HSI 5.71: Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bagian Pertama)

Al-Jannah secara bahasa adalah kebun. Dan secara syariat adalah negeri di akhirat yang penuh dengan kenikmatan yang Alloh sediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Kenikmatan yang tidak pernah terbetik di hati manusia. Bagaimanapun besar kenikmatan di dunia, maka tidak akan menyamai kenikmatan di surga. Dan bagaimanapun kita berusaha mengkhayal sebuah kenikmatan, maka tidak akan setara dengan kenikmatan di dalam surga. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat As-Sajdah : 17
 
فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ۬ مَّآ أُخۡفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٍ۬ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
Maka sebuah jiwa tidak mengetahui apa yang tersimpan untuknya, berupa kenikmatan yang menyejukkan mata. Sebagai balasan atas apa yang telah mereka amalkan
Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Alloh ta'ala berkata,
Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang sholeh, kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik di dalam hati manusia (HR. Bukhari dan Muslim).
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala telah mengabarkan kepada kita sebagian dari kenikmatan surga. Nama-nama kenikmatan di dalam surga yang Alloh kabarkan kepada kita sama dengan nama-nama kenikmatan yang ada di dunia. Namun memiliki sifat yang berbeda. Rumah di surga lain dengan rumah di dunia, meskipun namanya sama-sama rumah. Demikian pula buah-buahan di surga jauh lebih nikmat dari pada buah-buahan di dunia, meski sama namanya. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Baqoroh : 25

ڪُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡہَا مِن ثَمَرَةٍ۬ رِّزۡقً۬ا‌ۙ قَالُواْ هَـٰذَا ٱلَّذِى رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُ‌ۖ وَأُتُواْ بِهِۦ مُتَشَـٰبِهً۬ا‌ۖ وَلَهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٲجٌ۬ مُّطَهَّرَةٌ۬‌ۖ
Setiap kali mereka diberi buah-buahan dari surga mereka berkata,
Inilah rezeki yang telah diberikan kepada kami dahulu di dunia.
Mereka diberi buah-buahan yang serupa.
Ada yang mengatakan serupa warna, bentuk dan namanya. Namun berbeda rasa dan kelezatannya. Orang yang masuk surga dan merasakan sedikit kenikmatan surga akan merasa bahwa dia tidak pernah susah di dunia. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Dan akan didatangkan seorang penduduk surga yang paling susah di dunia. Kemudian dicelupkan sekali celupan di dalam surga. Kemudian ditanya,
Wahai anak Adam, pernahkah engkau merasakan kesengsaraan? Apakah pernah engkau tertimpa kesusahan?
Dia menjawab,
Tidak pernah demi Alloh. Wahai Robb-ku tidak pernah aku sengsara dan tidak pernah aku melihat kesusahan (HR. Muslim).
Dan di antara kesempurnaan kenikmatan surga, bahwa apa yang kita inginkan akan diberi oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Furqon : 16

لَّهُمۡ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ خَـٰلِدِينَ‌ۚ
Bagi merekalah apa yang mereka inginkan, di dalam surga mereka kekal di dalamnya.
Oleh karena itu, di antara nama-nama surga adalah Jannatun Na'im yaitu jannah yang penuh dengan kenikmatan (Lihat Surat Luqman :8). Dan di antara nama-nama surga adalah Darussalam yang artinya negeri yang selamat. Maksudnya selamat dari semua kekurangan dan kejelekan (Lihat Surat Al-An'am:127). Dan di antara nama surga adalah Maqom Amiin yang artinya tempat tinggal yang aman. Yaitu aman dari segala musibah dan kejelekan (Lihat Surat Ad-Dukhon:51). Dan di antara nama surga adalah Daarul Muqomah yang artinya negeri yang terus menerus ditempati (Lihat Surat Faathir :35). Demikianlah kesempurnaan kenikmatan di dalam surga, negeri yang penuh dengan kenikmatan, selamat dari semua kekurangan, aman dari segala musibah dan kekal selama-lamanya.


 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.

BIAS Jumat 12 : Hukum Bejana (Wadah) dari Emas dan Perak

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله, أما بعد.

