Ringkasan HSI 7.25: Buah beriman dengan kitab-kitab Allah


Diantara buah beriman dengan kitab2 Allah yang bisa kita petik adalah:

  1. Mendapatkan keutamaan2 beriman diantaranya hidayah di dunia, keamanan di akhirat, masuk ke dalam surge, dll karena beriman dg Kitab Allah adalah bagian dari mewujudkan keimanan. 
  2. Semakin mengetahui dan menyadari perhatian Allah dan kasih saying-NYA kepada makhluq. Semakin mencintai-NYA karena menurunkan kepada kita kitab yang berisi petunjuk dan cahaya supaya kita tenang di dunia dan bahagia di akhirat. Kita tidak dibiarkan tersesat dan terombang-ambing dengan hawa nafsu dan syahwat. Dan bagi yang melihat kebesaran Allah ini, silahkan melihat orang2 yang hidup tanpa berpegang dengan kitab2 Allah. Mereka dalam keadaan resah, bimbang, bingung dan tidak tahu kemana arah hidupnya. 
  3. Mengetahui hikmah Allah dan kebijaksanaan-NYA karena memberikan kepada setiap kaum syariat yang sesuai dengan keadaan mereka. Dan AlQuran sebagai kitab terakhir sesuai untuk setiap umat, setiap masa sampai hari kiamat. 
  4. Mengetahui bahwa petunjuk Allah kepada manusia tidak terputus sampai hari kiamat. 
  5. Semakin mencintai dan menghormati AlQuran dengan memperhatikan adab2 ketika membacanya demikian pula semakin mencintai orang2 yang mencintai AlQuran. 
  6. Membenci amalan2 yang bertetangan dengan AlQuran dan orang2 yang melakukaknnya. 
  7. Membangkitkan semangat untuk bersungguh-sungguh mencari hidayah dengan AlQuran dengan membaca, menghafal, mempelajari, mentadaburi, mengamalkan, berhukum dengan AlQuran dan kembali kepada AlQuran ketika terjadi perselisihan. 
  8. Bersemangat untuk membela kitab Allah dan menyebarkan Aqidah yang benar tentangnya. Dan membongkar tuduhan yang sesat yang ingin menurunkan kepercayaan terhadap AlQuran  da menjauhkan umat dari AlQuran. 
  9. Bergembira dan bersyukur kepada Allah atas karunia-NYA yang besar.
Demikian Silsilah tentang beriman kepada kitab-kitab Allah



Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.24: Penyimpangan-Penyimpangan Dalam Hal Iman Dengan Kitab-Kitab Allah

Penyimpangan

Penyimpangan-Penyimpangan Dalam Hal Iman Dengan Kitab-Kitab Allah, di antaranya adalah:

1.Mengingkari keseluruhan atau sebagian kitab-kitab Allah walaupun hanya satu huruf.
Qs An Nisa:136

وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

Berkata Ibnu Mas’ud
Barang siapa yang kufur atau mengingkari 1 huruf dari AlQuran atau 1 ayat darinya maka sungguh ia telah kufur atau mengingkari keseluruhan.(Atsar ini dikeluarkan oleh Ath Thobari dalam tafsirnya)

2.Mendustakan kabar-kabar yang ada di dalam kitab-kitab tersebut
QS Al A’raf 36

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

3.Melecehkan dan mengolok-olok
QS At Taubah 65-66

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"

لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ۚ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ
Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

4.Membenci apa yang ada di dalam kitab-kitab tersebut yang berupa petunjuk Allah
QS Muhammad:9

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ
Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur'an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.

Apabila seseorang membenci apa yang ada d dalam AlQuran meskipun dia mengamalkannya maka dia telah kufur

5.Meninggalkan AlQuran
QS AlFurqon:30

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an itu sesuatu yang tidak diacuhkan".

Para Ulama menjelaskan maksud meninggalkan adalah mencakup:
  • Tidak mau mendengarkannya
  • Tidak beramal dengannya
  • Tidak berhukum dengannya
  • Tidak mentadaburinya dan
  • Tidak berobat dengan AlQuran baik untuk penyakit hati maupun penyakit badan.

6. Ragu-ragu dengan kebenaran AlQuran.
7. Berusaha untuk mengubah AlQuran baik ladazh maupun maknanya.



Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.23: Hukum Membaca Kitab-Kitab Sebelum Al Quran Seperti Taurat Dan Injil Yang Telah Diubah

 
Membaca Kitab Sebelum Alquran
Para Ulama menjelaskan hukum Membaca Kitab-Kitab Sebelum Al Quran Seperti Taurat Dan Injil Yang Telah Diubah ada dua:

