HSI 5.76 : An-Naar (Neraka) dan Adzabnya (Bagian Pertama)

An-Naar secara bahasa adalah api. Secara syariat, an-naar adalah negeri di akhirat yang penuh dengan adzab, yang Alloh sediakan untuk orang-orang kafir. Adzab yang sangat pedih dan menghinakan. Bagaimanapun pedihnya manusia menyiksa manusia yang lain di dunia, maka adzab Alloh di neraka lebih pedih. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Fajr : 25

فَيَوۡمَٮِٕذٍ۬ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ ۥۤ أَحَدٌ۬
Maka pada hari itu, tidak ada yang mengadzab seperti adzab Alloh.
Orang yang masuk ke dalam neraka akan lupa dengan segala kenikmatan dunia. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Akan didatangkan seorang penghuni neraka yang paling banyak mendapat kenikmatan di dunia pada hari kiamat. Kemudian dicelupkan sekali celupan di dalam neraka. Kemudian ditanya,
Wahai anak Adam, pernahkah engkau melihat kebaikan? Apakah engkau pernah mendapatkan kenikmatan?
Dia menjawab,
Tidak demi Alloh, wahai Robb-ku. (HR. Muslim).
Karena sangat pedihnya, mereka akan menebus adzab di neraka dengan orang-orang yang sangat mereka cintai di dunia dan seluruh manusia. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Ma'arij : 11-14

يُبَصَّرُونَہُمۡ‌ۚ يَوَدُّ ٱلۡمُجۡرِمُ لَوۡ يَفۡتَدِى مِنۡ عَذَابِ يَوۡمِٮِٕذِۭ بِبَنِيهِ (١١) وَصَـٰحِبَتِهِۦ وَأَخِيهِ (١٢) وَفَصِيلَتِهِ ٱلَّتِى تُـٔۡوِيهِ (١٣) وَمَن فِى ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعً۬ا ثُمَّ يُنجِيهِ (١٤) كَ
Orang kafir berangan-angan seandainya bisa menebus adzab saat itu dengan anak laki-lakinya, istrinya dan saudara laki-lakinya dan keluarganya yang menaunginya. Dan semua yang ada di permukaan bumi, kemudian tebusan itu bisa menyelamatkan dia.
Di dunia seseorang rela berkorban untuk orang-orang yang ia cintai. Namun di neraka justru dia akan mengorbankan orang-orang yang dia cintai demi keselamatan dirinya. Di antara nama-nama neraka adalah Haawinyah yang artinya jurang yang dalam (Al-Qori'ah :9). Di antara namanya adalah Al-Khutomah yang artinya yang menghancurkan apa yang ada di dalamnya (Al-Humazah : 4). Dan di antara namanya adalah Jahiim yaitu api yang menyala-nyala (Al-Infithor :14). Dan di antara namanya adalah Saqor yang artinya yang menghanguskan (Al-Mudatsir:26).
 
Penjaga neraka adalah 19 malaikat yang keras dan kejam, yang mereka menyiksa sesuai dengan perintah Alloh (At-Tahrim:6 dan Al-Mudatsir:30). Penduduk neraka sangat banyak jumlahnya. Setiap 1000 orang, satu orang akan masuk surga, 999 orang akan masuk neraka. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhori, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berkata kepada Nabi Adam,
Keluarkanlah dari setiap seribu, 999 orang.
Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda di dalam hadits ini,
Bergembiralah kalian, sesungguhnya dari kalian 1 orang dan dari Ya'juj dan Ma'juj 1000 orang.
Orang-orang kafir yang jumlahnya sangat banyak tersebut badannya akan dibuat sangat besar. Satu gigi geraham akan sebesar gunung uhud. Dan jarak antara dua ujung pundak salah seorang di antara mereka sejauh tiga hari perjalanan bagi pengendara cepat. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Antara dua ujung pundak orang kafir di dalam neraka perjalanan orang yang naik kendaraan dengan cepat selama tiga hari (HR. Bukhori dan Muslim).
Dan beliau Sholallohu Alaihi Wasallam juga bersabda,
Sesungguhnya tebal kulit orang kafir 42 hasta dan satu gigi geraham dia seperti gunung uhud. Dan sesungguhnya tempat duduk dia di jahannam seperti antara Mekkah dan Madinah (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi).
Empat puluh dua hasta kurang lebih 19 meter. Tinggi gunung uhud kurang lebih 192 meter. Dan jarak Mekkah dan Madinah kurang lebih 450 km. Jumlah penghuni neraka yang sangat banyak dengan ukuran tubuh masing-masing yang sangat besar, menunjukkan tentang sangat besarnya neraka. Meskipun demikian masih ada tempat yang tersisa di dalam neraka. Dan neraka masih akan terus bertanya,
Apakah masih ada tambahan?
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Qof :30

يَوۡمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ ٱمۡتَلَأۡتِ وَتَقُولُ هَلۡ مِن مَّزِيدٍ۬
Pada hari di mana Kami berkata kepada jahannam,
Apakah kamu sudah penuh?
Dan jahannam berkata,
Apakah masih ada tambahan?
Di dalam sebuah hadits, Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Senantiasa jahannam berkata,
Apakah masih ada tambahan?
Sampai Robbul 'izzah yaitu Alloh, meletakkan telapak kakinya di neraka, kemudian barulah neraka berkata,
Cukup, cukup, demi keperkasaan-Mu.
Maka neraka-pun saling melipat sebagian ke sebagian yang lain (HR. Bukhori).
Di antara yang menunjukkan besarnya neraka suatu hari para sahabat Radhiallohuanhum sedang bersama Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam tiba-tiba mereka mendengar suara sesuatu yang jatuh. Maka Nabi bertanya,
Tahukah kalian apa ini?
Mereka menjawab,
Alloh dan Rosul-Nya lebih tahu.
Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Ini adalah batu yang telah dilempar ke dalam neraka semenjak 70 tahun yang lalu. Maka dia jatuh melesat ke dalam neraka sehingga sekarang sampai di dasarnya (HR. Muslim).
Dan di antara yang menunjukkan besarnya neraka, bahwa 4,9 miliar malaikat akan menyeret neraka jahannam pada hari kiamat, sebagaimana telah berlalu haditsnya.


 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.

HSI 5.75 : Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bagian Kelima)

Sebagian besar penduduk surga adalah orang-orang lemah. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,


فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينَ
Maka sebagian besar orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin (HR. Bukhari dan Muslim).
Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam telah mengabarkan beberapa nama penduduk surga, di antaranya Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali Radhiallohuanhum. Sebagaimana di dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.
 
Kenikmatan paling besar penduduk surga di atas kenikmatan surga yang mereka rasakan adalah memandang wajah Alloh yang mulia. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Apabila penduduk surga masuk ke dalam surga maka Alloh Tabaroka wa ta'ala akan berkata,
Apakah kalian menginginkan aku tambah kenikmatan kepada kalian?
Mereka berkata,
Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga? Dan menyelamatkan kami dari neraka?
Alloh pun menyingkap hijab, maka mereka tidak diberi sesuatu yang lebih mereka cintai dari pada melihat kepada Robb mereka 'Azza wa jalla (HR. Muslim).
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Yunus : 26


لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ ٱلۡحُسۡنَىٰ وَزِيَادَةٌ۬‌ۖ
Bagi orang-orang yang berbuat baik adalah surga dan tambahan
"Tambahan" dalam ayat di atas adalah memandang wajah Alloh. Sebagaimana datang tafsirnya dari para sahabat seperti Abu Bakr, Abu Musa Al-Asy'ari dan Hudzaifah Radhiallohuanhum.
 
