Ringkasan Kajian Ustadz Ahmad Zainuddin : Hal Yang Membatalkan Laa Ilaa Ha Illalloh

Kajian : Hal Yang Membatalkan Laa Ilaa Ha Illalloh
Ustadz : Ahmad Zainuddin
Tempat : Masjid Al-Ikhlas, Tlatar, Sawangan
Waktu : 28 Rajab 1435/ 17 Mei 2015

Ringkasan Kajian

Hal yang membatalkan Laa Ilaa Ha Illalloh :

  1. Syirik
  2. Orang yang memohon kepada Alloh melalui perantara (tawasul) yang tidak diperbolehkan. Tawasul yang diperbolehkan : kepada orang yang masih hidup, tawasul dengan amal sholeh (contoh : dengan ziarah kubur, membaca Qur'an). Dalilnya adalah hadits tiga orang yang terjebak dalam gua kemudian masing-masing berdoa dengan bertawasul atas amal sholeh yang pernah mereka kerjakan.
  3. Orang yang tidak mengkafirkan orang-orang yang dinyatakan kafir oleh Al-Qur'an seperti Fir'aun.
  4. Orang yang menganggap petunjuk selain petunjuk Rosululloh sholallohu 'alaihi wasallam.
  5. Orang yang membenci sedikit dari syariat Rosululloh sholallohu 'alaihi wasallam.
  6. Orang yang mengejek/ menghina agama Rosululloh sholallohu 'alaihi wasallam.
  7. Sihir.
  8. Membantu orang kafir dalam memusuhi orang Islam.
  9. Orang yang memiliki keyakinan bahwa ada sebagian orang yang bebas tidak melakukan syariat.
  10. Orang yang berpaling dari agama islam, tidak mau belajar dan mengamalkan.

Perbedaan sihir dengan mu'jizat, karomah, ma'unah dan istidraj

  1. Mu'jizat : Kejadian luar biasa pemberian Alloh subhanahu wa ta'ala kepada Nabi dan Rosul.
  2. Karomah : Kejadian luar biasa pemberian Alloh subhanahu wa ta'ala kepada para wali/kekasih Alloh.
  3. Ma'unah : Pertolongan Alloh subhanahu wa ta'ala yang luar biasa kepada siapa saja tanpa diminta.
  4. Istidraj : Orang yang bermaksiat tapi diberi nikmat oleh Alloh subhanahu wa ta'ala. Contoh : Orang sakit yang menjadi sembuh setelah ke dukun
  5. Sihir : Kejadian luar biasa bukan dari Alloh subhanahu wa ta'ala tapi dengan bantuan Jin.

Ringkasan Kajian Ustadz Ammi Nur Baits : Keutamaan Bulan Sya'ban

Kajian : Keutamaan Bulan Sya'ban
Ustadz : Ammi Nur Baits ST. BA. (Pembina konsultasisyariah.com)
Tempat : Masjid Al-Ikhlas, Tlatar, Sawangan
Waktu : 21 Rajab 1435/ 10 Mei 2015 

Ringkasan Kajian

  • Sya'ban berasal dari kata Sya'bun yang artinya kelompok/ golongan
  • Dinamakan sya'ban karena dua pendapat. Pendapat pertama, pada bulan ini masyarakat jahiliyah berpencar mencari air. Pendapat kedua, karena pada bulan ini masyarakat jahiliyah berpencar menjadi beberapa kelompok untuk berperang.
  • Sya'ban berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan, di mana bulan Rajab adalah salah satu bulan yang diharamkan untuk berperang selain Muharram, Dzulqo'dah dan Dzulhijjah. Sedangkan bulan Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan bagi tiap muslim untuk berpuasa.