1.Haram
Apabila maksudnya mencari petunjuk di dalam kitab-kitab tersebut dikarenakan tidak mencukupkan dirinya dengan Al Quran. Karena Allah telah mengabarkan bahwa kitab2 tersebut sudah diubah, sudah tercampur antara yang haq dan yang batil. Dan yang batil jelas kita tinggalkan, adapun yang haq yang selamat dan tidak diubah maka AlQuran yang dijaga Allah dari perubahan telah mencukupi kita.  Tidak ada kebaikan yang kita butuhkan di dalam agama kita kecuali sudah diterangkan di dalam AlQuran. Allah berfirman dalam AlQuran  Al  Ankabut 51

أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ
Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka

Dari Jabir Ibn Abdillah bahwa Umar bin Khattab mendatangi Nabi Muhammad ﷺ dengan membawa sebuah kitab yang dia dapatkan dari sebagian ahlul kitab. Kemudian Umar membacakannya kepada Nabi ﷺ, Maka Nabi ﷺ marah seraya berkata,
“Apakah engkau bingung di dalam agamamu wahai putra Al Khattab? Dan Demi Dzat  yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh aku telah mendatangi kalian dengan sesuatu yang putih bersih. Janganlah kalian bertanya kepada mereka yaitu ahlul kitab tentang sesuatu kerena mungkin mereka mengabarkan kepada kalian dengan kebenaran kemudian kalian mendustakannya atau mereka mengabarkan yang batil kemudian kalian membenarkannya.  Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, seandainya Musa masih hidup niscaya tidak ada pilihan baginya kecuali mengikuti aku” Hadist Hasan riwayat Imam Ahmad.

Imam Bukhari menyebukan di dalam shahih Bukhari ucapan Abdullah Ibn Abbas
 
Bagaimana kalian bertanya kepada ahlul kitab tentang sesuatu sedangkan kitab kalian yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ lebih baru. Kalian membacanya dalam keadaan bersih tidak tercampuri dan Allah telah mengabarkan kepada kalian bahwa ahlul kitab telah mengganti kitab Allah dan mengubahnya.

Dan menulis kitab dengan tangan-tangan mereka dan mereka berkata
Ini adalah dari sisi Allah dengan tujuan menjualnya dengan harga yang sedikit. Bukankah ilmu yang datang kepada kalian telah melarang kalian untuk bertanya kepada mereka. Tidak , demi Allah kami tidak melihat seorangpun dari mereka yang bertanya kepada kalian tentang apa yang diturunkan kepada kalian.

Dikuatirkn apabila sesorang membaca kitab2 tersebut akan membenarkan yang batil atau mendustakan yang benar. Atau menjadi tersesat dan terfitnah agamanya.

2.Boleh hukumnya apabila dia termasuk penuntut ilmu atau orang yang berilmu dengan AlQuran dan hadist, kuat keimananya dalam ilmu agamanya khususnya tentang masalah aqidah, tauhid dan lain2.

Tujuannya adalah ingin membantah  ahlul kitab, menerangkan penyimpangannya, menjelaskan pertentangan yang ada di dalam kitab tersebut, menunjukkan keistimewaan AlQuran, menyingkap syubhat mereka dan juga menegakkan hujjah atas mereka. Dari Ibn Umar bahwasanya orang2 Yahudi datang kepad Rasul ﷺ kemudian mereka menyebutkan bahwa seorang laki2 dan wanita diantara mereka telah berzina maka Rasul  ﷺ bersabda
 
Apa yang kalian temukan di dalam Taurat tentang masalah hukum rajam?

Mereka berkata kami akan membuka aib2 nya dan mereka akn dicambuk. Maksudnya mereka mengingkari ayat2 tentang rajam di dalam Taurat. Kemudian Abdullah ibn Salam berkata,
Kalian telah berdusta, sesungguhnya di dalam Taurat ada ayat rajam, kemudian mereka mendatangkan Taurat dan membukanya.  Salah seorang diantara mereka meletakkan tangannya diatas ayat rajam. Maksudnya menutupi, kemudian membaca ayat sebelumnya dan sesudahnya.

Kemudian Abdullah ibn Salam berkata “angkatlah tangannmu” maka di dalamnya ada ayat tentang rajam. Mereka berkata “dia telah benar wahai Muhammad” di dalamnya ada ayat tentang rajam. Maka Rasul ﷺ menyuruh untuk merajam keduanya kemudian kedua nya dirajam.

Berkata Abdullah ibn Salam “maka aku melihat laki-laki tersebut memiringkan badannya ke arah wanita tersebut ingin melindunginya dari batu. HR Al Bukhari dan Muslim. Oleh Karena itu para ulama menulis kitab2 yang membantah ahlul kitab dan membawakan didalamnya beberapa nash dari kitab2 yang ada di tangan mereka sendiri, seperti Ibn Hasm dan Abu Abdillah Al Qurtubi, Syaikhul Islam Ibn Taimiyah, Ibnul Qoyyim.

Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.22: Beramal, Ridha Dan Berserah Diri Dengan Hukum-Hukum Yang Belum Dihapus (Nasikh) Di Dalam Kitab-Kitab Allah

Berserah Diri

Yang ke 4 diantara cara beriman kepada Kitab-kitab Allah adalah dengan Beramal, Ridha Dan Berserah Diri Dengan Hukum-Hukum di dalam kitab-kitab tersebut baik yang kita ketahui hikmahnya atau tidak.  Allah berfirman dalam QS Al Ahzab 36

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.

Dan dalam QS An Nisa 65

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu putuskan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Adapun hukum yang sudah dihapus maka tidak boleh diamalkan seperti masa Iddah 1 tahun penuh bagi wanita yang ditinggal mati suaminya sebagaimana QS Al Baqarah 240 telah dihapus dengan QS Al-Baqarah 234 yang isinya masa iddah wanita yang ditinggal mati suaminya adalah 4 bulan 10 hari. QS Al-Baqarah 240

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا وَصِيَّةً لِأَزْوَاجِهِمْ مَتَاعًا إِلَى الْحَوْلِ غَيْرَ إِخْرَاجٍ
Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kamu dan meninggalkan isteri, hendaklah berwasiat untuk isteri-isterinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). QS Al-Baqarah 234

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا
Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber'iddah) empat bulan sepuluh hari.

Dan semua kitab yang terdahulu hukum-hukumnya  telah dihapus dengan Al Quran artinya tidak boleh seorangpun baik jin maupun manusia mengamalkan hukum2 yang ada di dalam kitab2 sebelumnya setelah datangnya Al Quran. Allah berfirman dalm QS Al Maidah 48

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu

Bahkan Nabi Musa sekalipun yang diturunkan kepadanya Taurat harus berhukum dengan Al Quran seandainya beliau masih hidup ketika Al Quran turun. Rasul bersabda
 
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya , seandainya Musa hidup niscaya tidak ada pilihan baginya kecuali mengkuti aku.” HR Ahmad dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani.

Oleh karena itu Nabi Isa Alaihissalam yang diturunkkan kepadanya Injil di akhir zaman ketika beliau turun akan berhukum dengan hukum Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ

Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.21: Membenarkan kabar-kabar yang shahih di dalam kitab-kitab Allah

Kitab Alloh

Diantara cara beriman dengan kitab-kitab Allah adalah membenarkan kabar-kabar shahih di dalam kitab-kitab tersebut seperti kabar-kabar di dalam Al Quran dan kabar-kabar yang ada di dalam kitab-kitab sebelumnya yang belum dirubah. Maksudnya wajib bagi orang yang beriman membenarkan kabar-kitab yang ada di dalam AlQuran seperti:
  • Kisah-kisah umat terdahulu,
  • kejadian-kejadian di hari kiamat,
  • Sifat-sifat surga dan neraka, dan lain-lain.

Dan kabar-kabar di dalam kitab-kitab sebelumnya  yang belum dirubah. Dan barang siapa  yang mengingkarinya atau meragukannya maka sungguh dia telah kafir. Adapun kabar-kabar yang ada di dalam kitab Taurat dan Injil setelah terjadi perubahan pada sebagian isinya maka kabar tersebut ada 3 macam :

1.Kabar yang datang pembenarannya di dalam agama Islam maka wajib bagi kita beriman dan membenarkannya.
Seperti Kabar Bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari, maka ini ada di dalam Perjanjian Lama keluaran Pasal 31 ayat 17. Dan Allah sebutkan di dalam Al Quran Al A’raf 54.

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari,

2.Kabar yang datang pengingkarannya di dalam agama Islam, maka wajib bagi kita mendustakannya dan menolaknya.
Seperti kabar di dalam kitab Taurat yang berisi sifat yang tidak layak bagi Allah dan sifat yang tidak layak bagi sebagian nabi.

3.Kabar yang tidak ada pengingkaran maupun pembenarannya di dalam agama Islam, maka kita tidak membenarkan dan tidak mendustakan.
Seperti sebagian perincian yang ada di dalam Taurat yang sekarang terhadap kisah2 yang asalnya ada di dalam AlQuran sebagaimana disebutkan di dalam Kejadian pasal 7 ayat 17 bahwa banjir besar di jaman Nabi Nuh Alaihissalam terjadi selama 40 hari dan perincian ini tidak disebutkan di dalam agama kita. Kita tidak membenarkan karena itu termasuk yang ditambah dan dirubah dan kita tidak mendustkan karena mungkin itu termasuk wahyu. Rasul ﷺ bersabda
“Janganlah kalian membenarkan ahlul kitab dan janganlah kalian mendustakan mereka akan tetapi katakannya kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami” HR Bukhari.
Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.20: Kitab Al-Quran Bagian 6

Alquran

Lanjutan dari Hak-hak Al Quran adalah:

3.Mentadaburinya
Allah telah menurunkan Al Quran untuk dimengerti maknanya dan ditadaburi. QS Shaad 29

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. 