Para sahabat sekalian yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita lanjutkan pada halaqoh yang ke-12 pada matan Abu Syujā'.
 
ولا يجوز استعمال أواني الذهب والفضة ويجوز استعمال غيرهما من الأواني.
Dan tidak diperbolehkan menggunakan bejana (wadah) yang terbuat dari emas dan perak dan diperbolehkan untuk menggunakan bejana (wadah) yang lainnya selain wadah yang terbuat dari emas dan perak.
Para pembahasan emas dan perak ini, ada beberapa point yang akan kita jelaskan secara ringkas.
 
Pertama, hukum menggunakan bejana (wadah) emas dan perak adalah haram, baik bagi laki-laki maupun wanita. Dalilnya sabda Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam :
 
(لا تشربوا في آنية الذهب والفضة ولا تأكلوا في صحافها ، فإنها لهم في الدنيا ولكم في الآخرة ) . متفق عليه .
Janganlah kalian meminum dari wadah-wadah yang terbuat dari emas dan perak dan juga kalian makan dari piring (mangkuk) yang terbuat dari emas dan perak karena sesungguhnya hal itu adalah untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kita nanti di akhirat. (HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, termasuk didalam makna "bejana" disini adalah segala wadah yang kecil maupun yang besar, seperti cangkir, gelas dan lainnya maka dia termasuk di dalam larangan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. Begitu pula segala media yang digunakan untuk makan atau minum seperti piring, tempayan dan lainnya maka apabila terbuat dari emas dan perak hukumnya adalah haram. Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam memberikan peringatan yang sangat keras terhadap masalah ini. Beliau bersabda :
 
((مَن شَرِب في إناءٍ من ذَهبٍ أو فِضَّة، فإنَّما يُجرجِر في بطنِه نارًا من جَهنَّم)) رواه مسلم (2065)
Barangsiapa minum dari wadah (cangkir) yang terbuat dari emas atau perak maka sesungguhnya dia telah mendidihkan perutnya dengan api dari Jahannam". (HR. Muslim)
Kedua, bolehkhn kita menggunakan emas dan perak untuk barang-barang selain wadah minum ataupun makan? Disini para ulama (imam madzhab) bersepakat bahwasanya hukumnya adalah haram. Seperti menggunakan sendok, gantungan kunci, jam dinding, pena, perhiasan/souvenir, kancing, dari emas dan perak maka ini hukumnya haram, baik yang murni maupun sepuhan.
 
Dikecualikan (yang diperbolehkan) adalah:
  1. perhiasan bagi wanita, seperti kalung, cincin, gelang kaki, gelang tangan, anting dan semisalnya.
  2. cincin perak bagi laki-laki, sebagaimana Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam memakai cincin dari perak.
  3. alat tukar dan mata uang, sebagaimana pad zaman Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam telah digunakan sebagai dinar atau dirham.
Syaikh Bin Bāz ketika Beliau ditanya tentang pena yang terbuat dari emas dan perak maka Beliau menjawab:
 
الأقلام من الذهب والفضة لا يجوز استعمالها للرجال والنساء جميعا ؛ لأنها ليست من الحلية وإنما هي أشبه بأواني الذهب والفضة ، والأواني من الذهب والفضة محرمة على الجميع
Pena-pena yang terbuat dari emas dan perak tidak boleh digunakan baik bagi laki-laki maupun perempuan seluruhnya. Karena sesungguhnya pena tadi tidaklah termasuk dari perhiasan yang diperkecualikan (dibolehkan) dalam syari'at. Akan tetapi dia lebih tepat dikategorikan hukumnya sama dengan wadah-wadah yang terbuat dari emas dan perak. Dan adapun wadah yang terbuat dari emas dan perak maka hukumnya adalah haram bagi laki-laki maupun wanita.
لقول النبي صلى الله عليه وسلم : ( لا تشربوا في آنية الذهب والفضة ، ولا تأكلوا في صحافها ، فإنها لهم في الدنيا [يعني : الكفرة] ، ولكم في الآخرة ) متفق على صحته.
Berdasarkan sabda Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:
Janganlah kalian minum dari wadah-wadah yang terbuat dari emas maupun perak...".
Demikianlah pendapat Syaikh Bin Bāz mengenai barang-barang yang terbuat dari emas dan perak selain wadah (bejana) yang sudah jelas keharamannya. Senada dengan fatwa Syaikh Bin Bāz, juga fatwa Syaikh Jibrin dan Syaikh Shālih Fauzan dan para ulama terkini lainnya.
 
