki  
  3. Yang menghidupkan dan mematikan  
  4. Yang mengatur seluruh perkara ini

Namun aqidah dan keyakinan ini tidak memasukkan kaum Quraisy sebagai orang islam. Kalau keyakinan ini dapat memasukkan kaum Quraisy ke dalam islam, tentulah tidak akan diperangi oleh Nabi Muhammad Sholallohu Alaihi Wasallam. Pengetahuan ini tidak banyak diketahui oleh saudara-saudara muslim kita. Mereka mendengar dari ustadznya, gurunya, orang tuanya bahwasanya orang Quraisy, mereka menyembah berhala, seakan-akan mereka tidak mengenal Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Ketahuilah bahwa orang musyrikin mengetahui bahwa Alloh lah yang mencipta dan seterusnya, sama seperti kita, namun keyakinan itu tidak memasukkan mereka ke dalam agama islam. Berarti di sana harus ada sesuatu yang Nabi Muhammad inginkan untuk memasukkan mereka ke dalam agama islam.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Audio HSI oleh Ustadz Abdullah Roy
Diringkas Oleh : Abu Abdul Hafiizh Rohmad Adi Siaman
Jika terdapat kekeliruan dalam ringkasan ini, tolong tulis dalam komentar.

Ringkasan HSI Al-Qawa'idul Arba 8: Syirik Bercampur Ibadah Akan Merusak Ibadah

Syirik Merusak Ibadah

Beliau mengatakan,
 ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻋَﺮَﻓْﺖَ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙَ ﺇِﺫَﺍ ﺧَﺎﻟَﻂَ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩَﺓَ ﺃَﻓْﺴَﺪَﻫَﺎ ، ﻭَﺃَﺣْﺒَﻂَ ﺍﻟْﻌَﻤَﻞَ ، ﻭَﺻَﺎﺭَ ﺻَﺎﺣِﺒُﻪُ ، ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺨَﺎﻟِﺪِﻳﻦَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ؛ ﻋَﺮَﻓْﺖَ ﺃَﻥَّ ﺃَﻫَﻢَّ ﻣَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻣَﻌْﺮِﻓَﺔُ ﺫَﻟِﻚ

Jika Anda sudah mengetahui kalau syirik bercampur dengan ibadah, maka akan merusaknya, menyebabkan gugurnya semua amalan pelakunya dan menyebabkan pelakunya menjadi orang yang kekal di dalam Neraka, tentulah Anda akan mengetahui bahwa perkara yang paling penting bagi Anda adalah mempelajari masalah ini (kesyirikan)

Kalau kita sudah tahu bahaya syirik yang membatalkan amalan, maka amalan sebesar apapun kalau dia melakukan syirik akbar maka amalannya batal dari awal sampai akhir. Jika seseorang yang sejak baligh sudah melakukan amalan sholat, puasa dan lainnya kemudian saat umur 50 tahun melakukan syirik besar, maka amalannya akan dihapuskan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Seandainya engkau berbuat syirik niscaya akan batal seluruh amalanmu. Dan jadilah engkau seorang yang merugi. Kemudian orang tersebut akan kekal di neraka. Sekejap di neraka adalah musibah, apalagi jika tidak akan pernah keluar dari neraka.

 ﻟَﻌَﻞَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﺃَﻥْ ﻳُﺨَﻠِّﺼَﻚَ ﻣِﻦْ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺸَّﺒَﻜَﺔِ
Semoga dengannya Allah berkenan membebaskan Anda dari jaring kesyirikan ini

ﻭَﻫِﻲَ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ، ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠﻪ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻓِﻴﻪِ : } ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻻَ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺃَﻥ ﻳُﺸْﺮَﻙَ ﺑِﻪِ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮُ ﻣَﺎ ﺩُﻭﻥَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟِﻤَﻦ ﻳَﺸَﺎﺀ { ‏[ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ 116: ‏] . ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﺑِﻤَﻌْﺮِﻓَﺔِ ﺃَﺭْﺑَﻊِ ﻗَﻮَﺍﻋِﺪَ ﺫَﻛَﺮَﻫَﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻓِﻲ ﻛِﺘَﺎﺑِﻪِ
Yaitu kesyirikan kepada Allah, yang Allah Ta’ala telah berfirman tentangnya:“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang berada di bawah (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”(QS.An-Nisaa`: 116).

Pengetahuan tentang syirik bisa didapatkan dengan memahami empat kaidah yang telah Allah Ta’ala sebutkan dalam Kitab-Nya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Audio HSI oleh Ustadz Abdullah Roy
Diringkas Oleh : Abu Abdul Hafiizh Rohmad Adi Siaman
Jika terdapat kekeliruan dalam ringkasan ini, tolong tulis dalam komentar.

Ringkasan HSI Al-Qawa'idul Arba' 07 : Tidak Dinamakan Ibadah Kecuali Dengan Tauhid

Tauhid

Beliau berkata,

 ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻋَﺮَﻓْﺖَ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﺧَﻠَﻘَﻚَ ﻟِﻌِﺒَﺎﺩَﺗِﻪِ؛ ﻓَﺎﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻥَّ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩَﺓَ ﻻ ﺗُﺴَﻤَّﻰ ﻋِﺒَﺎﺩَﺓً ﺇِﻻ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺘَّﻮْﺣِﻴﺪِ
Jika Anda telah mengetahui bahwa Allah menciptakan Anda untuk beribadah kepada-Nya, maka ketauhilah bahwa ibadah tidaklah dikatakan sebagai ibadah kecuali jika disertai tauhid

Seseorang tidak dinamakan beribadah kepada Alloh kecuali dia mentauhidkan Alloh dan mengesakan Alloh dalam ibadah tersebut. Jika seseorang beribadah tidak mengesakan Alloh, beribadah tidak hanya untuk Alloh, maka dia tidak dinamakan ibadah.