Orang yg tidak mentadaburi Al Quran menunjukkan kesesatan hati QS Muhammad 24

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci?.

Semakin orang banyak mentadaburi Al Quran dan memahami maknanya makan akan semakin bertambah keimanannya, keyakinannya dan kedekatannya kepada Allah. Semakin yakin akan kebernaran agama ini dan semakin yakin bahwa Al Quran adalah dari Allah.

a.Oleh karena itu seyogyanya setiap muslim dan muslimat memperlajari Bahasa Arab yang dengannya dia bisa memahami Al Quran dan meluangkan waktunya untuk memikirkan dan mentadaburi ayat2 Allah

b.membaca tafsir2 Al Quran yang sesuai dengan aqidah Ahlu Sunnah wal jamaah seperti  Tafsir Muyassar yang diterbitkan Komplek Percetakan Al Quran Raja Fahd di Madinah  dan ini adalah tafsir yang ringkas, Dan Tafsir Ibn Katsir untuk tafsir yang agak luas, dan mengikuti kajian2 yang membahas tentang tafsir Al Quran dengan pemahaman yang benar yaitu pemahaman para sahabat dan para salaf. Apabila seseorang ingin baca terjemah Al quran hendaknya memilih terjemah yang benar seperti terjemah Al Quran yang dikeluarkan oleh Komplek Percetakan Al Quran Raja Fahd di Madinah. Perlu dicatat bahwa tidak ada terjemah Al Quran yang tidak memiliki kekuarangan karena terjemah adalah amalan manusia.

4.Mengamalkannya
Al Quran diturunkan tidak hanya untuk dibaca dengan tartil dan tajwid, dihafal dan ditadaburi akan tetapi juga diamalkan yaitu dDilaksanakan perintahnya, dijauhi larangannya dan dibenarkan kabar-kabarnya baik didalam masalah aqidah, ibadah, akhlaq, muamalah dan lain2. Dahulu para sahabat radhiallahu anhu selain membaca mambaca Al quran dan mengilmui mereka juga mengamalkan. Ibn Mas’ud,
”Dahulu sesorang dari kalangan kami (para sahabat) apabila mempelajari 10 ayat maka dia tidak meninggalkannya sehingga mempelajari maknanya dan beramal dengannya”.
Kalau kita tidak mengamalkan Al Quran maka Al Quran bisa menjadi hujjah atas kita. Rasul ﷺ bersabda
“Dan Al Quran menjadi hujjah untukmu atau atasmu” HR Muslim.
Menjadi hujjah untukmu – apabila kita amalkan maka bisa bermanfaat untuk kita di hari kiamat. Menjadi hujjah atasmu – apabila tidak kita amalkan maka akan memudhoroti kita di hari kiamat.
Kita memohon kepada Allah supaya Allah menjadikan kita termasuk orang2 yang memiliki perhatian yang besar terhadap Al Quran baik membaca nya dengan tartil, manghafal, memurojaah, mentadaburi maupun mengamalkannya.


Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.19: Kitab Al-Quran Bagian 5

Alquran

Telah disebutkan dipelajaran sebelumnya tentang sifat-sifat dan nama-nama Al Quran dan telah jelas kedudukan dan keutamaan Al Quran.  Oleh karena itu hendaklah seorang muslim harus bersyukur kepada Allah yang telah menurunkan Al Quran kepada kita. Diantara cara bersyukur adalah dengan menunaikan hak2  AL Quran.

Diantara Hak2 Al quran adalah:

1.Membaca dengan tartil
Al  Muzzammil :4

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan

Mentartil adalah membaca dengan pelan, dengan membaca huruf2 nya dengan baik dan dengan memperhatikan tempat2 waqaf (berhenti), panjang dan pendeknya sebagaimana dahhulu Nabi ﷺ membacanya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Seorang yang mahir membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dua  Pahala itu adalah pahala untuk membacanya dan pahala untuk kesulitan yang dia alami. Hendaknya setiap muslim dan muslimah belajar ilmu tajwid dari seorang guru yang mumpuni dengan niat supaya bisa membaca Al Quran tersebut sebagaimana dibaca oleh Rasulullah ﷺ dan mempraktekannya dengan sering membaca Al Quran sehingga semakin mahir dia didalam membaca Al Quran. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” HR Bukhari

2.Menghafal Al quran
Menghafal seluruh AlQuran  bukan fardhu ‘ain bagi seorang muslim. Yang wajib adalah menghafal yang dengannya sah sholatnya. Namun tentunya sebuah kemuliaan tersendiri bagi seorang muslim dan muslimah ketika Allah memilih qolbunya diantara sekian banyak Qolbu untuk menghafal Al Quran- Kalamullah Rabbulalamin. Membacanya kapan dia kehendaki dan semakin banyak dia menghafal tentunya semakin utama.
QS Al Ankabut 49

بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ

Sebenarnya, Al-Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.
Hendaklah seorang yang menghafal AlQuran memurojaah atau mengulang2 terus apa yang sudah dia hafal. Rasul ﷺ bersabda:

تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ فوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ اْلإِبِلِ فِيْ عَقْلِهَا

“Ulang-ulangilah al-Qur’an. Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh al-Qur’an itu lebih mudah lepas dari Qolbu seseorang daripada terlepasnya seekor unta dari ikatannya.” (HR Muslim)

Selain itu orang yang hafal AlQuran hendaknya sering memperdengarkan dihadapan seorang syaikh yang mumpuni dan meninggalkan kemaksiatan karena kemaksiatan dg berbagai bentuknya memperburuk dan mempersulit hafalan AlQuran.

Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.18: Kitab Al-Quran Bagian 4

Alquran

Allah menyifati  Al Quran dengan beberapa sifat yang memiliki makna yang agung yang juga menunjukkan keutamaannya, di antara sifat tersebut adalah:

1.Azis artinya yang mulia, dimuliakan oleh Allah dengan dijaga dari segala perubahan.
QS Fushilat 41

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah kitab yang mulia (Azis).

2. Majiid artinya agung lagi mulia, maksudnya agung maknanya dan luas ilmunya.
QS Al Buruj 21


بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ
Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia,

3.Karimun artinya mulia lagi banyak manfaatnya besar kebaikannya dan dalam ilmunya.
QS Al Waqiah 77

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ
Sesungguhnya Al-Quraan ini adalah bacaan yang sangat mulia (kariimun)

4.Mubarak, artinya yang berbarakah. Yang banyak manfaatnya dan banyak membawa kebaikan, kebaikan bagi yang membacanya, menghafalnya, yang mendengarnya, yang mentadaburinya maupun yang mengamalkannya.
QS Al An’am 92

وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ
Dan ini (Al-Qur'an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi;

5.Fasl artinya yang benar dan jelas memisahkan yang haq dan yang batil.
QS At Thaariq 13
Sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang haq dan yang bathil.

6. Hakiim, artinya memiliki hikmah dan kebijaksanaan yang mendalam.
QS Luqman 1-3

الم
Alif Laam Miim
تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ
Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat,
هُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِينَ
menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,

Ayat-ayat dalam Alquran muhkam yaitu kokoh. Kokoh karena:
  • Kokoh karena datang dengan lafadz yang paling fasih dan jelas yang mengandung makna yang dalam.
  • Tidak mungkin dirubah. Kokoh krn kabar-kabar yg ada didalamnya benar sesuai dengan kenyataan.
  • Tidak memerintah kecuali dengan sesuatu yang merupakan kebaikan bagi manusia dan tidaklah melarang kecuali dari sesuatu yang merupakan keburukan bagi manusia
  • Dan karena tidak ada pertentangan diantara ayat-ayatnya.

7.Berbahasa Arab yang jelas.
QS Asy-Syu’aara 192-195

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,

نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ
dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),

عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ
ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,

بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ
dengan bahasa Arab yang jelas.

Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.17: Kitab Al-Quran Bagian 3

Alquran

Al Quran memiliki nama-nama yang banyak yang menunjukkan keutamaannya, di antaranya:
 
1.Al Quran
Nama yang paling banyak di dalam Al Quran dan inilah yang paling masyhur. QS An Nisa – 82-

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an ? Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.
2. Al Kitaab
Dari asal kata kataba yang artinya mengumpulkan. Dinamakan demikian karena Dia mengumpulkan huruf dengan huruf, ayat dengan ayat, surat dengan surat. Allah berfirman dalam Al Quran : Al An’am 114-

أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِي حَكَمًا وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلًا
Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al-Qur'an) kepadamu dengan terperinci?

3.Kitabullah
Artinya Kitab Allah , QS Fatir 29

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ .........
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah

4. Al Furqon
Artinya yang membedakan. Karena dia membedakan yang benar dengan yang bathil, membedakan petunjuk dengan kesasatan, membedakan yang halal dan yang haram. QS Al Furqon -1-

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam

5.Adz – dzikru
Ada yang mengatakan arti adz dzikru adalah peringatan krn di dalamnya ada peringatan dan nasihat. Dan ada yang mengatakan artinya penyebutan krn di dalam All Quran disebutkan banyak permasalahan dan dalil2 yang jelas QS Al Hijr 9

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan (adz dzikru) Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya

6.Hablullah
Artinya tali Allah krn menyampaikan kepada ridlo Allah. QS Ali Imran 103.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,