Keutamaan Sya'ban

  • Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ
Dari Aisyah R.A berkata: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah Sholallohu 'alaihi wasallam melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya'ban." (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)
  • Hadits Riwayat An-Nasa'i, Abu Daud dan Tirmidzi
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ : مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ إِلَّا شَعْبَانَ وَرَمَضَانَ
Dari Ummu Salamah R.A berkata: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah Sholallohu 'alaihi wasallam berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali bulan Sya'ban dan Ramadhan." (HR. Tirmidzi no. 726, An-Nasai 4/150, Ibnu Majah no.1648, dan Ahmad 6/293)
  • Hadits Riwayat An-Nasa'i dan Ahmad
Usamah bin Zaid R.A, ia berkata:
Wahai Rasulullah Sholallohu 'alaihi wasallam, kenapa aku tidak pernah melihat Anda berpuasa sunah dalam satu bulan tertentu yang lebih banyak dari bulan Sya'ban?
Beliau Sholallohu 'alaihi wasallam menjawab:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفِلُ النَّاسُ عَنْهُ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَال إِلى رَبِّ العَالمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عملي وَأَنَا صَائِمٌ
Ia adalah bulan di saat manusia banyak yang lalai (dari beramal shalih), antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan di saat amal-amal dibawa naik kepada Allah Rabb semesta alam, maka aku senang apabila amal-amalku diangkat kepada Allah saat aku mengerjakan puasa sunah.(HR. Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Khuzaimah. Ibnu Khuzaimah menshahihkan hadits ini)
  • Tiga waktu dilaporkannya amalan manusia :
  1. Laporan Harian : Tiap pagi dan sore
  2. Laporan Pekanan : Senin dan Kamis
  3. Laporan Tahunan : Bulan Sya'ban
  • Hadits hasan Riwayat Ibnu Majah dan Ath-Thabrani
Dari Abu Musa Al Asy'ari radhiallahu 'anhu, dimana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya'ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan. (HR. Ibn Majah, At Thabrani, dan dishahihkan Al Albani).

Nishfu Sya'ban/ Pertengahan Sya'ban

  • Hadits Riwayat Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ، فَلَا تَصُومُوا
Jika sudah masuk pertengahan Sya'ban, janganlah berpuasa. (HR. Abu Daud 2337)
Terdapat pertentangan antara hadits di atas dengan hadits-hadits sebelumnya. Cara mengkompromikannya menurut Al-Qurtubi adalah, larangan berpuasa adalah bagi orang yang tidak memiliki kebiasaan puasa sunnah sebelumnya. Bagi orang yang tidak terbiasa puasa sunnah maka dilarang puasa setelah pertengahan sya'ban (Aunul Ma'bud 6/330)

Hadits Dhaif Seputar Sya'ban

  • Puasa yang paling utama setelah puasa ramadhan adalah puasa di bulan sya'ban
  • Alloh turun pada malam pertengahan bulan Sya'ban. Dia mengampuni dosa lebih banyak dari jumlah bulu kambingnya Suku Qalb
  • Jika datang malam pertengahan Sya'ban, maka sholatlah di siangnya
  • Rojab adalah bulan Alloh, Sya'ban adalah bulan Rosululloh dan Ramadhan adalah bulan umatku.

Kesimpulan

  • Amalan pada bulan sya'ban:
  1. Memperbanyak puasa
  2. Memperbanyak ibadah pada malam nishfu sya'ban
  • Tidak ada amalan khusus pada malam nishfu sya'ban
  • Bagi yang tidak terbiasa puasa sunnah, maka dilarang puasa sunnah setelah pertengahan sya'ban

Soal-Jawab

  • Do'a memasuki bulan Rajab, Sya'ban dan Ramadhan berdasarkan hadits yang dhaif. Akan tetapi kita boleh berdoa agar bisa bertemu dengan bulan Ramadhan tahun depan dengan redaksi doa sendiri.
  • Tanggal pertengahan bulan sya'ban bisa tanggal 14 sya'ban atau 15 sya'ban tergantung dari umur bulan sya'ban. Untuk itu disarankan kita memperbanyak amalan pada dua malam tadi agar memperoleh keutamaan malam nishfu sya'ban.

