Duapuluh tahun yang lalu, ketika kita mendengar kata lampu, maka yang terlintas di pikiran adalah bola kaca bening dengan salah satu ujung yang menonjol berisi kawat wolfram. Meskipun lampu “bentuk lain” telah diciptakan, namun kepopuleran bolam (bola lampu) tidak tertandingi. Bahkan ketika datang ke toko listrik pun ketika kita bilang ingin membeli lampu, hampir pasti kita akan disodori bola-bola kaca tadi. Bila kita menginginkan lampu “bentuk lain”, maka terpaksa kita harus menyebut dengan lebih spesifik. Lampu Neon misalnya, untuk menggambarkan lampu berbentuk pipa putih yang panjang.
Beberapa dasawarsa kemudian, dunia per-lampu-an sebagai salah satu peralatan listrik yang paling banyak digunakan manusia mengalami kemajuan yang pesat. Lampu dengan berbagai ukuran dan warna telah diciptakan. Bentuknya pun sangat bervariasi, tidak hanya bentuk bola dan pipa. Jadi, jika kita pergi ke toko listrik dan memesan bolam atau neon belum tentu pelayan mengambilkan barang yang kita inginkan.