Dalam Hadist Riwayat Muslim dikatakan :
Sesungguhnya aku telah meninggalkan dua perkara yang sangat berat di tengah-tengah kalian. Yang pertama adalah Kitabullah 'azza wajalla. Di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Karena itu, ambillah dan berpegang-teguhlah kalian dengannya". Beliau memberikan motivasi terkait dengan kitabullah dan mendorongnya. Kemudian beliau bersabda lagi : "Dan (yang kedua adalah) ahlul-baitku. Aku ingatkan kalian kepada Allah akan ahli baitku, aku ingatkan kalian kepada Allah akan ahlul-baitku, aku ingatkan kalian karena Allah terhadap akan ahlul-baitku


Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.16: Kitab Al-Quran Bagian 2

Alquran

4. Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur
Allah turunkan di Lauhul Mahfudz  ke langit dunia di bulan Ramadhan pada malam Lailatul Qodr. Hal ini dinyatakan dalam Alquran Surat Al Baqarah:185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an

Juga dalam Alquran Surat Al-Qodr:1

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan

Alquran turun berangsur-angsur sesuai dengan kejadian dan peristiwa selama 23 tahun. Yang turun sebelum hijrah  ke kota Madinah dinamakan Surat Makkiyah. Sedangkan yang turun setelah hijrah  Nabi ﷺ ke kota Madinah dinamakan Surat Madaniyah

Hikmah turunnya Alquran secara berangsur-angsur : Lebih mudah untuk dihafal, dimengerti dan diamalkan. Hal ini dinyatakan dalam Alquran Surat Al-Isra’:106

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا
Dan Al-Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.

Juga dalam Alquran Surat Al Furqon:32

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً
Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja.
5. Alquran adalah muhaimin bagi kitab2 sebelumnya
Hal ini dinyatakan dalam Alquran Surat Al Maidah 48.

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian  terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan

Yang dimaksud dengan Muhaimin dalam ayat di atas adalah yang menjadi saksi, yang menghukumi,  yang mengemban amanat. Maksudnya adalah apa yang sesuai dengan Alquran berarti benar dan apa yang menyelisihinya berarti salah.

6. Al Quran diturunkan supaya menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan jin bukan untuk kaum/bangsa tertentu saja
Hal ini dinyatakan dalam Alquran Surat Al-Furqon:1

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam

Seandainya ada seorang nabi yang diutus kepada kaum tertentu  yang hidup pada jaman Rasul ﷺ maka dia harus ikuti Al Quran dan Syariat Nabi Muhammad ﷺ. Telah dinyatakan dalam Hadist Hasan Riwayat Imam Ahmad
“Apakah engkau merasa ragu, wahai Umar bin Khaththab? Demi yang diri Muhammad ada di tangan Allah, sungguh aku telah membawa kepada kalian agama ini dalam keadaan putih bersih. Janganlah kalian tanya kepada mereka tentang sesuatu, sebab nanti mereka kabarkan yang benar, namun kalian mendustakan. Atau mereka kabarkan yang bathil, kalian membenarkannya. Demi yang diri Muhammad berada di tanganNya, seandainya Nabi Musa itu hidup, maka tidak boleh bagi dia, melainkan harus mengikuti aku”.

Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.15: Kitab Al-Quran Bagian 1

Alquran
Alquran secara Bahasa adalah Masdar dari Qoroa yang artinya Jam’a artinya mengumpulkan. Karena Al Quran mengumpulkan kisah-kisah, perintah-perintah, larangan-larangan, pahala dan juga ancaman, serta mengumpulkan ayat-ayat dan surat-surat satu dengan yang lain.

Secara Syariat Al Quran adalah Kalamullah yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ melalui Jibril Alaihissalam dan ditulis dalam mushaf dari awal surat Al Fatihah sampai akhir surat An-Naas.

Allah telah memberi keistimewaan yang banyak terhadap Al Quran yang tidak  dimiliki kitab2 sebelumnya:
1. Al Quran wajib diimani secara sepenuhnya yaitu dengan:
  • Membenarkan kabar-kabar didalamnya
  • Laksanakan perintah2 nya
  • Jauhi larangan2 nya
  • Dilaksanakan nasihat2 nya
  • Berhukum degan Al Quran di dalam perkara yang kecil maupun yang besar dan
  • Beribadah kpd Allah dg cara yang tertulis didalamya da sesuai dengan Sunnah Rasul ﷺ
2. Al Quran adalah mu’jizat abadi
Seandainya sekumpulan ahli Bahasa berkumpul untuk membuat yang semisal Al Quran niscaya mereka tidak akan mampu. Dinyatakan dalam Alquran Surat Al-Isra’ 88.

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".

