Tidak banyak orang tahu bahwa Lenin, tokoh komunis revolusioner dari Rusia, adalah seorang pemuja listrik. Tak heran jika saat Lenin berkuasa hampir semua pelosok desa di Rusia telah terang benderang di malam hari karena lampu-lampu teraliri listrik. Obsesinya pada listrik mengilhami pemikiran kontroversial yang menganggap Tuhan adalah listrik. Dalilnya sederhana, karena keduanya memiliki kesamaan yaitu tidak bisa dilihat, tapi bisa dirasakan keberadaannya. Tapi tulisan ini tidak akan membahas tentang tokoh palu arit ini. Hanya saja, terlepas dari ide nylenehnya tentang listrik sebagai Tuhannya orang komunis, kita tentu sepakat dengan Lenin bahwa listrik memang kebutuhan penting bagi manusia.
Home » All posts
Aku Dan Oppo N1 : Ketika Kamera Smartphone pun Bisa Berputar
Perjanjian perdagangan antara China dan ASEAN yang dikenal dengan ASEAN-China FTA sejak tahun 2010 memberikan dampak yang signifikan terhadap arus barang masuk dari China. Tak terkecuali pasar handphone yang banyak menerima pasokan dari China. Bak jamur di musim hujan, tidak sedikit merek handphone lokal buatan China yang bermunculan di Indonesia. Masyarakat sebagai konsumen disuguhi pilihan handphone yang semakin banyak dengan variasi harga yang relatif murah. Namun seperti lazimnya jamur yang berumur pendek, banyak merek handphone besutan China yang berguguran dan tidak terdengar lagi gaungnya. Selain karena persaingan perbebutan konsumen yang sengit, juga karena kualitas dari handphone yang sebanding dengan harganya. Akibatnya, tercipta satu stigma negatif dari masyarakat yang menganggap handphone buatan China kualitasnya di bawah standar handphone buatan negara lain. Padahal kabarnya yang terjadi adalah pengusaha domestik memesan handphone tanpa merk di China kemudian diimpor dan diberi merk untuk selanjutnya dipasarkan di Indonesia. Sehingga pengusaha handphone lokal sama sekali tidak terlibat dalam proses produksi. Meski sulit dikonfirmasi kebenaran itu, namun paling tidak itulah penjelasan paling masuk akal, karena sebagian besar merk handphone lokal itu ternyata tidak ada di China, alias hanya dijual di Indonesia.
Ketika pasar sudah mulai jenuh dengan fenomena handphone murah lokal, muncullah OPPO merk handhone asli buatan China. OPPO bukanlah pemain baru di dunia handphone. Sejak memasuki pasar handphone pada tahun 2008, OPPO telah dikenal di Asia bahkan Amerika Utara dan Eropa yang dikenal sebagai pasar produk kelas atas. Perbedaan mendasar antara OPPO dan handphone lokal adalah bahwa OPPO memegang kontrol penuh atas semua rantai proses produksi yang berjalan, sehingga OPPO bisa memastikan bahwa produk dengan kualitas terbaiklah yang disajikan kepada para konsumen. Hasilnya, pada pertengahan tahun 2012 lalu OPPO mengukir prestasi pencapaian produk berkualitasnya dengan menelurkan smartphone dengan ketebalan hanya 6,65mm dan menjadi smartphone paling tipis di dunia saat itu. Di sisi pemasaran, ekspansi pasar dilakukan tanpa henti dan pada bulan April 2013 lalu, giliran Indonesia menjadi pasar baru bagi OPPO.
![]() |
| Aku dan OPPO N1 |
Ketika pasar sudah mulai jenuh dengan fenomena handphone murah lokal, muncullah OPPO merk handhone asli buatan China. OPPO bukanlah pemain baru di dunia handphone. Sejak memasuki pasar handphone pada tahun 2008, OPPO telah dikenal di Asia bahkan Amerika Utara dan Eropa yang dikenal sebagai pasar produk kelas atas. Perbedaan mendasar antara OPPO dan handphone lokal adalah bahwa OPPO memegang kontrol penuh atas semua rantai proses produksi yang berjalan, sehingga OPPO bisa memastikan bahwa produk dengan kualitas terbaiklah yang disajikan kepada para konsumen. Hasilnya, pada pertengahan tahun 2012 lalu OPPO mengukir prestasi pencapaian produk berkualitasnya dengan menelurkan smartphone dengan ketebalan hanya 6,65mm dan menjadi smartphone paling tipis di dunia saat itu. Di sisi pemasaran, ekspansi pasar dilakukan tanpa henti dan pada bulan April 2013 lalu, giliran Indonesia menjadi pasar baru bagi OPPO.
StarkLED : Lampu LED Hemat Buatan Anak Negeri
Duapuluh tahun yang lalu, ketika kita mendengar kata lampu, maka yang terlintas di pikiran adalah bola kaca bening dengan salah satu ujung yang menonjol berisi kawat wolfram. Meskipun lampu “bentuk lain” telah diciptakan, namun kepopuleran bolam (bola lampu) tidak tertandingi. Bahkan ketika datang ke toko listrik pun ketika kita bilang ingin membeli lampu, hampir pasti kita akan disodori bola-bola kaca tadi. Bila kita menginginkan lampu “bentuk lain”, maka terpaksa kita harus menyebut dengan lebih spesifik. Lampu Neon misalnya, untuk menggambarkan lampu berbentuk pipa putih yang panjang.
Beberapa dasawarsa kemudian, dunia per-lampu-an sebagai salah satu peralatan listrik yang paling banyak digunakan manusia mengalami kemajuan yang pesat. Lampu dengan berbagai ukuran dan warna telah diciptakan. Bentuknya pun sangat bervariasi, tidak hanya bentuk bola dan pipa. Jadi, jika kita pergi ke toko listrik dan memesan bolam atau neon belum tentu pelayan mengambilkan barang yang kita inginkan.
Sikap Pertengahan Bagi Ibu Dalam Mendidik Anak
Anak adalah calon pemimpin masa depan. Ungkapan yang telah sering kita dengar ini mengandung makna yang dalam. Ungkapan ini tentu bukan berarti di masa mendatang semua anak akan menjadi Presiden atau pemimpin perusahaan. Tapi ketika telah beranjak dewasa, seorang anak paling tidak akan menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Artinya mereka akan bertanggungjawab atas semua yang dia kerjakan, dan bukan lagi menjadi tanggung jawab orang tua. Melalui tulisan ini saya akan menjabarkan poin-poin penting bagian dari masterplan saya sebagai orang tua dalam mendidik anak.
Untuk mempersiapkan anak sebagai calon pemimpin, kita hendaknya mendidik mereka dengan cara dan metode yang tepat. Anak tidak boleh kita perlakukan terlalu keras dengan terlalu menuntut kemampuan anak ataupun menyamakan anak kita dengan diri kita waktu kecil. Di sisi lain kita juga tidak boleh memanjakan anak dengan memberikan apapun yang mereka minta atau bahkan memberikan sesuatu yang belum waktunya untuk diberikan. Dalam melakukan semua ini, ibu memainkan peran sentral yang tidak tergantikan.
Untuk mempersiapkan anak sebagai calon pemimpin, kita hendaknya mendidik mereka dengan cara dan metode yang tepat. Anak tidak boleh kita perlakukan terlalu keras dengan terlalu menuntut kemampuan anak ataupun menyamakan anak kita dengan diri kita waktu kecil. Di sisi lain kita juga tidak boleh memanjakan anak dengan memberikan apapun yang mereka minta atau bahkan memberikan sesuatu yang belum waktunya untuk diberikan. Dalam melakukan semua ini, ibu memainkan peran sentral yang tidak tergantikan.
Research Outline : Perkiraan Inflasi Harga Sembako di Indonesia pada Saat Puasa dan Lebaran : Pendekatan Empat Metode Exponential Smoothing
A.
Latar
belakang
Pada waktu menjelang bulan
puasa dan lebaran, di Indonesia selalu terjadi kenaikan harga sembilan bahan
pokok (sembako). Dugaan permintaan konsumen yang tinggi dan ekspektasi inflasi
yang tinggi sering menjadi kambing hitam atas kenaikan harga yang terjadi di masyarakat.
Keadaan ini telah terjadi berulang-ulang selama bertahun-tahun, meskipun tidak
didapatkan cukup bukti empiris yang menyatakan adanya kelangkaan sembako yang
menjadi penyebab naiknya harga.
Pemerintah sebagai pemegang
kebijakan hendaknya dapat memberikan respon yang tepat menghadapi hal tersebut.
Dengan memperkirakan tingkat inflasi riil secara akurat, diharapkan kebijakan
yang diambil pun dapat secara efektif meredam inflasi. Pemerintah bisa
melakukan operasi pasar dengan lokasi, jumlah barang dan tingkat harga
tertentu, sedangkan Bank Indonesia bisa menetapkan jumlah optimal atas uang
yang beredar.
B.
Pertanyaan
Penelitian
Berapakah perkiraan inflasi
yang paling akurat pada saat puasa dan lebaran menggunakan metode exponential
smoothing?
C.
Tujuan
Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah
untuk menentukan perkiraan tingkat inflasi riil yang paling akurat menggunakan
alat univariate time series dengan empat pendekatan metode Exponential
Smoothing.
D.
Manfaat
Penelitian
Hasil penelitian ini
diharapkan bermanfaat bagi para pengambil kebijakan terutama Pemerintah Pusat
sebagai pemegang kebijakan fiskal dan Bank Indonesia sebagai pemegang kebijakan
moneter, dalam merencanakan respon yang tepat atas siklus inflasi tahunan
khususnya pada saat puasa dan lebaran.
E.
Studi
Pustaka
Inflasi tinggi pada periode sebelumnya dapat
memicu ekspektasi inflasi naik lebih tinggi, sehingga kurva Dynamic Agregate Supply masih naik (Mankiw, 2009).
Exponential Smoothing sering
digunakan untuk melakukan perkiraan jangka pendek dalam sampel yang besar,
namun untuk sampel kecil diperlukan modifikasi exponential smoothing (Snyder,
1988).
Penggunaan prosedur numerik
untuk mencari nilai parameter yang smoothing dapat membantu meminimalkan
kesalahan perkiraan (Winters, 1960)
F.
Metode
Penelitian
Metode penelitian yang akan
digunakan pada riset ini adalah forecasting dengan univariate time series,
menggunakan metode Exponential Smoothing.
Metode Exponential Smoothing
ini akan digunakan dengan empat pendekatan, yaitu:
1. Optimized
simple exponential smoothing (Makridakis)
2. Optimized
Kalman filter
3. Proposed
formula
4. Trigg
and Leach's adaptive response rate.
G.
Sistematika
Penulisan
|
Bab
1
|
Latar
Belakang Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian serta Sistematika Penulisan
|
|
Bab
2
|
Studi
Pustaka
|
|
Bab
3
|
Perkiraan
Inflasi Menggunakan Empat Pendekatan
Pada Metode Exponential Smoothing
|
|
Bab
4
|
Hasil Studi
Empiris
|
|
Bab
5
|
Kesimpulan
dan Rekomendasi Kebijakan
|
H.
Lama
Penelitian
Penelitian
ini diperkirakan memakan waktu selama satu bulan dengan rencana jadwal penelitian terlampir.
I.
Tim
Peneliti
Tim
peneliti yang akan melakukan penelitian dari tahap penyusunan proposal
hingga laporan akhir terdiri dari:
-
Ketua : Rohmad
Adi Siaman SST Akt., M.Ec.Dev
-
Anggota :
dalam tahap seleksi
J.
Rencana
Anggaran
Penelitian
ini diperkirakan akan memakan biaya total sebesar Rp.20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) dengan perincian terlampir.
K.
Daftar
Pustaka
Mankiw,
N. Gregory. "Macroeconomics 7th edition”. Worth Publisers. 2009.
Snyder,
R.D. “Progressive Tuning of Simple Exponential Smoothing Forecasts”. The
Journal of the Operational Research Society, Vol. 39, No. 4 (Apr., 1988), pp.
393-399.
Winters,
Peter R. “Forecasting sales by exponentially weighted moving averages”. Management
Science, Vol. 6, No. 3 (Apr., 1960), pp. 324-342.
D. W. Trigg dan A. G.
Leach. “Exponential smoothing with an adaptive response rate”. OR, Vol. 18, No. 1 (Mar., 1967), pp. 53-59.