Beliau berkata,

 ﻛَﻤَﺎ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﺼَّﻼﺓَ ﻻ ﺗُﺴَﻤَّﻰ ﺻَﻠَﺎﺓً ﺇِﻻ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻄَّﻬَﺎﺭَﺓ
Sebagaimana shalat, tidaklah dikatakan sebagai shalat kecuali jika disertai dengan bersuci

Jika seseorang sholat, rukuk, sujud, berdiri namun tidak thoharoh, maka secara dhohir orang menyangka dia sholat. Padahal dia tidak thoharoh /bersuci, maka dia tidak dinamakan sedang beribadah. Alloh tidak menerima sholat seseorang yang berhadats sampai dia berwudhu. Berthoharoh adalah syarat sahnya sholat. Orang yang tidak Berthoharoh, maka belum dinamakan sholat.

Beliau berkata,

 ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩَﺓِ ﻓَﺴَﺪَﺕ; ﻛَﺎﻟْﺤَﺪَﺙِ ﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻄَّﻬَﺎَﺭِﺓ
Oleh karena itulah, jika syirik mencampuri ibadah, maka rusaklah ibadah itu, sebagaimana hadats bila mencampuri kesucian.

Syirik jika masuk ke dalam ibadah seseorang, maka ibadah tersebut akan menjadi rusak. Orang musyrikin yang meramaikan masjid, ibadah mereka gugur dan kelak akan kekal di neraka. Orang Musyrikin Quraisy memakmurkan Masjidil Haram, Kakbah, amalan mereka batal dan kekal di dalam neraka. Amalan berhaji sudah ada sebelum Nabi Muhammad, dan ada sejak zaman Nabi Ibrahim, namun caranya sudah diubah oleh orang musyrikin Quraisy. Kesyirikan dan kekufuran bisa membatalkan amalan, sebagaimana hadats bisa membatalkan sholat seseorang.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Audio HSI oleh Ustadz Abdullah Roy
Diringkas Oleh : Abu Abdul Hafiizh Rohmad Adi Siaman
Jika terdapat kekeliruan dalam ringkasan ini, tolong tulis dalam komentar.

Ringkasan HSI Al-Qawa'idul Arba' 06 : Makna Al Hanifiah dan Tujuan Diciptakannya Manusia

Agamanya Nabi Ibrahim 'Alaihissalam

Beliau berkata,

 ﺃَﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻨِﻴﻔِﻴَّﺔَ ﻣِﻠَّﺔُ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ : ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﺒُﺪَ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻣُﺨْﻠِﺼًﺎ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ ،
Ketahuilah, semoga Allah membimbing Anda dalam mena’ati-Nya. Al-hanifiyah adalah agama Nabi Ibrahim ‘alaihis salam , yaitu Anda beribadah kepada Allah dengan memurnikan ibadah hanya untuk-Nya saja.

Alhanifiyyah yaitu agamanya Nabi Ibrahim. Alloh telah menyebutkan dalam Alquran, millahnya Nabi Ibrahim dan mewajibkan semua manusia untuk mengikutinya. Millah artinya adalah agama. Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat Millah Ibrahim Kita diperintahkan untuk mengikuti millahnya Nabi Ibrahim yang dinamakan Alhanifiyyah. Alhanifiyyah berasal dari kata alhanif yang artinya adalah mustaqim/lurus. Agama Alhanifiyyah adalah agama yang lurus kepada Alloh subhanahu wa ta'ala dan berpaling dari selain-Nya. Yang dimaksud dengan millahnya Ibrahim yang kita diwajibkan untuk mengikutinya adalah kita beribadah hanya untuk Alloh subhanahu wa ta'ala dan mengikhlaskan hanya untuk Alloh bukan untuk yang lain meski hanya setitik, siapapun dia. Selain Alloh adalah mahluk, dan ibadah adalah hak istimewa hanya untuk Alloh.

Beliau berkata,

 ﻭَﺑِﺬَﻟِﻚَ ﺃَﻣَﺮَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺟَﻤِﻴﻊَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ، ﻭَﺧَﻠَﻘَﻬُﻢ ﻟَﻬَﺎ
Dengan agama al-hanifiyah inilah Allah memerintahkan semua manusia dan untuk tujuan inilah Allah menciptakan mereka,

Perintah pertama yang disebutkan dalam Alquran adalah perintah untuk bertauhid. Menyembah, menyerahkan ibadah hanya untuk Alloh semata.

Beliau berkata,

  ﻛَﻤَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : ﴿ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧﺲَ ﺇﻻَّ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ﴾ ‏[ ﺍﻟﺬﺭﻳﺎﺕ 56: ‏]
 
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:ِ“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku (saja)” (QS.Adz-Dzaariyaat: 56).

Ini adalah hikmah diciptakannya jin dan manusia, tidak lain untuk beribadah kepada Alloh

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Audio HSI oleh Ustadz Abdullah Roy
Diringkas Oleh : Abu Abdul Hafiizh Rohmad Adi Siaman
Jika terdapat kekeliruan dalam ringkasan ini, tolong tulis dalam komentar.