Dan  Hadits Riwayat Bukhari & Muslim

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ « مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ نَبِىٌّ إِلاَّ أُعْطِىَ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِى أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَىَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ »
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satu nabi-pun dari semua nabi-nabi kecuali telah diberi sesuatu (tanda kebenaran/mu’jizat) yang menyebabkan manusia beriman kepadanya. Dan yang telah diberikan kepadaku adalah wahyu yang Allâh wahyukan kepadaku. Maka aku berharap menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat”. [HR. Al-Bukhâri, no. 4981]
3. Allah telah berjanji untuk menjaganya dari pengubahan baik lafadz maupun maknanya
  • Jaga Lafadz : tidak ditambah dan tidak dikurangi
  • Jaga makna : dijaga dari makna2 yang menyimpang
Hal ini dinyatakan dalam Alquran Surat Al-Hijr: 9

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya
Juga dinyatakan dalam Alquran Surat Fushilat 42
 
لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ ۖ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ
Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

Orang2 banyak yang hafal Al Quran dan Ulama-ulama yang mampu menerangkan isi Al Quran dengan pemahaman yang benar dr zaman Nabi sampai zaman yang akan datang (tulis buku tafsir dll) sampai Allah mengangkat Al Quran di akhir zaman.

Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.14: Kitab Al-Injil Bagian 3

Injil Lukas

Di antara kesalahan yang terdapat dalam injil yang tersebar sekarang adalah penyebutan nasab Nabi Isa alaihissalam kepada laki-laki.
  1. Injil Matius pasal 1 ayat 1-17 
  2. Injil Lukas pasal 3 ayat 23-38. 
  3. Padahal Allah telah kabarkan di dalam Al Quran bahwa Nabi Isa dilahirkan oleh seorang wanita yang sholehah bukan wanita pezina dan bukan wanita yang bersuami sebagai tanda kekuasaan Allah. Dinyatakan dalam Quran Surat Maryam 20-21

قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا

Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!"

قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ ۖ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا ۚ وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا
Jibril berkata: "Demikianlah". Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan".
      4.Allah sebutkan Nabi Isa di dalam Al quran sebagai
  • Isa bin Maryam  sebagai dalam QS Al Baqarah 87 dan yang lain,

وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ
Dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu'jizat) kepada Isa putera Maryam
  • Al Masih bin Maryam  dalam QS Al Maidah 17,

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam".
  • Al Masih Isa Bin Maryam  spt dalam QS Ali Imran 45.

اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ
Namanya Al Masih 'Isa putera Maryam,

      5.Apa yang tertulis di dalam Injil sekarang malah membenarkan Aqidah orang Yahudi yang mengatakan bahwa Nabi Isa adalah anak zina. Di Injil ada perbedaan nasab Nabi Isa:
  • Injil Matius : Nabi Isa anak Yusuf bin Yakub bin  Matan bin Ilyazar dst dan beliau termasuk keturunan Nabi Sulaiman Bin Daud alahissalam.
  • Injil Lukas : Nabi Isa anak Yusuf bin Eli bin Matat bin Levy dst dan termasuk keturunan Natan bin Daud alaihissalam.

Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.13: Kitab Al-Injil Bagian 2

Injil

Berita tentang injil dalam Alquran dan Hadits selanjutnya adalah :
  • Kabar gembira tentang kedatangan Rasul ﷺ, seperti disebutkan dalam Surat Al–A’raf:157. Selain itu terdapat penyebutan sebagian sifat Sahabat Rasul ﷺ dalam Surat Al Fath:29. Allah membeli jiwa dan harta orang-orang yang beriman dengan surga dalam Surat At-Taubah :111 
  • Diturunkan Kitab Injiil pada malam ke 14 Bulan Ramadhan Tauraah setelah 6 hari berlalu di bulan Ramadhan (malam ke 7) dan Al Injiil setelah 13 hari berlalu di bulan Ramadhan (malam 14 Ramadhan ) hal ini dinyatakan dalam hadits riwayat At-Tabrani di dalam Al Mu’jamul Kabir dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah.
  • Al-Injiil yang sekarang bukan Injil yang asli yang diturunkan kepada Nabi Isa dan tidak diketahui bekasnya. Yang ada hanyalah tulisan orang2 yang tidak jelas Riwayat Hidupnya dan tidak ada sanad yang shoheh yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun sejak Nabi Isa diangkat oleh Allah sehingga banyak kesalahan dan perbedaan yang banyak sekali diantara Injil-injil tersebut. Oleh karena itu mereka menamakan injil-injil tersebut dengan nama penulisnya, seperti Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas,  Injil Yohana dan mereka tidak mengatakan bahwa Injil Isa alaihisalam.

Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.12: Kitab Al-Injil Bagian 1

Kitab Injil

Injil secara bahasa berasal dari Bahasa Yunani, yang artinya Kabar Gembira. Dalam Al Quran dan Hadists, terdapat beberapa berita tentang Injil:

  • Injil diturunkan kepada Nabi Isa, dinyatakan dalam Quran Surat Al-Hadiid:27

ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً
Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang.
  • Kitab Injil isinya mengikuti isi Taurat kecuali dalam hukum yang sedikit. Menghalalkan sebagian yang sebelumnya diharamkan. Seperti dinyatakan dalam Quran Surat Ali Imran 50:

وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ
Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu.

Dalam Injil Perjanjian Baru, Injil Matius Pasal 5 ayat 17-19 yang menghapus hukum Taurat. Nabi Isa Berkhitan: Perjanjian Baru- Injil Lukas Pasal 2 ayat 21. Nabi Isa mengikuti Nabi Musa: Perjanjian Lama Pasal 17 ayat 9-14.

Paulus telah merusak ajaran Nabi Musa dan Nabi Isa, yang mengatakan Sunat adalah dalam hati sebagaimana Perjanjian Baru Roma Pasal 2 , ayat 28-29.


Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.11: At Tauraah (Kitab Taurat) Bagian 4

Perjanjian Lama

Taurat sekarang menurut orang Nasrani adalah perjanjian lama, di dalam nya terdapat penyimpangan-penyimpangan yang bertentangan dengan Al-quran, diantaranya:

Menyifati Allah dengan sifat2 yang tidak layak bagiNya, di antaranya

  • Menyifati Allah dengan sifat letih, Perjanjian Lama (PL) keluaran Pasal 31 ayat 17 disebutkan

Di dalamnya sebab 6 hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi dan pada hari ke 7, Ia berhenti bekerja untuk berisitirahat.

Dan Allah telah membantah ucapan mereka ini di dalam firmanNya Quran Surat Qaaf:38
وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ

Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.
  • Mereka juga menyifati Allah dengan sifat penyesalan di dalam PL Keluaran Pasal 32 ayat ke 14, disebutkan
Dan menyesallah Tuhan karena Malapetaka atas umat-Nya yang dirancang-Nya

Padahal sifat penyesalan hanya timbul dari dzat yang tidak mengetahui akibat sesuatu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang sudah berlalu maupun yang akan datang. Sesuai dengan Quran Surat An-Faal:75
 
إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu
dan Quran Surat Al-Baqarah:255

عْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ
Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya

Menyifati Nabi dengan sifat yang tidak layak, diantaranya:

  • Mereka sebutkan Nabi Nuh pernah mabuk di dalam PL Kejadian Pasal ke 9 ayat ke 20-21 disebutkan
Nuh menjadi petani, dialah yang mula-mula yang membuat kebun anggur, setelah minum anggur mabuklah ia dan ia telanjang di dalam kemahnya
  • Mereka juga menyebutkan Nabi Luth Alaihissalam berzina dengan dua orang anak wanitanya sampai keduanya hamil dan melahirkan – PL Kejadian  Pasal 19 ayat 30-38.
Padahal para Nabi dan Rasul maksum, terjaga dari dosa-dosa besar, mereka adalah pilihan Allah dan kita diperintahkan untuk meneladani mereka. Hal ini dinyatakan dalam Quran Surat Al-Hajj:75
يَاللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Dan Quran Surat Al-Anam:90

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ
Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quraan)." Al-Quraan itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.

Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.10: At Tauraah (Kitab Taurat) Bagian 3

 

Kitab yang Allah turunkan khusus untuk Bani Israil

Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat Al Israa:2
وَآتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُوا مِنْ دُونِي وَكِيلًا

Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,

Kitab Taurat diturunkan dengan Bahasa Ibrani dengan dasar Hadits Abu Hurairah dengan Atzar Imam Bukhari dalam Shahihnya


Kitab Taurat sudah dirubah oleh orang2 Yahudi sesuai dengan nafsunya


Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat Al-Baqarah:79
فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَٰذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۖ فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.

Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat Ali Imran:78
وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.

Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno

Ringkasan HSI 7.09: At Tauraah (Kitab Taurat) Bagian 2


Allah telah menulis At Tauraah dengan tangan-Nya

Kisah percakapan antara Nabi Adam dan Musa,
Dan Dialah yang menulis (HR Abu Daud – Ibnu Majah dishahihkan Syaikh Albani)

Nabi Adam berkata,
Dan Dialah yang telah menulis untukmu At Taurah dengan tangan-NYA

Sebagian yang terkandung di dalam kitab Taurat

  • Beberapa perkara yang terkandung dalam Shuhuf Musa (bagi yang berpendapat bahwa Shuhuf Musa adalah Taurat)

  • Hukum-hukum untuk Bani Israil. Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat Al Maidah:44

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya.

  • Sebagian hukum-hukum tersebut seperti Qishosh. Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat Al Maidah 45

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ ۚ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada qishaashnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak qishaash)nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

  • Kabar gembira tentang kedatangan Nabi Muhamad ﷺ. Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat Al A’raf 157

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
 
  • Penyebutan sebagian sifat Sahabat Rasul ﷺ. Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat Al Fath:29

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

  • Allah membeli jiwa dan harta orang-orang yang beriman dengan surga. Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat At-Taubah :111

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Sumber : Audio HSI Ustadz Abdullah Roy
Diringkas oleh Akh Aribowo bin Soewarno