HSI 5.74 : Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bagian Keempat)

Para penduduk surga akan masuk ke dalam surga seperti manusia yang berumur 33 tahun. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Penduduk surga akan masuk ke dalam surga dalam keadaan kulit tidak berambut, tidak berjenggot, bercelak matanya seperti manusia yang berumur tiga puluh atau tiga puluh tiga tahun (Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi).
Tiga puluh atau tiga puluh tiga adalah keraguan dari rawi. Dan di dalam hadits hasan yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiallohuanhu disebutkan bahwasanya mereka akan masuk surga dalam keadaan kulit berwarna putih, berumur tiga puluh tiga tahun dengan tinggi enam puluh hasta. Satu hasta adalah dari satu siku ke ujung jari. Alloh akan menikahkan para laki-laki penduduk surga dengan bidadari yang sempurna kecantikannya. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ath-Thuur : 20

وَزَوَّجۡنَـٰهُم بِحُورٍ عِينٍ۬
Dan Kami akan menikahkan mereka dengan bidadari-bidadari.
Dan yang dimaksud dengan Khur adalah wanita-wanita yang putih matanya sangat putih. Dan bagian hitam matanya sangat hitam. Dan Iin adalah wanita-wanita yang lebar matanya. Alloh menyebutkan bahwasanya bidadari-bidadari tersebut besar payudaranya dan sebaya umurnya (An-Naba':33). Mereka diciptakan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala secara langsung dalam keadaan perawan dan penuh rasa cinta kepada suaminya (Al-Waqi'ah:35-37). Sangat cantik seperti mutiara yang tersimpan, yang tidak berubah warnanya (Al-Waqi'ah : 23). Dan ada yang seperti batu mulia dan mereka menjaga pandangan mereka hanya untuk suaminya (Ar-Rohman:56-58). Para bidadari tersebut tidak pernah haid dan mereka bersih dari segala kotoran (Al-Baqoroh : 25).
 
Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam menyebutkan bahwasanya seandainya seorang bidadari muncul dan melihat ke bumi, niscaya dia akan menyinari apa yang ada di antara surga dan bumi. Dan niscaya akan memenuhi antara surga dan bumi dengan bau wangi. Dan sungguh khimar atau kerudung seorang bidadari lebih baik dari pada dunia dan seisinya (Hadits Riwayat Bukhari).
 
Para bidadari tersebut akan cemburu bila suaminya yang sedang di dunia disakiti oleh istrinya di dunia, sebagaimana tersebut dalam hadits yang shahih riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah. Lelaki penduduk surga akan diberi kekuatan seratus kali lipat dalam kekuatan makan, minum, syahwat dan mendatangi istrinya (Hadits Shahih Riwayat Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jamul Kabiir).
 
Istri di dunia akan menjadi istri di akhirat apabila istri tersebut beriman. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ar-Ra'ad:23

جَنَّـٰتُ عَدۡنٍ۬ يَدۡخُلُونَہَا وَمَن صَلَحَ مِنۡ ءَابَآٮِٕہِمۡ وَأَزۡوَٲجِهِمۡ وَذُرِّيَّـٰتِہِمۡ‌ۖ
Surga-surga yang mereka akan masuk ke dalamnya dan juga orang-orang yang sholeh dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka dan keturunan-keturunan mereka.
Para penduduk surga akan dilayani oleh anak-anak muda yang Alloh ciptakan di dalam surga, mereka akan sangat indah dipandang dan banyak seperti mutiara-mutiara yang bertebaran (Lihat Al-Waqi'ah:17 dan Al-Insan:19).


 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.

Biografi Kepala BPKP Baru : Ardan Adiperdana

Hari ini, Jumat (13/3/2015) Ardan Adiperdana resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BPKP yang baru menggantikan Mardiasmo. Berikut biografi dari Kepala BPKP Ardan Adiperdana.