Para penduduk surga akan sangat berbahagia dan wajah mereka berseri-seri ketika melihat Alloh 'Azza wa jalla, Dzat yang selama di dunia mereka imani dan mereka sembah, padahal mereka tidak pernah melihat-Nya. Mereka taati perintah-Nya, mereka jauhi larangan-Nya, mereka benarkan kabar-kabar-Nya, bersabar atas ujian-Nya, mereka baca dan dengarkan firman-Nya, mereka ikuti Nabi-Nya, menyeru kepada jalan-Nya, dan merindukan pertemuan dengan-Nya. Meskipun dengan segala kekurangan yang mereka miliki. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Qiyamah :22-23


وُجُوهٌ۬ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ نَّاضِرَةٌ (٢٢) إِلَىٰ رَبِّہَا نَاظِرَةٌ۬ (٢٣) وَ
Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, melihat kepada Robb mereka.
Saudaraku, jalan ke surga adalah jalan yang penuh rintangan. Tidak sampai ke sana kecuali orang yang bersabar. Ada perintah yang harus dikerjakan, ada larangan yang harus dijauhi, dan ada ujian yang harus kita sabar menghadapinya. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,


حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
Surga dikelilingi perkara-perkara yang dibenci dan neraka dikelilingi perkara-perkara yang menyenangkan (HR. Muslim).
Kesenangan dunia adalah kesenangan yang sedikit. Sebentar dan banyak kekurangan. Sedangkan kesenangan akhirat adalah kesenangan yang sangat banyak, kekal selamanya dan tanpa ada kekurangan sedikitpun. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-A'la : 16-17


بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا (١٦) وَٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ۬ وَأَبۡقَىٰٓ (١٧) إِ
Akan tetapi kalian mendahulukan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.
Dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Hadid : 20 yang artinya,
Ketahuilah, bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, saling berbangga di antara kalian, saling memperbanyak harta dan juga anak-anak. Seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu jadi kering dan kalian melihat warnanya menjadi kuning kemudian hancur. Dan di akhirat ada adzab yang keras dan ampunan dari Alloh serta keridhaan-Nya dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
Untuk mendapatkan surga bukan berarti seseorang harus meninggalkan seluruh kesenangan dunia. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan dunia dan kenikmatannya supaya kita manfaatkan dengan baik untuk mencari ridho Alloh dan surga-Nya. Orang yang tercela adalah orang yang mencari kebahagiaan di dunia sebagai tujuan dan melupakan kebahagiaan akhirat.


 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.

HSI 5.74 : Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bagian Keempat)

Para penduduk surga akan masuk ke dalam surga seperti manusia yang berumur 33 tahun. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Penduduk surga akan masuk ke dalam surga dalam keadaan kulit tidak berambut, tidak berjenggot, bercelak matanya seperti manusia yang berumur tiga puluh atau tiga puluh tiga tahun (Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi).
Tiga puluh atau tiga puluh tiga adalah keraguan dari rawi. Dan di dalam hadits hasan yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiallohuanhu disebutkan bahwasanya mereka akan masuk surga dalam keadaan kulit berwarna putih, berumur tiga puluh tiga tahun dengan tinggi enam puluh hasta. Satu hasta adalah dari satu siku ke ujung jari. Alloh akan menikahkan para laki-laki penduduk surga dengan bidadari yang sempurna kecantikannya. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ath-Thuur : 20

وَزَوَّجۡنَـٰهُم بِحُورٍ عِينٍ۬
Dan Kami akan menikahkan mereka dengan bidadari-bidadari.
Dan yang dimaksud dengan Khur adalah wanita-wanita yang putih matanya sangat putih. Dan bagian hitam matanya sangat hitam. Dan Iin adalah wanita-wanita yang lebar matanya. Alloh menyebutkan bahwasanya bidadari-bidadari tersebut besar payudaranya dan sebaya umurnya (An-Naba':33). Mereka diciptakan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala secara langsung dalam keadaan perawan dan penuh rasa cinta kepada suaminya (Al-Waqi'ah:35-37). Sangat cantik seperti mutiara yang tersimpan, yang tidak berubah warnanya (Al-Waqi'ah : 23). Dan ada yang seperti batu mulia dan mereka menjaga pandangan mereka hanya untuk suaminya (Ar-Rohman:56-58). Para bidadari tersebut tidak pernah haid dan mereka bersih dari segala kotoran (Al-Baqoroh : 25).
 
Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam menyebutkan bahwasanya seandainya seorang bidadari muncul dan melihat ke bumi, niscaya dia akan menyinari apa yang ada di antara surga dan bumi. Dan niscaya akan memenuhi antara surga dan bumi dengan bau wangi. Dan sungguh khimar atau kerudung seorang bidadari lebih baik dari pada dunia dan seisinya (Hadits Riwayat Bukhari).
 
Para bidadari tersebut akan cemburu bila suaminya yang sedang di dunia disakiti oleh istrinya di dunia, sebagaimana tersebut dalam hadits yang shahih riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah. Lelaki penduduk surga akan diberi kekuatan seratus kali lipat dalam kekuatan makan, minum, syahwat dan mendatangi istrinya (Hadits Shahih Riwayat Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jamul Kabiir).
 
Istri di dunia akan menjadi istri di akhirat apabila istri tersebut beriman. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ar-Ra'ad:23

جَنَّـٰتُ عَدۡنٍ۬ يَدۡخُلُونَہَا وَمَن صَلَحَ مِنۡ ءَابَآٮِٕہِمۡ وَأَزۡوَٲجِهِمۡ وَذُرِّيَّـٰتِہِمۡ‌ۖ
Surga-surga yang mereka akan masuk ke dalamnya dan juga orang-orang yang sholeh dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka dan keturunan-keturunan mereka.
Para penduduk surga akan dilayani oleh anak-anak muda yang Alloh ciptakan di dalam surga, mereka akan sangat indah dipandang dan banyak seperti mutiara-mutiara yang bertebaran (Lihat Al-Waqi'ah:17 dan Al-Insan:19).


 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.

Biografi Kepala BPKP Baru : Ardan Adiperdana

Hari ini, Jumat (13/3/2015) Ardan Adiperdana resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BPKP yang baru menggantikan Mardiasmo. Berikut biografi dari Kepala BPKP Ardan Adiperdana.

Nama Lengkap : Dr. Ardan Adiperdana, Ak., MBA., CA, CFrS
Tempat Tanggal Lahir : Singkawang, 16 Juni 1959
Riwayat Pendidikan : DIV (Akuntan) di STAN Jurusan Akuntansi, Jakarta (lulus 1987)


Master of Business Administration (MBA) di Saint Mary's University (lulus 1992)


Doktor di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (lulus 2013)
Riwayat Pekerjaan : Pemeriksa pada Direktorat Pengawasan Perminyakan-DJPKN Depkeu (1980)


Pemeriksa pada Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu (1987)


Pemeriksa pada Deputi Pengawasan BUMN/D BPKP (1999)


Kepala Seksi pada Deputi Pengawasan BUMN/D, BPKP Perwakilan Lampung (1994)


Kepala Bidang Pengawasan Pengeluaran, BPKP Perwakilan Provinsi Lampung (1996)


Kepala Subdirektorat, Deputi Pengawasan BUMN/D, BPKP (1999)


Kepala Biro Keuangan Departemen Kehutanan (2000-2001)


Kepala Biro Perencanaan Pengawasan BPKP (2002)


Kepala Pusat Informasi Pengawasan BPKP (2003)


Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP (2004)


Kepala Perwakilan BPKP Provinsi DKI II (2005)


Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara (2007)


Deputi Kepala BPKP Bidang Perekonomian (2013)


Kepala BPKP (2015)

HSI 5.73 : Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bagian Ketiga)

Di antara makanan penduduk surga adalah daging burung dan buah-buahan. Mereka akan meminum arak di dalam surga yang tidak memabukkan dan tidak membuat pening kepala. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Waqiah :17-21


يَطُوفُ عَلَيۡہِمۡ وِلۡدَٲنٌ۬ مُّخَلَّدُونَ (١٧) بِأَكۡوَابٍ۬ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٍ۬ مِّن مَّعِينٍ۬ (١٨) لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡہَا وَلَا يُنزِفُونَ (١٩) وَفَـٰكِهَةٍ۬ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ (٢٠) وَلَحۡمِ طَيۡرٍ۬ مِّمَّا يَشۡتَہُونَ (٢١) وَ
Mereka akan dikelilingi oleh anak-anak muda yang akan tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan seloki atau piala yang berisi arak yang diambil dari mata air yang mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk. Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Di dalam surga ada burung yang lehernya seperti leher unta.
Kemudian beliau Sholallohu Alaihi Wasallam mengatakan,
Yang memakannya lebih baik dari padanya (Hadits hasan riwayat Tirmidzi).
Makanan pertama penduduk surga adalah tambahan hati ikan paus (HR. Bukhari). Maksudnya adalah sepotong daging yang menggantung pada hati ikan paus dan dia adalah bagian yang paling lezat dari hati ikan paus. Di dalam hadits Tsauban Radhiallohuanhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, beliau Sholallohu Alaihi Wasallam ditanya oleh seorang ulama Yahudi,
Apa yang mereka makan setelah itu?
Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam berkata,
Akan disembelih bagi mereka sapi jantan dari surga yang akan dimakan oleh semua penduduk surga.
Ulama Yahudi tersebut berkata,
Apa yang mereka minum setelahnya?
Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam berkata,
Mereka akan minum dari mata air di dalam surga yang dinamakan salsabil.
Para penduduk surga makan bukan karena lapar, dan minum bukan karena haus. Dan mereka tidak mengeluarkan kotoran. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Sesungguhnya penduduk surga makan dan minum. Dan tidak meludah, tidak buang air kecil, tidak buang air besar dan tidak membuang ingus.
Mereka bertanya,
Lalu ke mana makanannya?
Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam mengatakan,
Menjadi sendawa dan keringat, seperti keringat minyak kasturi (HR. Muslim).
Bejana-bejana mereka seperti piring, cangkir dan teko terbuat dari emas dan perak. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Dua surga terbuat dari perak, bejana-bejana keduanya dan apa-apa yang ada di dalam keduanya. Dua surga terbuat dari emas, bejana-bejana keduanya dan apa-apa yang ada di dalam keduanya (HR. Bukhari dan Muslim).
Pakaian penduduk surga terbuat dari surga, memakai perhiasan dari emas, perak dan mutiara. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Hajj : 23


يُحَلَّوۡنَ فِيهَا مِنۡ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ۬ وَلُؤۡلُؤً۬ا‌ۖ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٌ۬
Mereka diberi perhiasan gelang dari emas dan perhiasan mutiara, dan pakaian mereka dari sutra.
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Insan : 21


عَـٰلِيَہُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٌ۬ وَإِسۡتَبۡرَقٌ۬‌ۖ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٍ۬ وَسَقَٮٰهُمۡ رَبُّہُمۡ شَرَابً۬ا طَهُورًا
Mereka akan memakai pakaian dalam dari sutra halus yang berwarna hijau dan memakai pakaian luar dari sutra tebal dan dihiasi dengan gelang dari perak dan Rabb mereka memberi minum bagi mereka dengan air yang sangat bersih.
Mereka akan bersandar di atas permadani yang dalamnya terbuat dari sutra tebal (Lihat Ar-Rohman:54) dan akan bersandar di atas sofa yang tersusun (Lihat At-Thur:20). Para penduduk surga akan saling bertemu dan bertegur sapa. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat At-Thur :25-28


وَأَقۡبَلَ بَعۡضُہُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ۬ يَتَسَآءَلُونَ (٢٥) قَالُوٓاْ إِنَّا ڪُنَّا قَبۡلُ فِىٓ أَهۡلِنَا مُشۡفِقِينَ (٢٦) فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا وَوَقَٮٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ (٢٧) إِنَّا ڪُنَّا مِن قَبۡلُ نَدۡعُوهُ‌ۖ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡبَرُّ ٱلرَّحِيمُ (٢٨) فَ
Dan mereka akan saling berhadapan dan saling bertanya. Mereka berkata,
Sesungguhnya kita dahulu di dunia sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kita merasa takut dengan adzab. Maka Alloh memberikan karunia kepada kita. Dan memelihara kita dari api neraka. Sesungguhnya kita dahulu menyembahnya sejak dahulu dan Dia-lah yang Maha Melimpahkan Kebaikan dan Maha Penyayang.


 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.