HSI 5.78 : An-Naar (Neraka) dan Adzabnya (Bagian Ketiga)

Di antara makanan penduduk neraka adalah dzori'. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Ghosiyah : 6-7

لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ۬ (٦) لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِى مِن جُوعٍ۬ (٧) وُ
Tidak ada makanan bagi mereka kecuali dzori' yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.
Ada yang mengatakan dzori' adalah nama tumbuhan berduri. Dan di antara nama makanan mereka adalah buah dari pohon zakkum. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ad-Dukhon : 43-46

إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ (٤٣) طَعَامُ ٱلۡأَثِيمِ (٤٤) كَٱلۡمُهۡلِ يَغۡلِى فِى ٱلۡبُطُونِ (٤٥) كَغَلۡىِ ٱلۡحَمِيمِ (٤٦) خُ
Sesungguhnya pohon zakkum adalah makanan orang yang sangat berdosa. Dia seperti cairan logam yang sangat mendidih di dalam perut. Seperti mendidihnya air yang sangat panas.
Dalam ayat yang lain Alloh mengabarkan bahwasanya zakkum adalah pohon yang keluar dari dasar neraka. Mayangnya seperti kepala-kepala setan dan para penghuni neraka akan memakannya dan memenuhi perutnya dengan buah tersebut (Lihat As-Sofaat: 62-66). Alloh juga menyebutkan bahwasanya setelah penuh perut mereka dengan buah zakkum, maka mereka akan meminum dari air yang mendidih seperti unta yang sangat kehausan (Lihat Al-Waqi'ah : 51-55).
 
Di dalam surat Al-Kahfi : 29, disebutkan bahwasanya setiap kali mereka meminta air minum, maka mereka akan diberi air minum seperti cairan logam yang mendidih yang akan menghanguskan wajah-wajah mereka. Maksudnya ketika air tersebut mendekat ke mulut mereka. Dan ketika meminumnya, maka air tersebut akan memotong-motong usus mereka. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Muhammad : 15

وَسُقُواْ مَآءً حَمِيمً۬ا فَقَطَّعَ أَمۡعَآءَهُمۡ
Dan mereka akan diberi air minum yang sangat panas, maka air panas tersebut akan memotong-motong usus-usus mereka.
Dan di antara makanan penghuni neraka adalah ghislin, yaitu nanah penduduk neraka yang sangat busuk baunya dan sangat tidak enak rasanya. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Haqqoh : 35-37

فَلَيۡسَ لَهُ ٱلۡيَوۡمَ هَـٰهُنَا حَمِيمٌ۬ (٣٥) وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنۡ غِسۡلِينٍ۬ (٣٦) لَّا يَأۡكُلُهُ ۥۤ إِلَّا ٱلۡخَـٰطِـُٔونَ (٣٧) فَ
Maka tidak ada baginya pada hari ini teman dekat di sini. Dan tidak ada makanan bagi mereka kecuali dari ghislin. Tidak akan memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.
Pakaian mereka dari api dan tembaga panas. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Hajj :19

فَٱلَّذِينَ ڪَفَرُواْ قُطِّعَتۡ لَهُمۡ ثِيَابٌ۬ مِّن نَّارٍ۬ يُصَبُّ
Maka orang-orang kafir akan dipotongkan bagi mereka pakaian-pakaian dari api.
Dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ibrohim : 50

سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٍ۬ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ
Pakaian mereka dari tembaga panas dan api akan menutupi wajah-wajah mereka.
Kulit penghuni neraka yang begitu tebal akan matang. Namun setiap matang Alloh akan mengembalikan seperti semula, supaya dia merasakan adzab kembali (Lihat Surat An-Nisa:56). Isi perut mereka akan meleleh dan kulit mereka akan hancur setelah disiram dengan air panas. Dan mereka akan dipukul dengan palu-palu dari besi setiap kali mereka berusaha untuk keluar dari siksa (Lihat Surat Al-Hajj :19-22). Di dalam neraka mereka akan diseret di atas wajah-wajah mereka. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Qomar :48

يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِى ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ
Pada hari di mana mereka akan diseret di dalam neraka di atas wajah-wajah mereka
Wajah mereka akan menjadi hitam (Lihat Surat Ali-Imron : 106). Leher mereka akan dibelenggu dan kaki mereka akan dirantai kemudian diseret di dalam air yang mendidih dan dibakar dengan api (Lihat Surat Ghofir : 71-72). Demikianlah pedihnya adzab bagi penghuni neraka. Mereka berteriak meminta kepada Alloh supaya dikeluarkan dari neraka dan beramal sholeh. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Faathir : 37

وَهُمۡ يَصۡطَرِخُونَ فِيہَا رَبَّنَآ أَخۡرِجۡنَا نَعۡمَلۡ صَـٰلِحًا غَيۡرَ ٱلَّذِى ڪُنَّا نَعۡمَلُۚ
Dan mereka berteriak dari dalam neraka,
Wahai Robb kami, keluarkanlah kami maka kami akan beramal sholeh, amalan yang lain dari apa yang sudah kami amalkan.
Namun permintaan mereka tidak berarti. Mereka juga meminta kepada para penjaga neraka supaya mereka berdoa kepada Alloh agar meringankan adzab kepada mereka, meskipun hanya satu hari, supaya mereka bisa istirahat (Lihat Surat Ghofir :49). Namun permintaan mereka tidak membawa hasil. Mereka juga berkata kepada Malaikat Malik, malaikat penjaga neraka, supaya Alloh mematikan mereka saja. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Az-Zukhruf : 77

وَنَادَوۡاْ يَـٰمَـٰلِكُ لِيَقۡضِ عَلَيۡنَا رَبُّكَ‌ۖ قَالَ إِنَّكُم مَّـٰكِثُونَ
Dan mereka memanggil,
Wahai Malik hendaklah Rabb-mu mematikan kami.
Malik berkata,
Sesungguhnya kalian akan terus tinggal di neraka.
Mereka tidak akan keluar dari neraka, tidak akan diringankan adzabnya dan tidak akan dimatikan. Balasan bagi orang-orang yang kafir kepada Alloh Robbul 'Alamiin.


 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.

HSI 5.76 : An-Naar (Neraka) dan Adzabnya (Bagian Pertama)

An-Naar secara bahasa adalah api. Secara syariat, an-naar adalah negeri di akhirat yang penuh dengan adzab, yang Alloh sediakan untuk orang-orang kafir. Adzab yang sangat pedih dan menghinakan. Bagaimanapun pedihnya manusia menyiksa manusia yang lain di dunia, maka adzab Alloh di neraka lebih pedih. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Fajr : 25

فَيَوۡمَٮِٕذٍ۬ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ ۥۤ أَحَدٌ۬
Maka pada hari itu, tidak ada yang mengadzab seperti adzab Alloh.
Orang yang masuk ke dalam neraka akan lupa dengan segala kenikmatan dunia. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Akan didatangkan seorang penghuni neraka yang paling banyak mendapat kenikmatan di dunia pada hari kiamat. Kemudian dicelupkan sekali celupan di dalam neraka. Kemudian ditanya,
Wahai anak Adam, pernahkah engkau melihat kebaikan? Apakah engkau pernah mendapatkan kenikmatan?
Dia menjawab,
Tidak demi Alloh, wahai Robb-ku. (HR. Muslim).
Karena sangat pedihnya, mereka akan menebus adzab di neraka dengan orang-orang yang sangat mereka cintai di dunia dan seluruh manusia. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Ma'arij : 11-14