Ketiga, bolehkah kita menyimpan wadah-wadah/bejana/cangkir yang terbuat dari emas dan perak walaupun kita tidak menggunakannya? Maka disini dijawab oleh jumhur fuqaha (para ahli fiqh) mengatakan keharamannya walaupun kita tidak menggunakannya. Dan ini adalah sebagai pengamalan dari sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam :
 
... فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي اَلدُّنْيَا...
... Karena sesungguhnya emas dan perak itu adalah untuk mereka (orang-orang kafir) didunia ini...
Keempat, hukum bersuci dengan wadah dari emas dan perak. Apabila seseorang bersuci dari wadah yang terbuat dari emas dan perak maka hukumnya adalah sah, akan tetapi dia berdosa karena melanggar perintah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Ini adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama.
 
Kelima, hikmah dibalik larangan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam untuk menggunakan peralatan ataupun bejana-bejana yang terbuat dari emas dan perak.
  1. Ini adalah sebagai ujian bagi seorang mu'min, apakah dia lebih mencintai Allāh dan RasulNya ataukah dia lebih mengutamakan hawa nafsunya.
  2. Sebagai latihan agar kita sebagai seorang mu'min tidak tertipu dengan gemerlapnya dunia karena sesungguhnya dunia adalah sementara (fana).
Sikap bermewah-mewahan akan menghancurkan kita di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, kita simak bagaimana nashihat Syaikh Bin Bāz mengenai masalah ini.
 
فالواجب على المسلم الحذر مما حرم الله عليه، وأن يبتعد عن الإسراف والتبذير والتلاعب بالأموال
Maka wajib bagi setiap muslim agar berhati-hati terhadap perkara-perkara yang Allāh haramkan padanya dan hendaklah dia menjauhi dari sikap bermewah-mewahan dan membuang-buang harta serta berfoya-foya dengan harta.
فالواجب على المؤمن أن يصرف المال في جهته الخيرية
Maka wajib bagi setiap muslim untuk menyalurkan hartanya pada perkara-perkara kebaikan.
Oleh karena itu, harta kita yang sebenarnya adalah yang ada disisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Allāh Ta'āla berfirman:
 
مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٍ ۗ
Apa yang ada pada sisi kalian itu akan hilang semua, dan apa yang ada disisi Allāh itulah yang akan kekal selamanya. (An-Nahl 96)
Sesungguhnya harta yang kita sedekahkan itu adalah harta kita dan harta yang kita tumpuk (kumpulkan) itu adalah harta orang lain yang akan kita tinggalkan. Oleh karena itu hendaklah kita belajar terus, menempa diri kita agar terbiasa kita terus bersedekah, karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menganjurkan :
اتّقوا النّار ولو بِشِقِّ تمرة
Dan jagalah diri kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma (yaitu dengan bersedekah dengan separuh kurma).
Demikian yang bisa kita sampaikan.
و صلى الله على محمد و على آله و صحبه و سلم
 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini :

Rohmad Adi Siaman


Sumber :
  • Whats App Grup BIAS Group N01-57
  • Tim Materi Bimbingan Islam

HSI 5.70: Derajat-derajat Al-jannah atau Surga

Al-Jannah memiliki derajat yang banyak dan para penduduknya memiliki derajat yang berbeda sesuai dengan kadar iman dan takwa mereka. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Thoha : 75