Nama Lengkap : Dr. Ardan Adiperdana, Ak., MBA., CA, CFrS
Tempat Tanggal Lahir : Singkawang, 16 Juni 1959
Riwayat Pendidikan : DIV (Akuntan) di STAN Jurusan Akuntansi, Jakarta (lulus 1987)


Master of Business Administration (MBA) di Saint Mary's University (lulus 1992)


Doktor di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (lulus 2013)
Riwayat Pekerjaan : Pemeriksa pada Direktorat Pengawasan Perminyakan-DJPKN Depkeu (1980)


Pemeriksa pada Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu (1987)


Pemeriksa pada Deputi Pengawasan BUMN/D BPKP (1999)


Kepala Seksi pada Deputi Pengawasan BUMN/D, BPKP Perwakilan Lampung (1994)


Kepala Bidang Pengawasan Pengeluaran, BPKP Perwakilan Provinsi Lampung (1996)


Kepala Subdirektorat, Deputi Pengawasan BUMN/D, BPKP (1999)


Kepala Biro Keuangan Departemen Kehutanan (2000-2001)


Kepala Biro Perencanaan Pengawasan BPKP (2002)


Kepala Pusat Informasi Pengawasan BPKP (2003)


Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP (2004)


Kepala Perwakilan BPKP Provinsi DKI II (2005)


Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara (2007)


Deputi Kepala BPKP Bidang Perekonomian (2013)


Kepala BPKP (2015)

HSI 5.73 : Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bagian Ketiga)

Di antara makanan penduduk surga adalah daging burung dan buah-buahan. Mereka akan meminum arak di dalam surga yang tidak memabukkan dan tidak membuat pening kepala. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Waqiah :17-21


يَطُوفُ عَلَيۡہِمۡ وِلۡدَٲنٌ۬ مُّخَلَّدُونَ (١٧) بِأَكۡوَابٍ۬ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٍ۬ مِّن مَّعِينٍ۬ (١٨) لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡہَا وَلَا يُنزِفُونَ (١٩) وَفَـٰكِهَةٍ۬ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ (٢٠) وَلَحۡمِ طَيۡرٍ۬ مِّمَّا يَشۡتَہُونَ (٢١) وَ
Mereka akan dikelilingi oleh anak-anak muda yang akan tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan seloki atau piala yang berisi arak yang diambil dari mata air yang mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk. Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Di dalam surga ada burung yang lehernya seperti leher unta.
Kemudian beliau Sholallohu Alaihi Wasallam mengatakan,
Yang memakannya lebih baik dari padanya (Hadits hasan riwayat Tirmidzi).
Makanan pertama penduduk surga adalah tambahan hati ikan paus (HR. Bukhari). Maksudnya adalah sepotong daging yang menggantung pada hati ikan paus dan dia adalah bagian yang paling lezat dari hati ikan paus. Di dalam hadits Tsauban Radhiallohuanhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, beliau Sholallohu Alaihi Wasallam ditanya oleh seorang ulama Yahudi,
Apa yang mereka makan setelah itu?
Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam berkata,
Akan disembelih bagi mereka sapi jantan dari surga yang akan dimakan oleh semua penduduk surga.
Ulama Yahudi tersebut berkata,
Apa yang mereka minum setelahnya?
Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam berkata,
Mereka akan minum dari mata air di dalam surga yang dinamakan salsabil.
Para penduduk surga makan bukan karena lapar, dan minum bukan karena haus. Dan mereka tidak mengeluarkan kotoran. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Sesungguhnya penduduk surga makan dan minum. Dan tidak meludah, tidak buang air kecil, tidak buang air besar dan tidak membuang ingus.
Mereka bertanya,
Lalu ke mana makanannya?
Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam mengatakan,
Menjadi sendawa dan keringat, seperti keringat minyak kasturi (HR. Muslim).
Bejana-bejana mereka seperti piring, cangkir dan teko terbuat dari emas dan perak. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Dua surga terbuat dari perak, bejana-bejana keduanya dan apa-apa yang ada di dalam keduanya. Dua surga terbuat dari emas, bejana-bejana keduanya dan apa-apa yang ada di dalam keduanya (HR. Bukhari dan Muslim).
Pakaian penduduk surga terbuat dari surga, memakai perhiasan dari emas, perak dan mutiara. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Hajj : 23


