Ringkasan HSI Al-Qawa'idul Arba' 06 : Makna Al Hanifiah dan Tujuan Diciptakannya Manusia

Agamanya Nabi Ibrahim 'Alaihissalam

Beliau berkata,

 ﺃَﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻨِﻴﻔِﻴَّﺔَ ﻣِﻠَّﺔُ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ : ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﺒُﺪَ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻣُﺨْﻠِﺼًﺎ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ ،
Ketahuilah, semoga Allah membimbing Anda dalam mena’ati-Nya. Al-hanifiyah adalah agama Nabi Ibrahim ‘alaihis salam , yaitu Anda beribadah kepada Allah dengan memurnikan ibadah hanya untuk-Nya saja.

Alhanifiyyah yaitu agamanya Nabi Ibrahim. Alloh telah menyebutkan dalam Alquran, millahnya Nabi Ibrahim dan mewajibkan semua manusia untuk mengikutinya. Millah artinya adalah agama. Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat Millah Ibrahim Kita diperintahkan untuk mengikuti millahnya Nabi Ibrahim yang dinamakan Alhanifiyyah. Alhanifiyyah berasal dari kata alhanif yang artinya adalah mustaqim/lurus. Agama Alhanifiyyah adalah agama yang lurus kepada Alloh subhanahu wa ta'ala dan berpaling dari selain-Nya. Yang dimaksud dengan millahnya Ibrahim yang kita diwajibkan untuk mengikutinya adalah kita beribadah hanya untuk Alloh subhanahu wa ta'ala dan mengikhlaskan hanya untuk Alloh bukan untuk yang lain meski hanya setitik, siapapun dia. Selain Alloh adalah mahluk, dan ibadah adalah hak istimewa hanya untuk Alloh.

Beliau berkata,

 ﻭَﺑِﺬَﻟِﻚَ ﺃَﻣَﺮَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺟَﻤِﻴﻊَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ، ﻭَﺧَﻠَﻘَﻬُﻢ ﻟَﻬَﺎ
Dengan agama al-hanifiyah inilah Allah memerintahkan semua manusia dan untuk tujuan inilah Allah menciptakan mereka,

Perintah pertama yang disebutkan dalam Alquran adalah perintah untuk bertauhid. Menyembah, menyerahkan ibadah hanya untuk Alloh semata.

Beliau berkata,

  ﻛَﻤَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : ﴿ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧﺲَ ﺇﻻَّ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ﴾ ‏[ ﺍﻟﺬﺭﻳﺎﺕ 56: ‏]
 
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:ِ“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku (saja)” (QS.Adz-Dzaariyaat: 56).

Ini adalah hikmah diciptakannya jin dan manusia, tidak lain untuk beribadah kepada Alloh

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Audio HSI oleh Ustadz Abdullah Roy
Diringkas Oleh : Abu Abdul Hafiizh Rohmad Adi Siaman
Jika terdapat kekeliruan dalam ringkasan ini, tolong tulis dalam komentar.

Ringkasan HSI Al-Qawa'idul Arba' 05 : Makna Istighfar dan Ketaatan

Makna Istighfar

Beliau melanjutkan,

وَإِذَا أذَنبَ اسْتَغْفَر
Dan apabila dia berdosa maka dia beristighfar.

Beristighfar atas dosa yang dilakukan. Makna beristighfar mengandung dua perkara. Yang pertama memohon kepada Alloh agar ditutupi dosa tersebut sehingga tidak terbongkar maksiat tersebut. Istighfaro berasal dari kata ghofaro yang artinya menutupi. Yang kedua memohon agar dosanya dihapus, sehingga kelak tidak akan diazab oleh Alloh karena dosanya.

 فَإِنَّ هَؤُلاءِ الثَّلاثَ عُنْوَانُ السَّعَادَةِ
Karena sesungguhnya tiga perkara ini adalah ciri-ciri dari kebahagiaan.

Orang yang bahagia adalah orang yang apabila diberi bersyukur dan apabila mendapatkan musibah dia bersabar dan apabila dia berdosa dia beristighfar kepada Alloh.

اِعْلَمْ أَرْشَدَكَ اللهُ لِطَاعَتِه
Ketahuilah, semoga Alloh memberikan petunjuk kepadamu, kepada ketaatan.

Beliau mendoakan semoga Alloh memberikan petunjuk kepada ketaatan yaitu mengilmui kebenaran dan mengamalkannya

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Audio HSI oleh Ustadz Abdullah Roy
Diringkas Oleh : Abu Abdul Hafiizh Rohmad Adi Siaman
Jika terdapat kekeliruan dalam ringkasan ini, tolong tulis dalam komentar.

Ringkasan HSI Al-Qawa'idul Arba' 04 : Penjelasan Doa Pengarang

Doa Pengarang

Beliau melanjutkan doa bagi pembaca,

 وَأَنْ يَجْعَلَكَ مُبَارَكًا أَيْنَمَا كُنْتََ
 
Dan semoga Alloh menjadikanmu (pembaca) diberkahi di manapun berada.

Ini juga merupakan doa yang agung. Berbarokah artinya memiliki banyak kebaikan yang langgeng dan terus-menerus ada bersama kita, memberikan manfaat. Dan orang yang berbarokah adalah orang yang banyak kebaikannya yang diberikan kepada diri sendiri maupun orang lain. Ketika dia berilmu dan berbarokah, maka ilmu itu memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Begitu juga ketika dia memiliki keluangan rezeki, memiliki kekuasaan dan berbarokah, maka rezeki dan kekuasaan tersebut akan memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Berbarokah dimana pun berada, maka dia akan selalu memperoleh barokah baik di rumah maupun luar rumah, bersama keluarga maupun bersama orang lain, dan seterusnya. Tidak ada orang yang dekat dengan dia kecuali akan memperoleh faedah dari dirinya.

Kemudian beliau melanjutkan,

 وَأَنْ يَجْعَلَكَ مِمَّنْ إِذَا أُعْطِيَ شَكَرَ،
Semoga Alloh menjadikanmu bersyukur saat diberi nikmat,

 وَإِذَا ابْتُلِيَ صَبَرَ، وَإِذَا أذَنبَ اسْتَغْفَرفَإِنَّ هَؤُلاءِ الثَّلاثَ عُنْوَانُ السَّعَادَةِ اِعْلَمْ أَرْشَدَكَ اللهُ لِطَاعَتِه

Dan menjadikanmu bersabar ketika ditimpa musibah, dan meminta ampun jika berbuat dosa. 

Tiga hal terakhir yang telah disebutkan di atas adalah kunci kebahagiaan. ِTidak akan terlepas kehidupan seorang manusia dari tiga perkara ini. Seorang yang tidak bersyukur maka cepat atau lambat Alloh akan mencabut nikmat tersebut. Sebaliknya jika dia bersyukur, maka Alloh akan memberikan kenikmatan di atas kenikmatan. Apabila dia bersyukur bahwasanya nikmat ini berasal dari Alloh, bersyukur dengan lisannya, menggunakan kenikmatan ini untuk perkara yang diridhoi Alloh, maka Alloh menjanjikan untuk menambah kenikmatan tersebut.Dan apakah dia kufur kepada Alloh, mengingkari kenikmatan yang diberikan kepadanya, menganggap bahwa kenikmatan itu berasal dari dirinya sendiri, dari ilmu yang dimiliki, dari usaha yang ia kerjakan. Lupa bahwasanya Alloh yang telah memberikan dan memudahkan dia memperoleh kenikmatan tersebut, maka sesungguhnya azab Alloh sangat pedih. 

Apabila dia memperoleh musibah hendaklah dia bersabar kepada Alloh. Beriman bahwa semua ini adalah takdir Alloh, yang sudah ditulis sejak 50.000 tahun sebelum diciptakan langit dan bumi. Padahal langit dan bumi juga sudah diciptakan Alloh sejak waktu yang lama. Telah dituliskan umur, rezeki dan termasuk musibah. Dan tidak mungkin yang sudah ditulis akan luput dari seseorang. Maka ketika dia ditimpa musibah baik dirinya, hartanya, keluarga nya, maka hendaknya dia beriman bahwa hal ini sudah ditulis Alloh dan harus terjadi. Ketika terjadi musibah, Alloh akan memberikan hidayah kepada hati agar tenang dalam menghadapi musibah.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Audio HSI oleh Ustadz Abdullah Roy
Diringkas Oleh : Abu Abdul Hafiizh Rohmad Adi Siaman
Jika terdapat kekeliruan dalam ringkasan ini, tolong tulis dalam komentar.