وَمَن يَأۡتِهِۦ مُؤۡمِنً۬ا قَدۡ عَمِلَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَـٰتُ ٱلۡعُلَىٰ
Dan barang siapa yang datang kepada Alloh dalam keadaan beriman dan telah mengamalkan amal-amal yang sholeh, maka merekalah yang akan mendapatkan derajat-derajat yang paling tinggi.
Dan yang paling tinggi derajatnya adalah Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam. Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Apabila engkau mendengar muadzin, maka katakan seperti yang ia katakan, kemudian bersholawatlah untukku, karena barang siapa bersholawat untukku sekali, maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala akan bersholawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah kepada Alloh untukku wasilah. Karena sesungguhnya Al-wasilah adalah sebuah kedudukan di surga yang tidak pantas kecuali untuk seorang hamba di antara hamba-hamba Alloh. Dan aku berharap akulah hamba tersebut. Maka barang siapa yang memintakan untukku Al-Wasilah, dia berhak untuk mendapatkan syafaat (HR. Muslim).
Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam telah mengabarkan bagaimana ketinggian derajat sebagian orang-orang yang beriman, dibandingkan penduduk surga yang lain. Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Sesungguhnya penduduk surga akan melihat Ahlul Ghurf, yaitu penduduk surga yang memiliki kedudukan paling tinggi yang ada di atas mereka, seperti kalian melihat bintang yang masih tersisa di ufuk timur maupun barat. Yang demikian karena jauhnya perbedaan kedudukan di antara mereka. Mereka berkata,
Ya Rosululloh, bukankah itu kedudukan para Nabi yang tidak dicapai oleh yang lain?
Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Iya, demi Zat Yang Jiwaku ada di tangan-Nya mereka adalah orang-orang yang beriman dan membenarkan para Rosul (HR. Bukhari dan Muslim).
Di antara orang-orang yang beriman yang akan mendapatkan kedudukan yang tertinggi adalah Abu Bakar dan Umar Radhiallohuanhuma.
Sesungguhnya orang-orang yang memiliki kedudukan atau derajat yang paling tinggi akan dilihat oleh orang-orang yang ada di bawah mereka seperti kalian melihat bintang yang baru terbit di ufuk langit. Dan sesungguhnya Abu Bakar dan Umar termasuk mereka. Dan mereka berdua akan mendapatkan nikmat (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullah).
Para mujahidin fiisabilillah, mereka termasuk orang-orang yang memiliki kedudukan yang tinggi di dalam surga. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Sesungguhnya di dalam surga ada seratus derajat yang Alloh sediakan bagi orang-orang yang berjihad di jalan Alloh. Setiap dua derajat seperti antara langit dan bumi. Maka apabila kalian meminta kepada Alloh, mintalah Al-Firdaus. Karena sesungguhnya Al-Firdaus adalah surga yang paling afdhol dan surga yang paling tinggi. Di atasnya ada arsyurrohman. Dan di sanalah terpancar sungai-sungai surga (HR. Bukhari).
Orang yang memberikan nafkah kepada janda dan orang miskin, maka dia akan mendapat pahala orang yang berjihad di jalan Alloh atau seperti orang yang berpuasa di siang hari dan sholat di malam hari. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits riwayat Bukhori dan Muslim. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Barang siapa yang memberi nafkah dua orang anak wanita sampai dia baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat, aku dan dia (kemudian beliau Sholallohu Alaihi Wasallam menggenggam jari-jari beliau) (HR. Muslim).
Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Orang yang menanggung anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia di surga seperti dua jari ini (HR. Muslim).
Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut. Karena yang dimaksud dengan dua jari di sini adalah jari telunjuk dan jari tengah. Dan dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Sesungguhnya termasuk orang yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat majelisnya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian.
Orang tua bisa ditinggikan derajatnya di dalam surga karena sebab istighfar anaknya. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Sungguh seseorang akan diangkat derajatnya di surga, maka dia berkata,
Dari mana ini?
Dikatakan kepadanya,
Ini semua karena istighfar anakmu untukmu (Hadits shahih riwayat Ibnu Majah).
Ini adalah dorongan bagi orang tua untuk mendidik anaknya dengan baik. Dan penghuni surga yang paling rendah derajatnya telah kita sebutkan dalam halaqoh sebelumnya.