يُحَلَّوۡنَ فِيهَا مِنۡ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ۬ وَلُؤۡلُؤً۬ا‌ۖ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٌ۬
Mereka diberi perhiasan gelang dari emas dan perhiasan mutiara, dan pakaian mereka dari sutra.
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Insan : 21


عَـٰلِيَہُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٌ۬ وَإِسۡتَبۡرَقٌ۬‌ۖ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٍ۬ وَسَقَٮٰهُمۡ رَبُّہُمۡ شَرَابً۬ا طَهُورًا
Mereka akan memakai pakaian dalam dari sutra halus yang berwarna hijau dan memakai pakaian luar dari sutra tebal dan dihiasi dengan gelang dari perak dan Rabb mereka memberi minum bagi mereka dengan air yang sangat bersih.
Mereka akan bersandar di atas permadani yang dalamnya terbuat dari sutra tebal (Lihat Ar-Rohman:54) dan akan bersandar di atas sofa yang tersusun (Lihat At-Thur:20). Para penduduk surga akan saling bertemu dan bertegur sapa. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat At-Thur :25-28


وَأَقۡبَلَ بَعۡضُہُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ۬ يَتَسَآءَلُونَ (٢٥) قَالُوٓاْ إِنَّا ڪُنَّا قَبۡلُ فِىٓ أَهۡلِنَا مُشۡفِقِينَ (٢٦) فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا وَوَقَٮٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ (٢٧) إِنَّا ڪُنَّا مِن قَبۡلُ نَدۡعُوهُ‌ۖ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡبَرُّ ٱلرَّحِيمُ (٢٨) فَ
Dan mereka akan saling berhadapan dan saling bertanya. Mereka berkata,
Sesungguhnya kita dahulu di dunia sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kita merasa takut dengan adzab. Maka Alloh memberikan karunia kepada kita. Dan memelihara kita dari api neraka. Sesungguhnya kita dahulu menyembahnya sejak dahulu dan Dia-lah yang Maha Melimpahkan Kebaikan dan Maha Penyayang.


 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.

HSI 5.72 : Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bagian Kedua)

Luas surga adalah seluas langit dan bumi. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ali-Imron : 133


وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ وَٱلۡأَرۡضُ
Dan hendaklah kalian berlomba-lomba untuk mendapatkan ampunan dari Robb kalian. Dan berlomba untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Para penduduk surga akan mendapatkan rumah-rumah yang mewah. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Az-Zumar : 20


لَـٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّہُمۡ لَهُمۡ غُرَفٌ۬ مِّن فَوۡقِهَا غُرَفٌ۬ مَّبۡنِيَّةٌ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِہَا ٱلۡأَنۡہَـٰرُ‌ۖ
Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Alloh, bagi mereka kamar-kamar di dalam surga, yang di atasnya ada kamar-kamar yang dibangun.
Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam telah mengabarkan tentang bangunan dan tanah di surga. Ketika beliau Sholallohu Alaihi Wasallam ditanya oleh para sahabat tentang bangunan surga, beliau Sholallohu Alaihi Wasallam berkata,
Batu bata dari perak dan batu bata dari emas, lumpurnya bau wangi kasturi yang sangat harum. Kerikilnya mutiara dan batu mulia. Tanahnya elok seperti za'faron (Hadits shahih riwayat Tirmidzi).
Di dalam sebuah hadits Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam mengabarkan bahwasanya orang yang sholat dua belas rokaat setiap hari, maka akan dibangunkan rumah di surga (HR. Muslim). Maksud dari dua belas rokaat adalah sholat rowatib yang terdiri dari empat rokaat sebelum dhuhur, dua rokaat setelah dhuhur, dua rokaat setelah maghrib, dua rokaat setelah isya' dan dua rokaat sebelum shubuh.
 