Ringkasan HSI Al-Qawa'idul Arba' 03 : Penjelasan Kalimat As'alulloh Hal Kariim

 
Penjelasan As'alulloh Hal Kariim
Beliau mengatakan

أسأل الله الكريم رب العرش العظيم أن يتولاك في الدنيا والآخرة
"Aku berdoa kepada Alloh Yang Maha Pemurah, Rob yang memiliki, menguasai arsy yang besar , supaya Alloh menjagamu di dunia dan di akhirat."

Setelah mengucapkan basmalah, beliau mendoakan kita yang membaca kitab beliau. Ini adalah adab yang sangat baik, seorang yang mengajar, mendoakan muridnya.

Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam dalam Alquran diperintahkan oleh Alloh agar mendoakan orang lain, sahabat Radhiallohuanhu. Alloh berfirman yang artinya,

"Dan hendaklah engkau wahai Muhammad, mendoakan mereka karena sesungguhnya doa yang engkau panjatkan kepada mereka akan memberikan ketenangan kepada mereka."

Doa beliau Rahimahulloh merupakan doa yang agung, karena mendoakan pembaca agar dijaga dunia berupa musibah maupun agamanya. Dijaga di akhirat mulai dari dijaga dari azab kubur sampai dijaga dari neraka.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Audio HSI oleh Ustadz Abdullah Roy
Diringkas Oleh : Abu Abdul Hafiizh Rohmad Adi Siaman
Jika terdapat kekeliruan dalam ringkasan ini, tolong tulis dalam komentar.

Ringkasan HSI Al-Qawa'idul Arba' 02 : Penjelasan Kalimat Bismillahirohmanirrohiim

Penjelasan Kalimat Basmalah

Beliau mengawali kitab beliau dengan tulisan basmalah, seperti Alloh Subhanahu Wa Ta'ala yang mengawali Alquran dengan basmalah dan Nabi Muhammad Sholallohu Alaihi Wasallam ketika mengirim risalah kepada para penguasa yang berisi dakwah islam dan tauhid juga mengawalinya dengan basmalah. Contohnya ketika Nabi Sholallohu Alaihi Wasallam mengirim risalah ke Hierocl.

Huruf "bi" dalam basmalah adalah huruf "ba" isti'anah, yaitu "ba" yang fungsinya untuk memohon pertolongan. Orang yang mengucapkan "bismillahirrohmanirrohim" artinya "Aku memohon pertolongan kepada Allah Ar-Rohman, Ar-Rohim". Orang yang mengucapkan basmalah, maka pada hakekatnya dia telah memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

"Ism" artinya adalah nama, sehingga "ismillah" artinya adalah nama Alloh. Dan adalah sifat yang mufrot apabila disandarkan maka maknanya disini adalah umum.

Sehingga basmalah artinya memohon pertolongan kepada Alloh dengan semua nama Alloh yaitu Asmaul Husna, jadi bukan hanya dengan satu nama Alloh. Orang yang telah mengucapkan basmalah, berarti dia telah memohon pertolongan (beristi'anah) dengan seluruh nama Alloh.

Alloh adalah lafdhul jalalah, diambil dari kata al-uluhah yang artinya adalah Al-Ma'bud yang disembah. Lafdul jalalah adalah nama Alloh yang paling agung. Disandarkan nama-nama Alloh yang lain. Ar-Rohman dan Ar-Rohim berasal dari kata Ar-Rohmah yang artinya yang Maha Penyayang. Perbedaan antara Ar-Rohman dan Ar-Rohim menurut para ulama adalah Ar-Rohman artinya adalah Alloh Maha Penyayang dan kasih sayang disini mencakup seluruh mahluk baik mukmin maupun kafir, yang taat maupun yang bermaksiat.

Orang kafir mendapat rezeki makanan, minuman dan kesempatan hidup dari Alloh Subhanahu Wa Ta'ala yang merupakan bagian dari rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Sedangkan Ar-Rohim ,maka rahmat-Nya disini adalah bagi orang beriman, contohnya adalah iman itu sendiri, diberi hidayah untuk beriman dengan rukun iman yang enam. Dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala merupakan Zat Yang Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Audio HSI oleh Ustadz Abdullah Roy
Diringkas Oleh : Abu Abdul Hafiizh Rohmad Adi Siaman
Jika terdapat kekeliruan dalam ringkasan ini, tolong tulis dalam komentar.