 
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini : 
  
Download Audio Halaqoh Silsilah Islamiyyah Abdullah Roy


Sumber : Halaqoh Silsilah Islamiyyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy Lc. MA.

HSI 5.69: Masuknya Orang-orang Yang Beriman Ke Dalam Surga (Bagian Kedua)

Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam telah menyebutkan di dalam hadits Abdullah bin Mas'ud Radhiallohuanhu yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim tentang orang yang terakhir masuk surga. Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Sesungguhnya aku mengetahui orang yang paling terakhir keluar dari neraka dan paling terakhir masuk ke dalam surga. Seorang laki-laki keluar dari neraka dalam keadaan merayap, maka Alloh berkata kepadanya,
Pergilah dan masuklah ke dalam surga.
Diapun mendatangi surga kemudian dibuat terbayang baginya bahwa surga telah penuh. Diapun kembali dan berkata,
Wahai Rabb-ku aku mendapatkan surga sudah penuh.
Alloh berkata,
Pergilah dan masuklah.
Maka dia mendatangi surga kemudian dibuat terbayang baginya bahwa surga telah penuh. Diapun kembali dan berkata,
Wahai Rabb-ku, aku mendapatkan surga telah penuh
Alloh berkata,
Pergilah dan masuklah. Maka sungguh untukmu semisal dengan dunia dan sepuluh kali lipat dari dunia. Atau bagimu sepuluh kali lipat dari dunia.
Maka hamba tersebut berkata,
Apakah Engkau mengejekku? Atau menertawakanku, sedangkan Engkau adalah Raja?
Berkata Abdullah Ibnu Mas'ud Radhiallohuanhu,
Sungguh aku melihat Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam tertawa sampai terlihat gigi geraham beliau.
Dikatakan bahwa orang ini adalah penduduk surga yang paling rendah tingkatannya. 
Pintu-pintu surga ada delapan. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda, 

فِي الجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لاَ يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ
Di dalam surga ada delapan pintu , di antaranya ada sebuah pintu yang bernama arroyyan, tidak memasukinya kecuali orang-orang yang puasa. (HR. Bukhari dari Sahl Ibnu Sa'ad Radhiallohuanhu )

Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam telah mengabarkan beberapa nama dari pintu surga. Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Barang siapa yang menginfakkan dua unta di jalan Alloh, maka akan dipanggil dari Pintu-pintu surga. Wahai Abdullah ini adalah baik. Maka barang siapa yang termasuk ahli sholat, dia akan dipanggil dari pintu sholat. Dan barang siapa yang termasuk ahli jihad, maka akan dipanggil dari pintu jihad. Dan barang siapa yang termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu arroyyan. Dan barang siapa yang termasuk ahli shodaqoh, maka akan dipanggil dari pintu shodaqoh.
Berkata Abu Bakar Radhiallohuanhu,
Tebusanku bapak dan ibuku ya Rosululloh. Tidak ada yang rugi dipanggil dari pintu manapun. Apakah ada yang dipanggil dari semua pintu?
Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Iya, dan aku berharap engkau termasuk mereka. (HR. Bukhari dan Muslim )
Orang yang memperbaiki wudhunya kemudian membaca dua kalimat syahadat, maka akan dibuka untuknya 8 pintu surga. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu kemudian memperbaiki wudhunya kemudian berkata,

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةِ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ, إِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادِ

kecuali akan dibuka untuknya 8 pintu surga, silakan dia memasuki dari mana saja yang ia kehendaki (HR. Musim)

Delapan pintu surga ini dibuka setiap tahun di bulan Ramadan. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda, 


إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Apabila masuk bulan Ramadan, maka akan dibuka Pintu-pintu surga dan akan ditutup Pintu-pintu Jahanam dan akan dibelenggu setan-setan. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada di antara pintu-pintu surga yang jarak di antara kedua tepi seperti jarak antara kota Mekah dan kota Busra atau kota Mekkah dan kota Hajar (HR. Bukhari dan Muslim )