يُبَصَّرُونَہُمۡ‌ۚ يَوَدُّ ٱلۡمُجۡرِمُ لَوۡ يَفۡتَدِى مِنۡ عَذَابِ يَوۡمِٮِٕذِۭ بِبَنِيهِ (١١) وَصَـٰحِبَتِهِۦ وَأَخِيهِ (١٢) وَفَصِيلَتِهِ ٱلَّتِى تُـٔۡوِيهِ (١٣) وَمَن فِى ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعً۬ا ثُمَّ يُنجِيهِ (١٤) كَ
Orang kafir berangan-angan seandainya bisa menebus adzab saat itu dengan anak laki-lakinya, istrinya dan saudara laki-lakinya dan keluarganya yang menaunginya. Dan semua yang ada di permukaan bumi, kemudian tebusan itu bisa menyelamatkan dia.
Di dunia seseorang rela berkorban untuk orang-orang yang ia cintai. Namun di neraka justru dia akan mengorbankan orang-orang yang dia cintai demi keselamatan dirinya. Di antara nama-nama neraka adalah Haawinyah yang artinya jurang yang dalam (Al-Qori'ah :9). Di antara namanya adalah Al-Khutomah yang artinya yang menghancurkan apa yang ada di dalamnya (Al-Humazah : 4). Dan di antara namanya adalah Jahiim yaitu api yang menyala-nyala (Al-Infithor :14). Dan di antara namanya adalah Saqor yang artinya yang menghanguskan (Al-Mudatsir:26).
 
Penjaga neraka adalah 19 malaikat yang keras dan kejam, yang mereka menyiksa sesuai dengan perintah Alloh (At-Tahrim:6 dan Al-Mudatsir:30). Penduduk neraka sangat banyak jumlahnya. Setiap 1000 orang, satu orang akan masuk surga, 999 orang akan masuk neraka. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhori, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berkata kepada Nabi Adam,
Keluarkanlah dari setiap seribu, 999 orang.
Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda di dalam hadits ini,
Bergembiralah kalian, sesungguhnya dari kalian 1 orang dan dari Ya'juj dan Ma'juj 1000 orang.
Orang-orang kafir yang jumlahnya sangat banyak tersebut badannya akan dibuat sangat besar. Satu gigi geraham akan sebesar gunung uhud. Dan jarak antara dua ujung pundak salah seorang di antara mereka sejauh tiga hari perjalanan bagi pengendara cepat. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Antara dua ujung pundak orang kafir di dalam neraka perjalanan orang yang naik kendaraan dengan cepat selama tiga hari (HR. Bukhori dan Muslim).
Dan beliau Sholallohu Alaihi Wasallam juga bersabda,
Sesungguhnya tebal kulit orang kafir 42 hasta dan satu gigi geraham dia seperti gunung uhud. Dan sesungguhnya tempat duduk dia di jahannam seperti antara Mekkah dan Madinah (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi).
Empat puluh dua hasta kurang lebih 19 meter. Tinggi gunung uhud kurang lebih 192 meter. Dan jarak Mekkah dan Madinah kurang lebih 450 km. Jumlah penghuni neraka yang sangat banyak dengan ukuran tubuh masing-masing yang sangat besar, menunjukkan tentang sangat besarnya neraka. Meskipun demikian masih ada tempat yang tersisa di dalam neraka. Dan neraka masih akan terus bertanya,
Apakah masih ada tambahan?
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Qof :30

يَوۡمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ ٱمۡتَلَأۡتِ وَتَقُولُ هَلۡ مِن مَّزِيدٍ۬
Pada hari di mana Kami berkata kepada jahannam,
Apakah kamu sudah penuh?
Dan jahannam berkata,
Apakah masih ada tambahan?
Di dalam sebuah hadits, Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Senantiasa jahannam berkata,
Apakah masih ada tambahan?
Sampai Robbul 'izzah yaitu Alloh, meletakkan telapak kakinya di neraka, kemudian barulah neraka berkata,
Cukup, cukup, demi keperkasaan-Mu.
Maka neraka-pun saling melipat sebagian ke sebagian yang lain (HR. Bukhori).
Di antara yang menunjukkan besarnya neraka suatu hari para sahabat Radhiallohuanhum sedang bersama Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam tiba-tiba mereka mendengar suara sesuatu yang jatuh. Maka Nabi bertanya,
Tahukah kalian apa ini?
Mereka menjawab,
Alloh dan Rosul-Nya lebih tahu.
Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Ini adalah batu yang telah dilempar ke dalam neraka semenjak 70 tahun yang lalu. Maka dia jatuh melesat ke dalam neraka sehingga sekarang sampai di dasarnya (HR. Muslim).
Dan di antara yang menunjukkan besarnya neraka, bahwa 4,9 miliar malaikat akan menyeret neraka jahannam pada hari kiamat, sebagaimana telah berlalu haditsnya.


 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.

HSI 5.75 : Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bagian Kelima)

Sebagian besar penduduk surga adalah orang-orang lemah. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,


فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينَ
Maka sebagian besar orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin (HR. Bukhari dan Muslim).
Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam telah mengabarkan beberapa nama penduduk surga, di antaranya Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali Radhiallohuanhum. Sebagaimana di dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.
 
Kenikmatan paling besar penduduk surga di atas kenikmatan surga yang mereka rasakan adalah memandang wajah Alloh yang mulia. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Apabila penduduk surga masuk ke dalam surga maka Alloh Tabaroka wa ta'ala akan berkata,
Apakah kalian menginginkan aku tambah kenikmatan kepada kalian?
Mereka berkata,
Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga? Dan menyelamatkan kami dari neraka?
Alloh pun menyingkap hijab, maka mereka tidak diberi sesuatu yang lebih mereka cintai dari pada melihat kepada Robb mereka 'Azza wa jalla (HR. Muslim).
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Yunus : 26


لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ ٱلۡحُسۡنَىٰ وَزِيَادَةٌ۬‌ۖ
Bagi orang-orang yang berbuat baik adalah surga dan tambahan
"Tambahan" dalam ayat di atas adalah memandang wajah Alloh. Sebagaimana datang tafsirnya dari para sahabat seperti Abu Bakr, Abu Musa Al-Asy'ari dan Hudzaifah Radhiallohuanhum.
 
Para penduduk surga akan sangat berbahagia dan wajah mereka berseri-seri ketika melihat Alloh 'Azza wa jalla, Dzat yang selama di dunia mereka imani dan mereka sembah, padahal mereka tidak pernah melihat-Nya. Mereka taati perintah-Nya, mereka jauhi larangan-Nya, mereka benarkan kabar-kabar-Nya, bersabar atas ujian-Nya, mereka baca dan dengarkan firman-Nya, mereka ikuti Nabi-Nya, menyeru kepada jalan-Nya, dan merindukan pertemuan dengan-Nya. Meskipun dengan segala kekurangan yang mereka miliki. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Qiyamah :22-23


وُجُوهٌ۬ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ نَّاضِرَةٌ (٢٢) إِلَىٰ رَبِّہَا نَاظِرَةٌ۬ (٢٣) وَ
Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, melihat kepada Robb mereka.
Saudaraku, jalan ke surga adalah jalan yang penuh rintangan. Tidak sampai ke sana kecuali orang yang bersabar. Ada perintah yang harus dikerjakan, ada larangan yang harus dijauhi, dan ada ujian yang harus kita sabar menghadapinya. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,


حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
Surga dikelilingi perkara-perkara yang dibenci dan neraka dikelilingi perkara-perkara yang menyenangkan (HR. Muslim).
Kesenangan dunia adalah kesenangan yang sedikit. Sebentar dan banyak kekurangan. Sedangkan kesenangan akhirat adalah kesenangan yang sangat banyak, kekal selamanya dan tanpa ada kekurangan sedikitpun. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-A'la : 16-17


بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا (١٦) وَٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ۬ وَأَبۡقَىٰٓ (١٧) إِ
Akan tetapi kalian mendahulukan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.
Dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Hadid : 20 yang artinya,
Ketahuilah, bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, saling berbangga di antara kalian, saling memperbanyak harta dan juga anak-anak. Seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu jadi kering dan kalian melihat warnanya menjadi kuning kemudian hancur. Dan di akhirat ada adzab yang keras dan ampunan dari Alloh serta keridhaan-Nya dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
Untuk mendapatkan surga bukan berarti seseorang harus meninggalkan seluruh kesenangan dunia. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan dunia dan kenikmatannya supaya kita manfaatkan dengan baik untuk mencari ridho Alloh dan surga-Nya. Orang yang tercela adalah orang yang mencari kebahagiaan di dunia sebagai tujuan dan melupakan kebahagiaan akhirat.


 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.