Di dalam surga juga ada kemah. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Kemah di surga terbuat dari mutiara-mutiara yang berongga di dalamnya, tinggi kemah tersebut 30 mil ke atas (HR. Bukhari).
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala mengabarkan dalam Surat Al-Baqoroh : 25 dan juga ayat-ayat yang lain bahwasanya surga di bawahnya mengalir sungai-sungai. Dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala mengabarkan dalam ayat yang lain bahwa di dalam surga ada sungai dari air yang tidak akan payau, ada sungai dari susu yang tidak akan berubah rasanya. Ada sungai-sungai dari khomr yang lezat bagi orang-orang yang meminumnya. Dan ada sungai-sungai dari madu yang tersaring lagi bersih (Lihat Surat Muhammad:15).
 
Dan di antara sungai-sungai yang ada adalah Al-Kautsar, sungai yang Alloh berikan kepada Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Kautsar : 1


إِنَّآ أَعۡطَيۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ
Sungguh Aku telah memberimu wahai Muhammad, Al-Kautsar
Di dalam surga juga ada mata air-mata air yang mengalir. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Adz-Dzariyat : 15


إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍ۬ وَعُيُونٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam kebun-kebun dan mata air-mata air yang mengalir.
Dan di antara nama mata air surga adalah salsabil (Lihat Al-Insan : 15). Di dalam surga juga ada pohon-pohon. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam menyebutkan di dalam sebuah hadits,
Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon yang apabila seorang pengendara berjalan menuruti bayangannya, yaitu bayangan pohon tersebut, niscaya 100 tahun dia tidak akan selesai (HR. Bukhari)
Dan di antara pohon surga adalah Sidratul Muntaha yang Alloh sebutkan dalam Surat An-Najm : 14. Adapun bau wanginya maka Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam telah mengabarkan di dalam sebuah hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah,
Sungguh bau wangi surga tercium dari jarak perjalanan 70 tahun.



 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.

HSI 5.77: An-Naar (Neraka) dan Adzabnya (Bagian Kedua)

Neraka akan dinyalakan pada hari kiamat dan apabila sudah dinyalakan dia tidak akan padam. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat At-Takwir : 12


وَإِذَا ٱلۡجَحِيمُ سُعِّرَتۡ
Dan apabila neraka dinyalakan
Dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Isro":97


ڪُلَّمَا خَبَتۡ زِدۡنَـٰهُمۡ سَعِيرً۬ا
Setiap kali neraka akan padam, maka Kami akan menambah nyala apinya
Neraka bisa melihat, mendengar dan berbicara. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Akan keluar potongan dari neraka yang berbentuk leher pada hari kiamat. Dia memiliki dua mata yang melihat, dua telinga yang mendengar dan lisan yang berbicara. Dia berkata,
Aku diberi tugas untuk mengadzab tiga golongan. Setiap orang yang sombong dan keras kepala (maksudnya dalam menentang kebenaran). Orang yang berdoa kepada selain Alloh bersama Alloh. Dan orang-orang yang menggambar (Yaitu menggambar mahluk yang bernyawa) (Hadits shahih riwayat Tirmidzi).
Pintu-pintu neraka ada tujuh. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Hijr : 44


لَهَا سَبۡعَةُ أَبۡوَٲبٍ۬ لِّكُلِّ بَابٍ۬ مِّنۡہُمۡ جُزۡءٌ۬ مَّقۡسُومٌ
Neraka memiliki tujuh pintu. Setiap pintu ada bagiannya.
Maksudnya, akan dimasuki penghuni neraka sesuai dengan amalannya. Pintu-pintu tersebut akan dibuka langsung ketika penduduk neraka sampai di depan pintu neraka tanpa adanya syafaat (Lihat Az-Zumar : 71). Di bulan Ramadhan, tujuh pintu ini akan ditutup (HR. Bukhari dan Muslim). Setelah masuk orang-orang kafir ke dalam neraka, maka pintu-pintu tersebut tidak akan dibuka untuk mereka. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Balad:20


عَلَيۡہِمۡ نَارٌ۬ مُّؤۡصَدَةُۢ
Bagi mereka neraka yang tertutup
Neraka memiliki tingkatan-tingkatan sesuai dengan kedahsyatan adzabnya. Orang-orang munafik berada di tingkat paling bawah. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat An-Nisa:145


إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيرًا
Sesungguhnya orang-orang munafik berada di tingkat paling bawah dari neraka.
Dan orang yang paling ringan adzabnya adalah yang disebutkan oleh Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam,
Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan adzabnya adalah orang yang memakai dua sandal dan dua tali sandal dari api. Akan mendidih otaknya oleh sebab keduanya. Seperti mendidihnya periuk. Dia tidak melihat ada orang yang lebih keras adzabnya dari pada dia. Padahal sesungguhnya dialah orang yang paling ringan adzabnya. (HR. Bukhari dan Muslim).
Bahan bakar neraka adalah orang-orang kafir, batu dan segala sesuatu yang disembah selain Alloh dan dia ridho. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Baqoroh :24


فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُواْ وَلَن تَفۡعَلُواْ فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِى وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ‌ۖ أُعِدَّتۡ لِلۡكَـٰفِرِينَ
Maka hendaklah kalian takut dengan neraka, yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan untuk orang-orang kafir.
Dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Anbiya :98


إِنَّڪُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمۡ لَهَا وَٲرِدُونَ
Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Alloh adalah bahan bakar jahannam. Kalian akan memasukinya.
Api neraka adalah api yang sangat panas. Dan telah berlalu bahwasanya api di dunia adalah satu dari tujuh puluh bagian api neraka. Tidak ada kesejukan sama sekali di dalam neraka. Benda-benda sekitar yang diharapkan memiliki kesejukan, ternyata merupakan adzab tersendiri bagi penghuninya. Angin yang sangat panas, air yang mendidih dan teduhan atau naungan dari asap yang sangat hitam. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Waqiah:41-44


وَأَصۡحَـٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ أَصۡحَـٰبُ ٱلشِّمَالِ (٤١) فِى سَمُومٍ۬ وَحَمِيمٍ۬ (٤٢) وَظِلٍّ۬ مِّن يَحۡمُومٍ۬ (٤٣) لَّا بَارِدٍ۬ وَلَا كَرِيمٍ (٤٤) إِ
Dan golongan kiri, betapa sengsaranya golongan kiri. Di dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih dan teduhan asap yang hitam. Teduhan yang tidak dingin dan tidak menyenangkan untuk dipandang.
Dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Mursalat :30-33 yang artinya,
Pergilah kalian kepada teduhan yang memiliki tiga cabang. Yang tidak menaungi dan tidak melindungi dari api neraka. Sungguh neraka akan melemparkan percikan api sebesar istana (Maksudnya tinggi dan besar). Percikan api tersebut seperti unta-unta hitam yang condong ke warna kuning.
Penghuni neraka adalah orang-orang kafir yang terdiri dari orang-orang musyrik, ahlul kitab yaitu Yahudi dan Nasrani dan orang-orang munafik. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Bayyinah : 6


 إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيہَآ‌ۚ
Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahlul kitab dan orang-orang musyrik berada di dalam neraka jahannam, kekal di dalamnya.
Dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat An-Nisa:140


إِنَّ ٱللَّهَ جَامِعُ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ وَٱلۡكَـٰفِرِينَ فِى جَهَنَّمَ جَمِيعًا
Sesungguhnya Alloh akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam jahannam semuanya.
Di antara penghuni neraka adalah Fir'aun yang ada di zaman Nabi Musa (Lihat Surat Hud:98). Istri Nabi Nuh dan Nabi Luth (At-Tahrim : 10). Serta Abu Lahab dan istrinya (Lihat Surat Al-Massad :1-5).


 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.