Hajar adalah kota masyhur di Bahrain dan Busra adalah kota masyhur di Suriah. Apabila diukur jarak antara kota Mekkah dengan kedua kota tersebut kurang lebih 1200 km. Di dalam hadits yang lain, Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam mengabarkan bahwasanya ada di antara pintu-pintu surga yang jarak kedua tepinya sejauh 40 tahun perjalanan. (HR. Muslim )

Semoga Alloh Subhanahu Wa Ta'ala memudahkan jalan kita menuju surga.
Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini :


Rohmad Adi Siaman


Sumber : Audio Halaqoh Silsilah Islamiyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy
Koreksi transkrip oleh : Akh Caramel

HSI 5.68 : Masuknya Orang-orang yang Beriman ke Surga (Bagian Pertama)

Setelah dibersihkan hatinya, maka orang-orang yang beriman akan digiring menuju surga dengan terhormat dan dimuliakan. Alloh akan kembali memuliakan Nabi-Nya di hadapan orang-orang yang beriman. Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam akan diizinkan untuk memberikan syafaat bagi calon penduduk surga, supaya dibukakan pintu surga. Syafaat ini juga termasuk syafaat khusus dari beliau Sholallohu Alaihi Wasallam. Beliaulah Sholallohu Alaihi Wasallam yang pertama kali akan mengetuk pintu surga. Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,

وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ
Dan akulah yang pertama kali akan mengetuk pintu surga (HR. Muslim)
Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam juga bersabda,

آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتفْتِحُ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ، فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ 
Aku akan mendatangi pintu surga pada hari kiamat. Kemudian aku minta untuk dibuka. Berkatalah penjaga surga,
Siapa kamu?
Aku menjawab,
Muhammad
Penjaga pintu surga berkata,
Denganmulah aku diperintah tidak membuka untuk seorangpun sebelummu (HR. Muslim)
Dibukalah pintu surga dan masuklah penduduk surga dengan disambut oleh para malaikat. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Az-Zumar 73-74 yang artinya
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka akan digiring ke surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga, dan pintu-pintunya telah dibuka, dan berkatalah penjaga-penjaga pintu surga kepada mereka,
Salam atas kalian. Kalian telah baik, maka masuklah kalian ke dalam surga, sedang kalian kekal di dalamnya.
Dan mereka mengucapkan,
Segala puji bagi Alloh yang telah memenuhi janjinya untuk kami dan telah memberi kami tempat ini. Kami diperkenankan menempati tempat di dalam surga dimana saja kami kehendaki. Maka surga itulah sebaik-baiknya balasan bagi orang-orang yang beramal.
 Umat Nabi Muhammad Sholallohu Alaihi Wasallam, merekalah yang pertama kali masuk surga sebelum umat yang lain. Beliau Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,

نَحْنُ الْآخِرُونَ الْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ
Kita adalah umat terakhir tapi akan menjadi yang pertama di hari kiamat. Dan kita yang pertama kali masuk surga (HR. Bukhari dan Muslim)
Rombongan pertama dari umat Muhammad Sholallohu Alaihi Wasallam yang akan masuk surga, wajah-wajah mereka terang seperti bulan di saat purnama. (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiallohuanhu)
Di dalam hadits Sahl Ibnu Sa'ad Radhiallohuanhu yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda,
Akan masuk surga dari umatku 70.000 atau 700.000 (keraguan dari perawi hadits). Mereka saling bergandengan tangan di antara mereka sehingga masuklah awal mereka dan akhir mereka ke dalam surga. Wajah-wajah mereka seperti bulan di malam bulan purnama. Ada yang mengatakan merekalah orang-orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.

Dan sabda beliau Sholallohu Alaihi Wasallam,
Sehingga masuklah awal mereka dan akhir mereka ke dalam surga maksudnya mereka akan masuk ke dalam surga dalam keadaan satu shof secara serentak. Dan ini menunjukkan sungguh besarnya pintu surga. Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasallam mengabarkan bahwasanya orang-orang fakir muhajirin akan terlebih dahulu masuk ke dalam surga 40 tahun sebelum orang-orang kaya muhajirin. (HR. Muslim )
 


Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini :


Rohmad Adi Siaman


Sumber : Audio Halaqoh Silsilah Islamiyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy