HSI 5.49 : Penegakan Qisos atau Hukuman Bagi Orang-orang Yang Dzolim

Termasuk keadilan Alloh Subhanahu Wata'ala adalah menegakkan qisos di antara mahluk di hari kiamat. Tidak ada mahluk yang dizolimi di dunia oleh mahluk yang lain kecuali akan Allah kembalikan haknya di hari kiamat, bahkan diantara hewan. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,
Sungguh akan diberikan hak-hak ini kepada pemiliknya di hari kiamat sampai akan di qisos seekor kambing yang bertanduk karena kezoliman yang dia lakukan terhadap kambing yang tidak bertanduk (HR. Muslim).
Akan didatangkan orang yang zolim dan dizolimi sekecil apapun kezoliman tersebut. Baik kezoliman berupa harta seperti pencurian, perampokan, penipuan, hutang. Atau kezoliman kehormatan seperti umpatan, ghibah yaitu membicarakan kejelekan orang lain, tuduhan palsu atau kezoliman fisik seperti pemukulan, pembunuhan dan lain-lain. Penegakan keadilan saat itu adalah dengan hasanah dan sayyiah. Orang yang zolim akan diambil hasanahnya dan diberikan kepada orang yang dizolimi. 

Apabila orang yang zolim tersebut tidak memiliki hasanah, maka sayyiah orang yang dizolimi akan diberikan kepada orang yang zolim tersebut. Orang yang bangkrut di hari tersebut adalah orang-orang yang terlalu banyak kezolimannya di dunia. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya,
Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan ummatku adalah yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala sholat, pahala puasa dan pahala zakat. Dia datang pada hari tersebut dan dahulu di dunia dia telah mencela si fulan, menuduh si fulan berzinah, memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan dan memukul si fulan. Maka hasanah atau pahala kebaikan orang tersebut akan diberikan kepada si fulan, lalu si fulan, sehingga apabila habis hasanah orang tersebut sebelum dia melunasi hak orang lain maka akan diambil dosa-dosa orang yang pernah dia zolimi tersebut dan dipikulkan kepadanya, kemudian akhirnya dia dilemparkan ke dalam neraka (HR.Muslim).
Oleh karena itu seorang muslim di dunia apabila berbuat zolim maka hendaknya bersegera untuk minta maaf dan mengembalikan hak orang yang pernah dia zolimi. Rasulullah salallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya,
Barang siapa yang memiliki kezoliman kepada orang lain baik berupa kehormatan atau sesuatu yang lain maka hendaklah dia meminta dihalalkan darinya pada hari ini. Sebelum datangnya hari yang di situ tidak ada lagi dinar maupun dirham (HR.Bukhori).
Orang yang dizolimi di dunia boleh membalas dengan balasan yang setimpal. Akan tetapi tidak boleh dia membalas dengan berlebihan, karena dengan demikian justru dia menjadi orang yang zolim yang akan diambil kebaikannya. Dan apabila dia memaafkan maka Allah subhanahu wata'ala akan memberikan pahala yang besar.
 
Allah subhana wata'ala berfirman dalam Surat Assyuro : 40

وَجَزَٲٓؤُاْ سَيِّئَةٍ۬ سَيِّئَةٌ۬ مِّثۡلُهَا‌ۖ فَمَنۡ عَفَا وَأَصۡلَحَ فَأَجۡرُهُ ۥ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّهُ ۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِينَ 
Dan balasan sebuah kejelekan adalah kejelekan yang setimpal. Dan barang siapa yang memaafkan dan memperbaiki, maka pahalanya atas Allah subhanahu wata'ala. Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala tidak mencintai orang-orang yang zolim.

Anda dapat mendownload audio kajian di atas dengan mengklik link di bawah ini :


Rohmad Adi Siaman


Sumber : Audio Halaqoh Silsilah Islamiyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy
Ditranskrip Oleh : Akh Umar Murli
ADVERTISEMENTS :

Latihan Soal CAT CPNS 2014

Posting Komentar